Doa Mendapat Musibah

5 min read

Doa Mendapat Musibah – Halo sobat waheedbaly.com penulis akan berbagi artikel kali ini dengan membahas Doa Mendapat Musibah. Untuk pembahasan terlengkapnya dapat sobat simak berikut dibawah ini.

Doa Mendapat Musibah

Berikut dibawah ini merupakan doa ketika mendapat musibah, yaitu.

Musibah

Seperti yang telah dikutip dari kamus besar bahasa Indonesia bahwa musibah  adalah kejadian serta peristiwa yang menyedihkan serta menimpa seseorang atau dalam masyarakat.

Seluruh kehidupan yang ada di dunia ini pasti akan mati. Tak terkecuali manusia. Manusia tidak akan terlepas dari berbagai macam cobaan serta musibah selama ada di kehidupannya.

Allah berfirman dalam Al Quran surat Al-Anbiya ayat 35:

كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِ ۗ وَنَبْلُوكُم بِٱلشَّرِّ وَٱلْخَيْرِ فِتْنَةً ۖ وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

Artinya:

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.” (QS. Al-Anbiya ayat 35).

Dari ayat yang diatas, dijelaskan bahwa manusia akan mendapatkan berbagai cobaan dan ujian. Dan hanya kepada-Nya kita akan kembali.

Mendapat cobaan serta musibah tentu rasanya tidak akan mengenakkan. Musibah serta bencana akan selalu menyisakan kesedihan serta kepedihan.

Betapa tidak, sekian orang yang telah dicinta kini telah tiada. Harta benda akan musnah dan tak tersisa. Tidak sedikit di antara mereka yang akan mengalami kesedihan dengan berlarut-larut sehingga akan menyebabkan stress.

Bagaimana menghadapi musibah secara baik dan benar?

Allah telah mengajarkan kepada orang yang mendapat musibah supaya senantiasa membaca istirja’ dengan doa mendapatkan musibah dari Allah berfriman dalam Al Quran surat Al Baqarah ayat 155 – 157:

وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَىْءٍ مِّنَ ٱلْخَوْفِ وَٱلْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ ٱلْأَمْوَٰلِ وَٱلْأَنفُسِ وَٱلثَّمَرَٰتِ ۗ وَبَشِّرِ ٱلصَّٰبِرِينَ ٱلَّذِينَ إِذَآ أَصَٰبَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُوٓا۟ إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّآ إِلَيْهِ رَٰجِعُونَ أُو۟لَٰٓئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَٰتٌ مِّن رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ ۖ وَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُهْتَدُونَ

Artinya :

“Dan, berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan, ‘Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun.’ Mereka itulah yang mendapat keberkahan yang sempurna dan rahmat dari Rabb mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al-Baqarah ayat 155-157).

Doa Mendapat Musibah

Sesuai dari penjelasan dalam Al-Quran pada surat Al-Baqarah ayat 155-157 di atas, doa pada saat mendapat musibah dapat dengan cara membaca kalimat istirja’.

Bacaan Doa Mendapat Musibah

Berikut merupakan doa mendapat musibah, antara lain.

Bacaan Doa Mendapat Musibah Arab

إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

Bacaan Doa Mendapat Musibah Latin

Innaa lillaahi wa inna ilaihi raaji’uun.”

Artinya :

“Sesungguhnya, kita adalah milik Allah, dan sesungguhnya kepada-Nyalah kita akan Kembali.”

Barangkali pada kehidupan sehari-hari, kita ini telah sangat akrab dengan kalimat istirja’ ini. Dan kita pun sering kali mengucapkan kalimat ini saat mendapat dan ditimpa musibah.

Apabila kita sering membacanya, tahukah sobat apa makna yang terkandung dalam kalimat dari istirja’ tersebut?

Silahkan simak dari makna kalimat istirja’ atau dari doa saat ditimpa musibah berikut.

Makna Doa Mendapat Musibah

Secara Bahasa,  istirja’ berasal dari kata dasar  yaitu“raja’a” (kembali) yang memiliki arti “berusaha untuk kembali”.

Maksudnya, kita akan berusaha untuk Kembali kepada Allah SWT. Kita akan berserah diri serta mengembalikan segala semuaurusan kita kepada-Nya, sebab Dia-lah yang maha Pemilik dari kita.

Kita dulunya yang bukan siapa-siapa, lahir ke dunia ini juga karena tidak membawa apa-apa. Kalau pun sekarang kita memiliki segalanya yang kita punya, itu semua hanyalah titipan. Suatu saat nanti pasti akan diminta kembali oleh yang telah menitipkannya.

Ada sesuatu yang sangat menarik di dalam kalimat istirja’ ini. Yaitu, dhamir (kata ganti) yang telah dimunculkan dalam kalimat ini dengan menggunakan “na” yang berarti “kita”, bukan “ni” yang berarti “Saya”.

Dalam arti ini berarti yang dimana dituku bukan hanya “saya” namun “kita” yang ada juga keterlibatan dengan orang lain. Hal ini yang bermakna bahwa orang lain termasuk dalam apa yang ia telah kehendaki dalam ucapan mereka tersebut.

Dalam doa ketika tertimpa musibah, pernyataannya yang telah memberi makna dalam penekanan pada diri yaitu pengucapannya. Bahwa sesungguhnya saya, kamu dan kalian semua ini adalah milik Allah yang pasti akan Kembali lagi kepada-Nya.

Jangan berfikir bahwa musibah itu hanya berupa sakit serta kematian saja. Pengertian musibah ini mencakup segala hal yang tidak disukai yang telah menimpa manusia. Dari hal yang besar hingga yang paling kecil.

Rasulullah bersabda:

“Apa yang menimpa seseorang mukmin dari hal yang tidak disukainya, maka itu dinamakan musibah.”

(HR. Thabrani).

Oleh karena itu, ucapan istirja’ ini tidak hanya berlaku pada peristiwa kematian saja. Tetapi juga bersangkutan dengan peristiwa ketakutan, kelaparan, kemiskinan serta dengan berbagai cobaan lainnya.

Allah berfirman dalam surat Al Baqarah ayat 155:

وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَىْءٍ مِّنَ ٱلْخَوْفِ وَٱلْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ ٱلْأَمْوَٰلِ وَٱلْأَنفُسِ وَٱلثَّمَرَٰتِ ۗ وَبَشِّرِ ٱلصَّٰبِرِينَ

Artinya:

“Dan, sungguh akan Kami berikan cobaan kepada kalian dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan, berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah ayat 155).

Rasulullah bersabda:

“Hendaklah salah seorang dari kalian beristirja’ dalam segala sesuatu hingga tali sandalnya (yang terputus) , karena sesungguhnya ia termasuk musibah.”

(HR. Ibnu Sunni).

Berdasarkan dari dalil-dalil tersebut diatas, kita akan diperintahkan untuk beristirja’ serta membaca doa terkena musibah dalam semua musibah apa pun yang akan menimpa. Bahkan hingga hal yang terkecil juga sekalipun, seperti tali sandal yang telah terputus.

Keutamaan Membaca Doa Mendapat Musibah

Berikut merupakan keutamaan serta pahala yang akan diperoleh yang membaca kalimat Istirja’ atau doa ketika tertimpa musibah.

  • Akan Merasa Musibah yang Menimpanya akan Terasa Ringan

Hal ini yang dikarenakan, orang yang telah membaca kalimat istirja’ dapat menyadari serta mengakui dengan tulus bahwa yang ada pada kita semua milik Allah. Termasuk dirinya, keluarganya, hartanya, anaknya,  jiwanya, serta semuanya hanyalah milik Allah semata.

Allah telah menjadikan seluruh itu sebagai barang titipan pada kita. Jika Allah menghendaki serta mengambilnya, maka itu seperti seseorang yang akan mengamil barang yang telah dipinjam oleh peminjam.

Misalnya:

Pada saat naik bus, kemudian tiba-tiba setelah turun, Sobat akan mendapati uang dengan beserta dompet sobat yang telah raib dengan dicuri orang. Jika sobat mempunyai anggapan bahwa uang yang telah hilang itu adalah milik sobat, maka dapat dipastikan sobat akan sangat bersedih.

Bahkan dalam hal ini sobat akan sangat kecewa, bahkan marah-marah serta merasa tidak rela uang itu akan hilang.

Semakin diri sobat terikat oleh anggapan yang demikian, maka sobat sendiri akan semakin merasa kecewa, sedih serta merana saat apa yang ada di tangan sobat itu diambil oleh Allah SWT.

Tetapi, jika sobat berpikiran bahwa uang yang telah hilang itu adalah barang titipan dari Allah. Maka ketika uang itu telah hilang, sobat tidak akan terlalu kecewa serta bersedih dengan kejadian itu.

Sobat akan tetap tenang, bahkan mungkin ia akan tersenyum, karena memang Allah yang menghendakinya. Karena, uang yang telah dicuri itu sesungguhnya akan tetap menjadi hak milik sobat di akhirat kelak.

Atau akan menjadi nilaisedekah yang memiliki nilai pahala untuk sobat ketika sobat mengikhlaskannya.

  •  Akan Diberi Kesabaran Terhadap Musibah yang Menimpanya

Sabar merupakan poin penting ketika memperoleh musibah. Saat musibah datang, kita cenderung akan emosional, gampang marah serta tersinggung.

Jika telah demikian, kita akan selalu ingin menyalahkan orang lain dengan mengkambinghitamkan orang lain.

Dengan cara membaca doa saat ditimpa musibah, maka hati kita akan lebih terdorong untuk sabar serta ikhlas menerima apa yang telah terjadi. Hal ini merupakan yang dikarenakan istirja’ yang telah kita baca akan mengingatkan kita bahwa yang kita punya mutlak milik Allah.

Saat kita marah dan kecewa, itu pun tidak mengubah keadaan yang telah terjadi sekarang. Dan jika kita tidak rela, itu tidak akan dapat menyelesaikan masalah yang tengah di hadapi.

Bahkan, kemarahan serta ketidakrelaan justru akan mengundang sara kemurkaan Allah serta hukuman-Nya. Dengan mengingat ini, maka diri kita akan selalu termotivasi untuk bersikap sabar dan ikhlas ketika ada musibah menimpa kita.

Allah berfirman dalam surat Al Baqarah ayat 156-157:

ٱلَّذِينَ إِذَآ أَصَٰبَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُوٓا۟ إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّآ إِلَيْهِ رَٰجِعُونَ أُو۟لَٰٓئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَٰتٌ مِّن رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ ۖ وَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُهْتَدُونَ

Artinya:

“(Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, ‘Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun’. Mereka itulah yang mendapat keberkahan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al-Baqarahayat 156-157).

Dari hadist Rasulullah dijelaskan:

Apabila seorang anak hamba meninggal, maka Allah berfirman kepada malaikat, “Kalian telah mencabut nyawa hamba-Ku?”

Mereka menjawab, “Ya”

Allah berfirman, “Kalian telah mencabut nyawa buah hatinya?”

Mereka menjawab, “Ya”

Allah berfirman, “Apa yang dikatakan hamba-Ku?”

Mereka menjawab, “Ia memuji-Mu dan ber-istirja’ kepada-Mu.”

Maka, Allah berfirman, “Bangunlah untuk hamba-Ku sebuah rumah di surge, dan namailah ia Baitul Hamd (rumah pujian).”

(HR.Ahmad, Tirmidzi, dan Baihaqi).

Dari hadist yang tertera diatas, maka untuk mereka yang membaca bacaan istirja’ atau doa saat mendapat musibah ini, maka akan didapatkan pahala yang sangat besar.

Setelah mereka membaca istirja’, kita kemudian disunnnahkan untuk membaca doa yang telah diajarkan oleh Nabi besar Muhammad SAW.

“Wahai Allah, berilah aku pahala pada (musibah) yang menimpaku dan berilah ganti bagiku yang lebih baik darinya.”

(HR. Muslim).

Bacaan istirja’ ini akan mengingatkan pada hakikat yang ada pada diri kita. Maka dengan cara membaca doa ini, kita akan diajak serta dibimbing untuk mengambil hikmahdan manfaat dari musibah yang ada tersebut.

Kita harus mau berusaha untuk dapat menerima musibah itu dengan sikap sabar, lapang dada serta dengan penuh kerelaan. Karena, hanya dengan sabar serta ikhlas, maka pahala itu akan kita dapatkan.

Dan, jika dalam doa tadi kita meminta supaya diberi ganti yang jauh lebih baik oleh Allah, maka insyaallah kita pun akan segera mendapatkan ganti yang lebih baik dari-Nya yang diambilnya.

Rasulullah bersabda:

“Barangsiapa ber-istirja’ saat mendapat musibah, maka Allah akan mengganti yang hilang darinya, membaguskan akhir perkaranya, dan menjadikan baginya ganti yang baik dan ridhai-Nya.”

(HR.Abu Syekh).

Dengan membaca doa yang tertera diatas, kita akan mendapatkan berbagai keuntungan ganda, yaitu dengan keuntungan dunia serta  keuntungan akhirat.

Keuntuntungan dunia berarti dengan secara batiniah kita akan memperoleh kelapangan, kesabaran, ketenangan dan kerelaan.

Dan dengan secara nyata, kita sendiri akan memperoleh ganti lebih baik dari Allah, baik dengan ukuran dunia serta akhirat bersama pahala dengan kenikmatan yang besar sebagaimana yang telah Allah dijanjikan.

Demikian ulasan mengenai Doa Mendapat Musibah. Semoga dapat dipahami serta dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari karena kekuatan doa sangatlah dahsyat. Sekian artikel kali ini sampai jumpa dilain kesempatan.

Baca Juga :

Surat Al Kahfi

GuruCerdas Rada
24 min read

Aqidatul Awam

Arul
6 min read