Arti Man Jadda Wajada

3 min read

Arti Man Jadda Wajada – Assalamualaikum wr.wb di kesempatan ini penulis waheedbaly.com akan membagikan satu artikel dengan pembahasan dari apa itu Arti Man Jadda Wajada. Untuk pembahasan terlengkapnya ini bisa langsung saja sobat simak berikut dibawah ini.

Tulisan Arab Man Jadda Wajada

Adapun tulisan man jadda wajada yang benar akan kami tulis di bawah ini. Apabila kalian ingin versi pegon, maka tinggal menghapus harakat fathah dan tasydid yang berada dalam huruf ini.

“مَنْ جَدوجد”

Namun perlu kalian ketahui, bahwa kalimat ini bukanlah hadits. Karna sebagian umat Islam mengira ungkapan bahasa Arab ini adalah hadits. Sebagaimana yang telah disampaikan oleh Imam Al-Ghazali dalam kitab Al-Jaddu Al-Hadits.

Itulah beberapa kesalahan tulisan man jadda wajada dalam mahfudhat arab yang sudah lazim. Penulisan yang salah akan berdampak dalam perubahan arti. Seperti contoh man jadda wa jadda, maka artinya akan berubah menjadi barang siapa yang bersungguh-sungguh, maka dia akan bersungguh-sungguh.

Arti Man Jadda Wajada

Ungkapan man jadda wajada terdiri dari tiga kata yaitu man, jadda, dan wajada. Sehingga apabila digabungkan ungkapan ini memiliki arti.

“Barang siapa yang bersungguh-sungguh, maka ia akan mendapatkan hasilnya”

Ungkapan man jadda wajada menjadi populer di kalangan masyarakat Islam. Karena ungkapan ini menjadi bagian dari kata-kata bahasa Arab yang diajarkan di pondok pesantren.

Dalam mahfudzot sendiri, biasanya banyak ditemuui kata-kata bijak yang diawali dengan kata man, yang artinya barang siapa. Salah satunya kalimat man jadda wajada ini.

Cobaan dan problem pasti akan ditemui oleh setiap orang, tapi dengan adanya kesungguhan bisa akan dilalui. Sehingga ungkapan ini sangat cocok untuk dijadikan pegangan bagi para anak muda. Agar bisa menjadi penyemangat dalam meraih cita-citanya.

Dalam pelajaran bahasa Indonesia kita pernah mengenal pribahasa bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian. Pribahasa ini hampir sama dengan ungkapan yang kita bahas kali ini.

Dalam hidup memang harus rela untuk bersusah payah dulu, baru kemudian kita menikmati jerih payah tersebut.

Karena di masa muda kita memiliki energi yang cukup, pikiran yang masih segar, tenaga yang masih kuat. Sehingga masa ini menjadi waktu yang tepat dalam melakukan segala usaha. Jangan sampai menjadi susah di masa tuanya, karena di masa mudanya sering bersenang-senang.

Maka tidak ada pilihan bagi anak muda untuk memanfaatkan waktu muda dengan sebaik-baiknya. Dengan harapan agar di masa tua bisa menikmati jerih payah tersebut.

Khasiat Man Jadda Wajada

Arti sungguh-sungguh dalam kalimat man jadda wajada jangan di artikan secara sempit, tapi di artikan secara luas. Baik bersungguh dalam urusan dunia atau akhirat.

Karena tidak sedikit masyarakat Indonesia yang mengartikan dimana ada kemauan di situ ada jalan. Sebagaimana dalam bahasa Inggris.

Memang benar Allah sudah menentukan segala sesuatu , tapi kita diperintahkan untuk berusaha dengan penuh kesungguhan. Agar kita mendapatkan apa yang kita inginkan. Adapun kesungguhannya diantaranya sebagai berikut.

Kesungguhan Dalam Mencari Nafkah

Mencari nafkah telah dianjurkan oleh Nabi Muhammad kepada semua umatnya, agar bersungguh-sungguh dalam mencarinya. Sebagaimana di dalam hadistnya.

“Sesungguhnya di antara perbuatan dosa ada yang tidak dapat di hapus oleh shalat, sedekah, dan haji. Namun hanya dapat di tebus dengan kesungguhan, yaitu dalam mencari nafkah”

Kesungguhan Dalam Mencari Ridha Allah

Mencari Ridha Allah merupakan hal yang paling utama. Oleh karna itu kita harus bersungguh-sungguh dalam mengharap keridhaannya. Sebagaimana di dalam Al-Qur’an surat Al-Ankabut ayat 69.

وَٱلَّذِينَ جَٰهَدُوا۟ فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۚ وَإِنَّ ٱللَّهَ لَمَعَ ٱلْمُحْسِنِينَ

Artinya:

Orang-orang yang bersungguh-sunggu dalam mencari keridhaan kami, maka benar-benar akan kami tunjukan kepada mereka jalan-jalan kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.

Kesungguhan Dalam Mengubah Diri

Jika kita ingin menjadi lebih baik lagi, maka kita harus bersungguh-sungguh mengubahnya dalam segala hal. Hal ini sebagaimana dalam Al-Qur’an surat Ar-Ra’ad ayat 11.

إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا۟ مَا بِأَنفُسِهِمْ

Artinya:

“Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaaan suatu kaum, sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri”

Mengukur Kalimat Man Jadda Wajada

Sudah seberapa dalam kalimat man jadda wajada yang tertanam pada diri kita, sehingga hal ini timbulah pertanyaan-pertanyaan pada diri kita. Adapun pertanyaannya sebagai berikut.

  1. Sudahkan kita bersungguh-sungguh dalam melakukan pekerjaan?
  2. Sudahkan kita bersungguh-sungguh dalam mengharap ridha Allah?
  3. Seberapa keras kita dalam bersungguh-sungguh?

Seberapa keras kesungguhan kita dalam melakukan suatu hal, maka hasilnya kita pasrahkan kepada Allah yang Maha Esa. Karna kita hanya diperintahkan untuk berusaha, adapun hasilnya kita kembalikan kepada Allah.

Karna atas kehendak Allah segala sesuatu pasti terjadi. Yang terpenting kita sudah berusaha dengan semaksimal munkin. Adapun takdirnyya kita pasrahkan saja.

Manfaat Manjadda wajada

Dalam meraih kesuksesan dan keberhasilan, bersunguh-sungguh menjadi salah satu faktor penting. Karna tidak ada kata sukses kecuali bagi mereka yang ingin bersungguh-sungguh.

Kesimpulan yang bisa kita ambil dalam kalimat man jadda wajada, bahwa seseorang tidak bisa mencapai kesuksesan kecuali dengan bersungguh-sungguh. Adapun manfaat kalimat man jadda wajada sebagai berikut.

  1. Bisa membuat kita tidak pernah kalah dalam mengahadapi masalah.
  2. Bisa mengatasi segala rintangan atau halangan yang menghalangi kita.
  3. Menjadikan kita ingin belajar hidup sukses serta bersungguh-sungguh dalam mencapainya.
  4. Menjadikan diri kita tidak mudah berputus asa serta tidak mudah berhenti dalam mencapai kesuksesan.
  5. Sebagai kalimat penyemangat serta mengusir rasa malas, karna malas adalah virus yang menjadi penghambat dalam diri kita.

Demikianlah artikel mengenai tentang Arti Man Jadda Wajada. Alhamdulillah selesai pembahasan kita kali ini semoga kita dapat mengambil faedah dari setiap pembahasan yang penulis berikan. Penulis akhiri wassalamualaikum wr.wb

Baca Juga :