Belajar Huruf Hijaiyah

2 min read

Belajar Huruf Hijaiyah: Assalamu’alaikum, Pada kesempatan kali ini kami akan membahas tentang huruf-huruf hijaiyah dan berikut tanda baca atau harokat yang mana menjadi sebuah dasar untuk membaca Al-Qur’an.

Agar dapat membaca Al-Qur’an dengan benar kita wajib mengenali huruf demi huruf hijaiyah secara benar, terutama dalam pengucapan huruf, karena salah dalam pengucapan dapat berubah pula makna dan artinya.

Belajar Huruf Hijaiyah

Dalam penulisan huruf hijaiyah yang menggunakan huruf latin, terkadang dilambangkan dengan dua jenis atau dua macam huruf, yang demikian ini adalah cara untuk memudahkan dalam belajar membaca huruf hijaiyah, yang terdapat kekhususan dalam mengucapkannya.

Pada umumnya cara penulisan dengan menggunkan huruf latin sering sekali dijumpai huruf dibaca dengan mempunyai bunyi (o) dituliskan atau dilambangkan dengan huruf menggunakan huruf (a), seperti contoh huruf kha, ra, dhad, shad, ghain, tha, dan zha, dalam penulisan tak mengapa yang demikian ini yang terpenting kita paham bahwa sebernarnya ini tulisan tersebut adalah berbunyi kho, ro, shod, ghoin, tho, zho dan zho.

Berikut huruf-huruf hijaiyah

Baca juga: Nama-Nama 114 Surat Dalam Al-Quran

Nama-Nama Huruf Hijâiyyah

No.HurufCara Membaca secara LatinTransliterasi Latin
1اAlifA, I, U
2بB
3تT
4ثTsâTS
5جJîmJ
6حH
7خKhôKH
8دDâlD
9ذDzâlDZ
10رR
11*زZây, Zayy, atau ZâZ
12سSînS
13شSyînSY
14صShôdSH
15ضDhôdDH
16طThôTH
17ظZhôZH
18ع`Aîn`A, `I, `U
19غGhoînGH
20فF
21قQôfQ
22كKâfK
23لLâmL
24مMîmM
25نNûnN
26هـH
27وWâwW
28يY
29ءHamzah
30*لاLâm Alif
31*ةTâ MarbûthohH atau T

Tanda Baca (Harakat)

Tanda baca yaitu atau yang disebut juga dengan baris yang dapat digunakan dalam membaca huruf hijaiyyah. Tanda baca terdapat macam-macam diantaranya adalah:

1. Tanda baca Fathah

Tanda baca ini disebut juga dengan tanda baris atas, arti letaknya di atas huruf hijaiyyah.

Contoh :
Jika tanda fathah atau baris atas di letakkan pada huruf “alif” maka dibaca dengan ”A”
dan jika tanda fathah diletakkan pada huruf “ba” maka cara baca nya ”BA”. dan begitu seterusnya untuk semua huruf.

2. Tanda baca Kasroh

Tanda baca kasroh ini disebut dengan tanda baris bawah, artinya letak barisnya terdapat di bawah huruf hijaiyyah.

Contoh :
Jika tanda baca kasroh di letakkan pada huruf “alif” maka cara bacanya ”I”
dan jika tanda baca kasrah diletakkan pada huruf “ba” maka cara bacanya menjadi ”BI”. dan begitu juga seterusnya untuk semua huruf lainya.

3. Tanda baca Dhommah

Tanda baca dhommah disebut juga tanda baris depan. Artinya letak tanda bacanya berada di depan baris huruf hijaiyyah.

Contoh:
Jika tanda baca dhommah di letakkan pada huruf “alif” maka cara bacanya menjadi ”U”
Begitu pula jika tanda baca dhommah diletakkan pada huruf “ba” maka dibaca menjadi ”BU’‘. dan begitu seterusnya untuk hurup-hurup yang lainnya juga.

4. Tanda baca Tanwin Fathah

Tanda baca Tanwin Fathah disebut juga dengan baris dua di atas, yang berarti letak barisnya terdapat dua di atas huruf hijaiyyah.

Contoh:
Jetika Tanwin Fathah di letakkan pada huruf “alif” maka cara bacanya menjadi ”AN”.
Dan jika Tanwin Fathah diletakkan pada huruf “ba” maka cara bacanya menjadi ”BAN”, dan begitu seterusnya untuk huruf-huruf yang lainnya.

5. Tanda baca Tanwin Kasroh

Tanda baca tanwin kasrah disebut juga dengan tanda baris dua di bawah. Berarti letak barisnya terdapat dua pada huruf hijaiyyah.

Contoh:
Jika Tanwin Kasroh di letakkan pada huruf “alif” maka cara bacanya menjadi ”IN”.
Dan jika Tanwin Kasroh diletakkan pada huruf “ba” maka cara bacanya menjadi ”BIN”. dan begitu seterusnya juga untuk huruf-huruf yang lainya.

6. Tanda baca Tanwin Dhommah

Tanda baca Tanwin Dhommah disebut juga dengan tanda baca baris dua di depan. Artinya letak pada barisnya terdapat dua dan berada di depan huruf hijaiyyah.

Contoh:
Jika Tanwin Dhammah di letakkan pada huruf “alif” maka cara bacanya menjadi ”UN”.
Dan jika Tanwin Dhammah diletakkan pada huruf “ba” maka cara menjadi ‘‘BUN”. dan begitu seterusnya juga dengan huruf-huruf yang lainnya.

7. Tanda baca Sukun

Tanda baca Sukun disebut juga dengan tanda baris mati. Letak tanda baca Sukun berada pada baris di atas huruf hijaiyyah. Tanda baca ini sebenarnya tidak mempunyai bunyi, namun bisa dibaca terkecuali di dahului dengan huruf yang berbaris fathah, kasroh dan dhommah.

Contoh:
Jika huruf “Mim” yang berbaris dhommah bertemu dengan huruf “Sin” yang bertanda sukun maka yaitu dibacanya menjadi ”MUS”.
Dan jika huruf “Alif” yang berbaris Fathah bertemu dengan huruf “Lam” yang berbaris sukun maka yaitu dibacanya menjad “AL”. dan begitu seterusnya jika bertemu dengan huruf yang lainnya.

8. Tanda baca Tasydid

Tanda baca Tasydid disebut juga dengan tanda baris Syaddu. Letak tanda baca Tasydid berada di atas huruf hijaiyyah. Tanda baca Tasydid berfungsi menggandakan bacaan.

Contoh Tasdid:
Jika huruf “Ta” bertanda baca Fathah dan bertemu denganhuruf “Ba” bertanda baca tasydid fathah maka cara bacanya menjadi ”TABBA”.

Cara membunyikan tasydid ini dengan sedikit menekan salah satu huruf yang memiliki tanda baca tasydid di atas hurufnya.

Nah demikianlah sedikit ulasan mengenai harokat atau tanda baca untuk belajar membaca Al-Quran, Semoga bermanfaat.

Terima kasih, Wassalam.

Baca juga Artikel lainya: