Iman Kepada Nabi dan Rasul

3 min read

IMAN KEPADA NABI DAN RASUL ALLAH

Iman Kepada Nabi dan Rasul, Pengertian, dalil, Perbedaan Nabi dan Rasul, serta tugas Nabi dan Rasul, Rasul Ulul Azmi akan di bahas disini.

Assalamu’alaiakum Warohmatullohi Wabarokatuh.

Pada kesempatan kali ini kembali kita akan membahas tentang makalah Iman kepada Nabi dan Rasul, untuk lebih jelasnya mari simak pembahasan di bawah ini.

Para Nabi dan Rasul adalah seorang hamba ciptaan Tuhan, yang diberi wahyu dan diutus oleh Allah untuk mengajak umat manusia ke jalan yang benar dan kembali untuk menyembah Allah. Oleh karena Nabi dan Rasul diberikan sifat-sifat yang mulia dan dijadikan suri tauladan bagi pengikutnya, maka para Nabi dan Rasul selalu jujur dan benar dalam menyampaikan wahyu Allah.

Nabi dan Rasul merupakan mahluk ciptaan Tuhan yang paling mulia dibanding dengan makluk cipataan Allah yang lainnya, bahkan lebih mulia dari Malaikat, Jin dan mahkluk ciptaan lainya.

Allah mengutus para Nabi dan Rasul mulai dari Nabi Adam as sampai Nabi Muhammad SAW adalah untuk menyebarkan agama Allah, agar para umat manusia kembali sadar dan mengakui adanya Allah yang telah menciptkannya, karena pada zaman itu manusia banyak sekali yang tersesat banyak yang menuhankan selain Allah, seperti menyembah matahari, berhala dan lain sebagainya, oleh karena itu dengan diutus Nabi dan Rasul agar mereka kembali kejalan yang benar.

Pengertian Beriman Kepada Nabi dan Rasul

Iman kepada Nabi dan Rasul Allah merupakan bagian dari rukun iman yang keempat dalam urutan rukun iman, Rasulullah SAW telah bersabda yang berbunyi sebagai berikut :

Dari umar bin Khathab ra, Rasulullah SAW bersabda, ‘‘Iman adalah jika kamu beriman kepada Allah, para Malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, hari kiamat dan qadar yang baik dan yang buruk.”(Hadist Riwayat Muslim)

Pengertian beriman kepada Nabi dan Rasul ada dua pengertian yaitu sebagai berikut :

  • Beriman kepada Nabi dan Rasul secara keseluruhan artinya ; meyakini bahwa Allah telah mengutus para Nabi dan Rasul agar memberikan kabar gembira kepada orang-orang yang beriman kelak akan mendapat balasan surga, dan memberikan suatu peringatan terhadap orang-orang ingkar dan kafir kepada Allah kelak akan mendapatkan Azab neraka.
  • Beriman pada kerasulan (risalah) Nabi Muhammad saw yang artinya ; yakin dengan sebenar-benarnya tanpa ada keraguan sedikitpun di dalamnya bahwa Muhammad bin Abdullah bin Abdul Mutolib bin Hasyim bin Abdul Manaf adalah seorang yang berasal dari bangsa Quraisy dan benar Beliau adalah seorang hamba yang diutus Allah, dan wajib untuk menyakini semua wahyu yang telah disampaikannya, baik berupa Al-Qur’an maupun Hadist beliau.

Inilah pengertian beriman kepada Nabi dan Rasul agar kita mengetahuinya dan bisa mengimani dengan benar, berikut akan disampaikan pengertian Nabi dan Rasul.

Baca Juga : Sifat wajib Rasul

Pengertian Nabi dan Rasul

Kata Nabi berasal dari kata an-naba yang mempunyai arti al-khabar (berita), jadi secara bahasa Nabi memiliki arti pembawa berita dari Tuhan. Dan secara istilah Nabi mempunyai makna seseorang yang telah mendapatkan wahyu dari Tuhan yang berisi perintah dan larangan guna disampaikan kepada umat manusia.

Sedangkan Rasul secara bahasa memiliki arri yaitu utusan, dan secara istilah Rasul mempunyai arti yaitu seorang hamba Allah yang telah dipilih untuk menerima wahyu, dan wahyu tersebut berisi ajaran dan peraturan.

Jadi di simpulkan seorang Rasul adalah seorang Nabi, namum sebaliknya seorang Nabi belum tentu dia seorang Rasul.

Baca Juga : Doa Nabi Yunus

Perbedaan Nabi dan Rasul

Seperti yang telah dijelaskan di atas seorang Rasul dan Nabi mempunyai perbedaan, berikut penjelasannya sbegai berikut :

Rasul merupakan seorang hamba pilihan ciptaan Tuhan yang diberikan kelebihan dan diberikan wahyu oleh Allah guna dirinya dan seorang Rasul memiliki kewajiban untuk menyampaikan wahyu kepada pengikut atau umatnya. Dan

Nabi adalah seorang hamba pilihan ciptaan Tuhan yang telah diberikan wahyu namun tidak diwajibkan untuk menyampaikannya kepada umat.

Nah inilah yang menjadi perbedaan antara Rasul dan Nabi. Berikut kami juga akan jelaskan tugas Nabi dan Rasul.

Baca Juga : Doa Minum Air Zam Zam

Tugas Rasul Allah

Para Rasul setelah diberi wahyu mereka diberikan tugas oleh Allah diantaranya sebagai berikut :

  • Membawa kabar gembira kepada orang yang beriman tentang ganjarang surga, dan membawa kabar peringatan siksa neraka kepada orang-orang yang kafir.
  • Mengembalikan kepercayaan atau ketahuidan umat manusia bahwa Allah lah yang wajib untuk disembah
  • Menyampaikan ajaran Allah kepada umat agar kembali beribadah menyemabah Allah.
  • Menerangkan semua ajaran agama Allah
  • Membimbing umat agar dapat selalu menjalankan kebaikan dan menjauhi dari perbuatan jahat.
  • Memberikan contoh tauladan yang baik, baik perkataan maupun perbuatan.
  • Memberikan contoh cara menjalankan syariat Allah dan memberikan praktekannya di tengah umat manusia.

25 Nama-Nama Nabi

Berikut ini 25 nama-nama Nabi yang wajib diiamani :

25 Nama Nabi
Gambar 25 Nama Nabi

Inilah 25 nama-nama Nabi yang wajib untuk kita imani keberadaannya. berikut adalah gelar lain seorang Rasul yang diberi nama atau gelar Ulul Azmi.

Rasul Ulul Azmi

Diberi gelar Rasul ulul azmi karena Rasul tersebut mempunyai ketabahan dan kesabaran yang sangat luar biasa dalam menyampaikan dakwah dan risalah kepada umatnya. Berikut ini adalah Rasul-Rasul yang diberi gelar Ulul Azmi antara lain adalah :

1. Nabi Nuh A’laihis salam
2. Nabi Ibrahim A’laihis salam
3. Nabi Musa A’laihis salam
4. Nabi Isa A’laihis salam
5. Nabi Muhammad Shalalluhu A’laihi Wa Salam

Inilah lima Rasul Alloh yang mendapatkan gelar Ulul Azmi.

Berikut ini dalil tentang beriman kepada Rasul Allah.

Dalil Al-Qur’an Tentang Iman Kepada Rasul Allah

dalil iman kepada rasul
Gambar dalil iman kepada rasul

Berikut ini dalil dalam Al-Qur’an tentang beriman kepada Rasul Allah. Surah Al-An’am Ayat 48

Bacaan Arab

وَمَا نُرْسِلُ الْمُرْسَلِينَ إِلَّا مُبَشِّرِينَ وَمُنْذِرِينَ ۖ فَمَنْ آمَنَ وَأَصْلَحَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

Bacaan Latin

Wa mā nursilul-mursalīna illā mubasy-syirīna wa munżirīn, fa man āmana wa aṣlaḥa fa lā khaufun ‘alaihim wa lā hum yaḥzanụn

Artinya ;

Dan tidaklah Kami mengutus para Rosul itu melainkan untuk memberikan kabar gembira dan memberi peringatan. Baran gsiapa yang beriman dan mengadakan perbaikan, maka tak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati.

Maksud ayat ini adalah :

Barang siapa yang telah beriman dan menyakini serta membenarkan para Rasul itu utusan Allah serta ia beramal shalih, maka ia tidak akan mengalami rasa kekhawatiran tatkala bertemu dengan sang Maha pencipta Tuhan mereka, dan tidak menjadi bersedih hati atas kenikmatan-kenikmatan yang telah terlewatkan pada saat hidup di dunia.

Hikmah Diutus Nabi dan Rasul

Berikut ini adalah hikmak telah diutusnya Nabi dan Rasul, salah satu yang menjadi hikmahnya adalah

  • Agar tidak ada lagi hujjah kepada orang-orang kafir atas perintah dalam menyembah Allah
  • Agar menjadi contoh tauladan yang baik untuk umat manusia
  • Menuntun manusia untuk kembali menyembah Tuhannya (Allah SWT)
  • Memperbaiki ketahuidan, Ahklak, memberinkan peringatan dari segala hal yang merusak menyesatkan.

Nah inilah beberapa hikmah yang dapat diambil dengan diturunkannya seorang utusan Alloh, sebenarnya pada inti agar Manusia kembali sadar akan tugas hidup di dunia yang hakekatnya adalah untuk mengenal dan berbakti kepada Allah. Wallohu’lam

Demikianlah pemebahasan singkat mengenai iman kepada para Nabi dan Rasul Allah, semoga bisa bermanfaat. Terima kasih, wassalam.

Artikel lain untuk di baca ada di bawah ini

Arti Tafadhol

Santri Angga
1 min read

Arti Jazakallah Khairan

Santri Angga
2 min read

Arti Barakallahu Fiikum

Santri Angga
2 min read