Doa Ketika Mendengar Petir

Posted on

Doa Ketika Mendengar Petir – Petir adalah gejala alam yang umumnya muncul di musim hujan yang ketika itu langit memunculkan sebuah kilatan cahaya sesaat yang menyilaukan. Beberapa saat kemudian disusul dengan suara menggelegar yang disebut dengan guruh. Perbedaan waktu ini disebabkan oleh adanya perbedaan antara kecepatan suara dan cahaya.

Namun petir juga mampu membahayakan manusia dan mahkluk lainya jika tersambarnya, jangakan manusia, pohon dan lainya pun luluh lantak jika tersambar oleh petir.

Sering kali hujan turun dengan sangat deras dan terkadang disertai suara petir. Bagi kita umat mmuslim ada doa yang kita baca ketika mendengar petir.

Doa Ketika Mendengar Petir

Apabila Abdullah bin Az-Zubair mendengar suara petir, dia menghentikan pembicaraan, lalu mengucapkan,

doa ketika mendengar petir

سُبْحَانَ الَّذِيْ يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمِدِهِ وَالْمَلاَئِكَةُ مِنْ خِيْفَتِهِ

Subhaanalladzi yusabbihur ra’du bihamdihi wal malaaikatu min khiifatihi

Artinya :
“Maha Suci Alloh yang halilintar bertasbih dengan memujiNya, begitu juga para malaikat, karena takut kepadaNya”

Doa yang lainnya yaitu, dari ‘Ikrimah mengatakan bahwa Ibnu ‘Abbas RA tatkala mendengar suara petir, beliau mengucapkan,

سُبْحَانَالَّذِي سَبَّحَتْ لَهُ

‘Subhanalladzi sabbahat lahu’

Artinya :
“ Maha suci Alloh yang petir bertasbih kepada-Nya”

Lalu beliau mengatakan,

قال إن الرعد ملك ينعق بالغيث كما ينعق الراعي بغنمه

Artinya :
”Sesungguhnya petir merupakan malaikat yang meneriaki (membentak) untuk mengatur hujan sebagaimana pengembala ternak membentak hewannya.”

Namun di balik semua itu, kita seharusnya bersyukur akan kedatangannya karena semakin meningkatkan keimanan kita sebab melihat bagian dari tanda-tanda kebesaran Alloh SWT. Sebagai umat islam ketka melihat kilat dan suara petir kita dianjurkan berdoa seperti di atas tersebut

Doa Lainya

Namun ada juga doa yang sesuai dengan kondisi ini yaitu

اَلًلهُمَ لا تقتلنا بغضبك ولا تهلكنا بعذابك وعافنا قبل ذلك

Allahumma la taqtulna bighadhabika wala tuhlikna bi’adzabika wa ‘afina qabla dzalika.

Artinya :
Ya Alloh, janganlah kau bunuh diriku dengan kemarahanMu, dan janganlah kau rusak diriku dengan siksaMu, dan maafkanlah aku sebelum semua itu.

Hal ini bukan berarti petir adalah tanda murka dari Alloh SWT. Akan tetapi selaku manusia yang dhaif ini sungguhlah tak ada apa-apanya dihadapan alam dan Alloh Yang Maha Kuasa. Jangan sampai Alloh SWT menutup usia kita lantaran dengan kecelakaan yang disebabkan oleh kekuatan alam yang berupa sambaran petir. Karena yang demikian itu sungguh sakit dan pedih.

Pengertian Petir Menurut Pandangan Islam

Kronologi terjadinya hujan dan petir sebenarnya sudah ada di dalam Al-Qur’an. Dalam surat an Nur ayat 43, Alloh berfirman

an Nur ayat 43

Artinya :
“Tidaklah kamu melihat bahwa Alloh mengarakkan awan
Lalu mengumpulkan antara bagian-bagian nya
Kemudian menjadikan bertindih tindih
Maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah celahnya
dan Alloh (juga) menurunkan butiran-butiran es dari langit
(yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung.
Maka ditimpakan-Nya butiran-butiran es itu kepada siapa yang dikehendakiNya
dan dipalingkanNya dari siapa yang dikehendakiNya.
Kilauan kilat awan itu hampir hampir menghilangkan penglihatan.”

Di dalam Bahasa Arab, ada tiga istilah yang dipakai untuk menyebut petir dan guntur, yaitu :

  • ar ra’du
  • ash shawa’iq
  • al barq

Baca juga :

Ketiga istilah ini mempunyai penggunaan yang berbeda beda. Ar ra’du dipakai untuk menyebut suara guntur, ash shawa’iq dan al barq dipakai untuk menyebut kilatan petir.

Terdapat hadis Rosulullah SAW tentang ar ra’du, yaitu dari Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah yang mengatakan, “Dalam hadits marfu’ pada riwayat At Tirmidzi dan selainnya

“Nabi SAW ditanya tentang ar ro’du, lalu beliau SAW menjawab, ‘Ar ro’du adalah malaikat yang diberi tugas mengurus awan dan bersamanya pengoyak dari api yang memindahkan awan sesuai dengan kehendak Alloh”.

Petir dalam Ilmu Pengetahuan Alam

Jika kita merujuk ilmu pengetahuan alam, petir merupakan cahaya terang yang terjadi ketika ada pelepasan listrik di atmosfer. Umumnya petir terjadi saat hujan badai. Petir terbentuk saat ada tegangan listrik pada kedua titik terpisah di atmosfer dan mencapai tingkat tegangan tinggi.

Petir bisa bermula dengan muatan listrik yang dikandung awan. Awan bisa mempunyai muatan listrik, sebab awan berjalan secara teratur dan bersinggungan dengan awan-awan lain. Hal ini membuat listrik muatan negatif berkumpul di satu sisi, sementara listrik muatan positif ada di sisi lainnya.

Semakin lama listrik di awan akan semakin membesar, hingga saat ada perbedaan potensial besar antara awan dan bumi akan terjadi pembuangan muatan negatif yang kemudian disebut elektron.

Pembuangan muatan negatif akan membutuhkan udara sebagai perantaranya. Saat muatan elektron menembus batas dari isolasi udara, Maka terjadilah suara seperti misalnya ledakan, atau yang sering kita sebut guntur.

Guntur sering terdengar ketika musim hujan, sebab saat musim hujan udara akan mengandung kadar air yang banyak yang membuatnya mempunyai daya isolasi udara lebih rendah dan arus lebih mudah melewatinya.

Petir mempunyai suhu dan tegangan yang amat tinggi. Sambaran petir mampu meningkatkan suhu udara di sepanjang jalur yang di lewatinya sampai 50.000⁰ Fahrenheit.

Suhu itu setara dengan 27.760⁰ Celcius. Oleh sebab itu, kita harus berhati-hati ketika mencari tempat berteduh saat hujan. Jangan sampai tempat yang kita jadikan tempat berteduh justru menjadi jalur yang potensial dilalui sambaran petir.

Demikianlah pembahasan mengenai Doa ketika mendengar petir da beberapa pengertian mengenai petir, Semoga bermanfaat da kita semua slalu dalam lindunganNya aamiin

Doa Ketika Mendengar Petir
5 (100%) 2 votes