Bacaan Ijab Kabul

3 min read

Bacaan Ijab Kabul

Bacaan ijab kabul, pengertian, asal usul atau istilah ijab dan kabul, tata cara, syarat ijab dan syarat kabul, serta bacaan ijab kabul berserta artinya.

Kali ini kita akan membahas seputaran kegiatan nikah yang meliputi, bacaan, tata cara dan syarat dan ketentuan melakasanakan ijab kabul, untuk lebih jelasnya mari simak pembahasan di bawah ini.

Pengertian Ijab Kabul

Ijab diambil dari bahasa Arab yang mampunyai pengertian yakni ucapan penyerahan yang diucapkan oleh seorang wali nikah dari pihak mempelai wanita, sebagai wakil dalam hal penyerahan mempelai wanita kepada mempelai pria. Sedangkan

Kabul berasal dari bahasa Arab yaitu qobul yang mempunyai pengertian yakni, ucapan pengantin mempelai pria sebagai tanda telah diterimanya pengeantin wanita kepada pengantin pria.

Istilah Ijab Kabul

Istilah ijab dan kabul pada dasarnya merupakan hukum jual beli dalam islam, jadi bukan hanya pada saat prosesi pernikahan saja terjadi ijab dan kabul, namum saat jual beli disana juga terjadi ijab kabul antara penjual dan pemebeli.

Ijab dan kabul dalam jual beli terjadi ketika dua belah pihak sudah saling menyetujui suatu barang yang akan di jual.

Contoh transaksi jual beli yang memakai ijab dan kabul

  • Perkataan sipenjual “Saya jual barang ini padamu”,
  • Perkataan pembeli “Saya beli barang ini darimu atau saya terima.”

Jadi istilah ijab dan kabul dalan pernikahan adalah penyerahan dan penerimaan. yaitu antara kedua mempelai pengantin baik dari pihak perempuan sebagai yang menyerahkan dan pihak pria sebagai penerimanya.

Bacaan Ijab Kabul

Pembacaan ijab dan kabul saat pernikahan merupakan prosesi yang tidak bisa dianggap sepele, soalnya sah dan tidaknya suatu pernikahan terletak pada pembacaan ijab kabul.

Tak jarang jika kita menyaksikan pembacaan ijab dan kabul pada suatu pernikahaan pembacaannya diulang-ulang sampai beberapa kali, karena memang diwajibkan sampai benar-benar memenuhi rukun dan syarat dalam pembacannya ijab tersebut.

Berikut ini akan kami tuliskan contoh bacaan ijab kabul yang benar dalam bahasa Arab, latin dan juga dalam bahasa inggris.

Baca Juga: Doa Minta Jodoh

Ucapan Ijab Kabul Dalam Bahasa Arab

Bacaan bagi wali dari pihak perempuan dalam hal ini ayah atau wali lain yang berhak menjadi wali nikah bagi pihak perempuan.

أنكحتك وزوجتك مخطوبتك بنتي ……. علىالمهر ……. حالا

“Ankahtuka wa zawwaj tuka makhtu bataka binti (sebutkan nama pengantin waita) alal mahri (bentuk mas kawin atau mahar) hallan”

Artinya: “Aku nikahkan engkau, dan aku kawinkan engkau dengan pinanganmu, puteriku (sebutkan nama pengantin wanita) dengan mahar (bentuk mas kawin atau mahar) dibayar tunai.”

Kemudian mempelai pria menjawab:

قَبِلْتُ نِکَاحَهَا وَ تَزْوِيْجَهَا عَلَي الْمَهْرِ الْمَذْکُوْرِ وَ رَِضِْیتُ بِهِ وَ اللهُ وَلِيُّ التَّوْفِیْقِ

Qobiltu Nikahaha wa Tazwijaha alal Mahril Madzkuur wa Radhiitu bihi, Wallahu Waliyut Taufiq.

Artinya: “Aku terima nikah dan kawinnya dengan mahar yang telah disebutkan, dan aku rela dengan hal itu. Dan semoga Allah selalu memberikan anugerah.”

Nah itulah bacaan ijab dan kabul dengan menggunakan bahasa Arab, kemudian

Baca Juga: Rukun Nikah

Ucapan Ijab Kabul Dalam Bahasa Indonesia

Bacaan ijab dan kabul dalam bahasa indonesia atau latin, wali nikah dari mempelai wanita akan mengucapkan bacaan sebagai berikut:

Saudara atau Ananda … (menyebutkan nama pengantin pria) bin … (menyebutkan nama ayah pengantin pria) Saya nikahkan engkau dan saya kawinkan engkau dengan anak kandung saya yang bernama: (menyebutkan nama pengantin wanita) dengan maskawin berupa( menyebutkan bentuk atau jumlah mas kawin) ……, dibayar tunai.

Kemudian pengantin pria lmenjawab dengan bacaan atau ucapan :

Saya terima nikah dan kawinnya … (menyebutkan nama pengantin wanita) binti … (menyebutkan nama ayah dari pengantin wanita) dengan maskawintersebut, tunai.

Nah itulah bacaan atau ucapan ijab dan kabul dalam bahasa latin atau indonesia. Kemudian

Baca juga : 7 Amalan Penarik Rezeki

Tata Cara Ijab Kabul

Sebelum pembacaan ijab qabul dilaksankan ada beberapa tata cara yang harus diperhatikan diantaranya sebagai berikut;

  1. Berwudhu terlebih dahulu kemudian
  2. Sebelum masuk ke pembacaan akad nikah ada khutbah nikah yang disampaikan oleh penghulu, setelah selesai, masuk ke persiapan dengan
  3. Membaca lafdaz Bismillah
  4. Membaca dua kalimat syhadat
  5. Membaca sholawat Nabi
  6. Kemudian wali dari pihak wanita membaca ucapan ijab
  7. Dan pengantin pria membaca ucapan Qobul
  8. Setelah dipandang sah ijab dan qobulnya oleh saksi nikah kemudian
  9. Di lanjutkan dengan membaca doa
  10. Tertib.

Nah itulah tata cara yang simple yang merupakan syarat rukun nikah untuk melaksakan ijab dan kabul.

Syarat Ijab dan Kabul

Syarat ijab dan kabul dibagi menjadi 2 bagian yaitu syarat ijab dan syarat kabul berikut penjelasannya.

Syarat Ijab

  • Ucapan ijab diucapkan oleh wali dari pihak mempelai wanita atau wakilnya
  • Dalam pembacaan ijab Tidak diperbolehkan memakai kalimat yang menindir
  • Dalam ucapan ijab tidak diikatkan dengan tempo atu waktu seperti nikah mut’ah atau nikah kontrak
  • Pembacaan ucapan ijab tidak secara taklik atau tanpa sebuah pra syarat ketika ijab diucapakan

Syarat Kabul

  • Ucapan kabul diucapakan oleh mempelai pria
  • Ucapan kabul tidak diperbolehkan memakai ucapan sindiran
  • Ucapan kabul harus sesuai dengan ucapan ijab.
  • Ucapan kabul disertai dengan menyebutkan nama calon mempelai wanita
  • Ucapan ijab tidak boleh diselangi dengan perkataan yang lainnya

Itulah syarat ijab dan kabul yang harus diperhatikan dalam pernikahan, agar ucapan ijab dan kabul menjadi sah.

Baca Juga: Doa Mandi Wajib

Yang Berhak Menjadi Wali Nikah

Yang berhak menjadi wali nikah bagi calon pengatin wanita adalah orang tua knadung yaitu ayah, namum jika ayah sudah tiada maka ada beberap yang berhak menjadi wali nikahnya, berikut urutannya.

  • 1. Ayah
  • 2. Kakek dari pihak ayah
  • 3. Saudara lelaki kandung atau kakak kandung laki-laki dan juga adik kandung laki-laki
  • 4. Saudara lelaki yang satu ayah
  • 5. Paman(Paman dari jalur ayah baik yang lebih tua dari ayah maupun yang lebih muda dari ayah
  • 6. Anak laki-laki paman yang dari pihak ayah
  • 7. Wali hakim atau penghulu

Catatan= Jika dari urutan yang berhak menjadi wali masih ada dan mampu untuk menjadi wali nikah bagi mempelai wanita maka hal yang demikian lebih utama. Namu jika tidak ada dan tidak mampu maka boleh di wakilkan oleh Wali hakim atau penghulu.

Baca Juga; Ucapan Doa Untuk Pengantin

Syarat Wali dan Saksi Nikah

Tidak sembarangan bagi setiap orang untuk bisa menjadi wali atau saksi dalam sebuah pernikahan. Ada persyaratan tertentu yang harus dipenuhi bagi seorang wali atau saksi dalam pernikahan

Dikutip dari keterangan yang diternagkan Imam Abu Suja’ dalam Matan al-Ghâyah wa Taqrîb:

ويفتقر الولي والشاهدان إلى ستة شرائط: الإسلام والبلوغ والعقل والحرية والذكورة والعدالة

“Wali dan dua orang saksi dalam pernikahan harus mempunyai enam syarat yaitu:

  • Islam
  • Baligh
  • Berakal tidak gila
  • Merdeka bukan seorang budak
  • Seorang lelaki
  • Adil

Dari keterangan di atas, dapat kita mengerti bahwa wali dan dua saksi dalam sebuah pernikahan harus memiliki 6 persyaratan yang harus dimiliki. Dengan begitu apabila wali tersebut tidak memenuhi syarat di atas dikhawatirkan akan merusak rukun dalam pernikahan. Wallahu’alam.

Demikianlah pembahasan yang dapat disampaikan mengenai bacaan ijab kabul, tata cara, syarat dan bacaan ijab qobulnya, semoga bisa menjadi manfaat untuk kita semua, aamiin.

Artikel lain yang bisa anda baca sebagai berikut: