Kerajaan Islam Tertua di Indonesia

20 min read

kerjaan islam di indonesia

Kerajaan islam tertua di indonesia, sejarah, peninggalan berikut keterangan berdirinya kerajaan di indonesia.

Masuknya islam merupakan salah satu perubahan terbesar sejarah nusantara khususnya kehadiran islam di pulau jawa dan bukti tersebut terdapat batu nisan Fatimah binti Maimun tertua yang berada di gresik,Jawa Timur.

Dalam legenda masyarakat bahwa batu nisan tersebut adalah sebuah makam putri raja yang bernama putri  Dewi Suwari yang sangat berpesan dalam menyebarkan islamisasi  di pulau jawa

Tidak heran pula di desa leran terdapat makam salah satu sunan yaitu sunan Gresik (Maulana Malik Ibrahim) sunan yang pertama kali serta guru dari para wali,yang meninggal pada tahun  822 hijriyah atau tepat nya 1419 masehi.

Dalam legenda masyarakat lokal Dewi Suwari di kaitkan sebagai murid atau istri beliau (Maulana Malik Ibrahim) sehingga Dewi Suwari seorang pribumi pertama yang memeluk agama islam.

Dalam sejarah banten yang tertulis pada tahun 1662-1663 menyebutkan masa islamisasi Tanah Jawa di mana tokoh Leran, Putri Dewi Suwari ditunangkan dengan raja terakhir Majapahit.

Beberapa arkeolog asal Prancis ludvik kalus dan claude guillot “nisan leran” (jawa) berangka Tahun 475 H/1082 M termuat dalam “inskripsi islam tertua di Indonesia”

Masyarakat setempat sudah lama mengenal nisan leran akan tetapi tidak terdapat dalam teks tertulis atau pun peninggalan purbakala yang mengaitkan konteks sejarahnya  yang  benar di abad ke-11 bahkan data cenderung menempatkannya dalam satu periode yang kira-kira sama dengan abad ke-15 yaitu awal masa islamisasi di pulau jawa.

Pada tahun 1920 nisan leran diteliti secara ilmiah oleh peniliti yang berasal dari Belanda bernama j.p moquette serta seorang peneliti yang berasal dari Perancis bernama Paul Ravaisse, dari hasil inskripsi mereka tersebut menyajikan beberapa perbaikan, yang terbaca bahwa nisan itu bukanlah nisan putri Dewi Suwari, melainkan “ini makam orang perempuan yang tidak berdosa, tidak menyimpang, Fatimah binti Maymun bin Hibat Allah, Dia meninggal hari Jumat delapan Rajab, tahun empat ratus tujuh puluh lima.”

Dalam penelitian tersebut Ravaisse membaca tahun meninggalnya 475 H (1082 M) yang lebih banyak diterima akan tetapi berbeda dengan J.P moquette membacanya tahun 495 Hijriyah (1102 M) yang inskripsi nisan terdiri dari tujuh baris berisi :

  • Atas nama tuhan yang maha penyayang dan maha pemurah
  • Tiap-tiap makhluk yang berada dibumi seberta isinya adalah bersifat fana
  • Tetapi wajah Tuhan-mu yang bersemarak dan gemilang itu akan tetap kekal adanya
  • Inilah kuburan wanita yang menjadi kurban syahid bernama Fatimah binti Maimun
  • Putera Hibatu’llah yang berpulang pada hari Jumiyad ketika tujuh
  • Meninggal dibulan Rajab dan pada tahun 495 H
  • Dengan kemurahan Tuhan Allah Yang Maha Tinggi Dan Rasulnya Yang Mulia

jadi sangat jelaslah meninggalnya Fatimah sangat jauh dengan maulana malik Ibrahim (sunan gresik)

Yang menjadi pertanyaan, lalu Siapakah Fatimah Binti Maimun tersebut ?

Seorang peneliti asal pakistan bernama N.A. Baloch beranggapan bahwasannya Fatimah binti, Maimun adalah putri dari dinasti hibatullah di leran yang dibangun pada abad ke-10, anggapannya tersebut berdasarkan melihat tulisan kaligrafi  yang terdapat pada nisannya.

Berbeda dengan arkeolog  uka tjandrasasmita dalam tulis “arkeolog islam Indonesia”  saya tidak sependapat dengan Baloch karena tidak ditemukan kata sultanat sebelum namanya, menurutnya itu hanyalah nisan makam masyarakat biasa dan dianggap sebagai salah satu data arkeologis dan  fakta komunitas muslim pertama yang ditemukan di kawasan pantai utara Jawa Timur.

Akan tetapi Uka Tjandrasasmita sependapat dengan kalus dan guillot bahwasannya Fatimah binti maimun bin hibat Allah, berasal dari golongan sederhana yang tidak memiliki gelar apa pun.

Nisan Fatimah binti Maimun tersebut tersimpan di museum Trowulan sebagai nisan utama dari empat nisan lain, karena bentuk dan jenis batunya nisan-nisan tersebut sangat erat berkaitan dengan nisan utama akan tetapi inskripsinya jauh lebih rusak dan oleh karena itu dikesampingkan selama ini terang kalus dan guillot yang meneliti nisan-nisan itu pada tahun 1999 dan 2000, kelima nisan tersebut harus dibahas satu persatu karena dalam satu kesatuan atau disebut juga “nisan leran”

Tentunya kita sebagai umat muslim haruslah berbangga dengan ditemukannya makam seorang muslimah islam tertua di Indonesia yaitu Fatimah binti Maimun bin Hibat Allah .

Kerajaan Islam Tertua di Indonesia

Sejak abad ke-13, islam sudah masuk dan begitu banyak hingga ajaran islam mulai diadaptasi sejumlah kesultanan serta akhirnya melahirkan kerajaan-kerajaan islam di nusantara kita ini, dan tentu ini salah satu faktor menjadikan agama islam mayoritas di Indonesia

Dari sekian banyak kerajaan islam di Indonesia yang pertama dan tertua adalah kerajaan perlak yang berdiri pada tahun 840-1292 masehi berlokasi di aceh bagian timur lebih dulu ada dari pada kerajaan samudera pasai yang berada sama di aceh.

Sedangkan kerajaan samudera pasai berdiri pada tahun 1262-1521, sampai akhirnya perlak bergabung dengan kerajaan samudera pasai, diperkirakan kejayaannya berlangsung antara abad ke-13 sampai dengan abad ke-16.

Kerajaan Islam Tertua di Indonesia (Kerajaaan Islam Perlak 840-1292 M)

kerajaan-perlak
gambar kerajaan perlak

Nama Perlak diambil dari nama Kayu Perlak. Kayu jenis ini merupakan kayu khas daerah Perlak, karena perlak merupakan daerah penghasil kayu,maka disebutlah Bandar perlak.

Selain itu kerajaan perlak memiliki raja-raja, dengan raja yang pertama adalah Sultan Alaidin Syed Maulana Abdul Aziz Syah.

Sebelumnya kerajaan perlak dipimpin oleh keturunan dari Meurah Perlak Syahir Nuwi atau Maharaja Pho He La, pada tahun 840 datang rombongan yang dipimpin oleh Nakhoda Khalifah, bertujuan untuk berdagang sekaligus berdakwah menyebarkan ajaran agama islam di perlak tersebut.

Salah satu anak buah kapal  Nakhoda Khalifah, bernama Ali bin Muhammad bin Ja`far Shadiq dinikahkan dengan Makhdum Tansyuri, adik dari Syahir Nuwi. Dari perkawinan mereka inilah lahirlah Alaidin Syed Maulana Abdul Aziz Syah, yang kelak menjadi sultan atau raja pertama di kerajaan perlak.

Lalu mengubah nama ibukota kerajaan perlak yang semula Bandar perlak menjadi Bandar khalifah, sebagai penghargaan atas Nakhoda Khalifah. Sultan dan istrinya, Putri Meurah Mahdum Khudawi, dimakamkan di Paya Meuligo, Perlak, Aceh Timur.

Sultan Alaidin Syed Maulana Abdul Aziz Syah seorang sultan yang beraliran paham syiah, sebab aliran syiah datang ke Indonesia melalui pedagang dari gujarat, arab serta persia dengan dukungan penuh dari dinasti fatimyah di mesir dan dinasti ini runtuh tahun 1268 sejak itu hubungan keduanya mulai terputus.

Kondisi ini di manfaatkan oleh dinasti mamaluk serta memerintahkan pasukannya  yang dipimpin oleh Syaikh Ismail untuk pergi ke pantai timur sumatra dengan tujuan untuk melenyapkan pengikut syi’ah di kesultanan perlak dan kerajaan samudera pasai.

Lalu pada masa kepemerintahan sultan ketiga, Sultan Alaiddin Syed Maulana Abbas Shah, masuklah aliran sunni ke perlak, setelah wafatnya sultan pada tahun 363 H (913 M), terjadi perang antara syiah dan sunni  selama dua tahun dikarenakan tidak ada sultan.

Kaum syiah memenangkan peperangan tersebut, dan pada tahun 302 H (915 M) sultan alaiddin syed maulana ali mughat shah dari aliran Syiah naik tahta, lalu pada akhir pemerintahan terjadi pergolakan lagi antara syiah dan sunni yang mana kali ini kaum sunni  memenangkan.

Setelah meninggalnya sultan ketujuh, tahun 362 H (956 M) Sultan Makhdum Alaiddin Abdul Malik Shah Johan Berdaulat, namun selama lebih dari empat tahun terjadi pergolakan lagi antara syiah dan sunni yang mana pada akhirnya menghasilkan sebuah perdamaian dan membagi kerajaan menjadi dua bagian, yaitu : Perlak Pesisir (Syiah), dipimpin oleh Sultan Alaiddin Syed Maulana Shah (986 – 988) dan Perlak Pedalaman (Sunni), dipimpin oleh Sultan Makhdum Alaiddin Malik Ibrahim Shah Johan Berdaulat (986 – 1023).

Saat Sultan Alaiddin Syed Maulana Shah meninggal kedua pemimpin tersebut bersatu, meninggal ketika Perlak berhasil dikalahkan oleh kerajaan sriwijaya, lalu Sultan Makhdum Alaiddin Malik Ibrahim Shah Johan Berdaulat, yang di awal hanya menguasai perlak pedalaman kemudian ditetapkan sebagai Sultan ke-8 di kesultanan perlak, Ia melanjutkan perjuangan melawan Sriwijaya hingga tahun 1006.

Sultan perlak ke 17 adalah Sultan Makhdum Alaiddin Malik Muhammad Amin Shah II Johan Berdaulat, bersahabat dengan Negara-negara tetangga dengan cara menikahkan dua orang puterinya dengan para pemimpin kerajaan tetangga.

Putri Ratna Kamala dinikahkan dengan Raja Kerajaan Malaka, Sultan Muhammad Shah (Parameswara), Putri Ganggang dinikahkan dengan Raja Kerajaan Samudera Pasai, al-Malik al-Saleh.

Kesultanan perlak berakhir setelah sultan yang ke 18 sultan Makhdum Alaiddin Malik Abdul Aziz Johan Berdaulat meninggal pada tahun 1292, kemudian kesultanan perlak menyatu dengan kerajaan samudera pasai yang mana pada saat itu dipimpin oleh Sultan Muhammad Malik Al Zahir yang juga merupakan putera dari al-Malik al-Saleh.

Begitu besarnya perkembangan Islam yang pesat  yang pada akhirnya muncul  kerajaan islam perlak sebagai kerajaan islam tertua pertama di Indonesia.

Baca Juga ; Kerajaan Sriwijaya

Kerajaan Islam Tertua di Indonesia (Kerajaan Islam Ternate 1257-1950 M)

kerajaan-ternate
gambar kerajaan ternate

Kerajaan islam ternate berdiri pada abad ke-13 terletak di sampalu (ternate) diperkirakan berdiri tahun 1257-1950 masehi selain itu juga telah berdiri kerajaan-kerajaan lain seperti kerajaan Jaelolo, Tidore, Bacan dan kerajaan Obi, karena kerajaan tidore menghasilkan rempah-rempah banyak pedagang dari Jawa, Melayu, Cina serta Arab datang berdagang.

Dari data catatan seorang bangsa portugis yang mula-mula memeluk ajaran agama islam adalah raja ternate, yaitu gapi baguna atau sultan marhum yang masuk islam melalui ajaran dari datuk maulana husin, raja Gapi Baguna atau Sultan Marhum memerintah kerajaan islam tidore pada tahun 1465-1485 masehi lalu di gantikan oleh putranya yaitu Zainal Abidin pada tahun 1495 masehi.

Pada masa pemerintahan Zainal Abidin beliau mewakilkan pemerintahannya dengan keluarganya di karenakan beliau ingin memperdalam ilmu pengetahuan tentang ajaran islam kepada Sunan Giri kemudian beliau hijrah ke Malaka, setelah kembali beliau berdakwah menyebarkan ajaran agama islam disekitarnya bahkan beliau menyebarkan sampai ke Philipina Selatan, beliau memerintah sampai tahun 1500 masehi,

Lalu kerajaan islam ternate berganti kepemimpinan dari :

  • Sultan Sirullah,
  • Sultan Khairun
  • Sultan Baabullah

Pada saat Sultan Khairun memerintah ternate, maluku banyak berdatangan bangsa portugis, spanyol serta belanda hingga sampai terjadi konflik persaingan, lalu bangsa portugis berhasil mendirikan sebuah benteng di ternate, benteng sao paolo dengan alasan berdalih untuk melindungi ternate dari serangan tidore yang bersekutu dengan spanyol, hingga lambat laun akal licik bangsa portugis mulai menimbulkan kebencian rakyat ternate, dikarena melakukan kegiatan monopoli perdagangan, angkuh, kasar serta ikut serta dalam kesultanan ternate.

Saat Sultan Khairun memerintah tahun 1550-1570  masehi, beliau menentang secara tegas menolak kehadiran bangsa portugis di ternate, karena merasa terusir dari ternate lalu bangsa portugis berdalih berusaha membuat perjanjian perdamaian yang dipimpin oleh De Masqueta, serta membunuh Sultan Khairun tahun 1570 masehi.

Setelah Sultan Khairun wafat digantikanlah oleh Sultan Baabullah yang memimpin mengangkat senjata melawan bangsa portugis sampai mengepung benteng portugis selama lima tahun dan pada tahun 1575 masehi beliau berhasil mengusir portugis dari ternate.

Pada masa Sultan Baabullah kerajaan ternate mencapai masa kejayaannya, serta beliau mendapat gelar  Yang Dipertuan, pengaruh serta wilayah kerajaan ternate meliputi mindanau, kepulauan di Maluku, papua serta timor.

Setelah sultan baabullah wafat tahun 1580 masehi kerajaan ternate mulai melemah, bangsa spanyol dan Portugal menyerang, sultan said barakati yang saat itu memimpin berhasil ditawan dan dibuang ke Filipina, karena kekalahan demi kekalahan memaksa ternate meminta bantuan kepada pihak belanda, yang bersedia membantu dengan syarat diberi hak monopoli perdagangan.

Dengan bantuan serta syarat imbalan dari pihak belanda, kerajaan ternate berhasil mengalahkan bangsa spanyol, akan tetapi bangsa belanda secara perlahan lahan menguasai kerajaan ternate.

Lalu pada tahun 1607 masehi, sultan ternate menandatanggani kontrak hak monopoli tersebut, dengan begitu belanda akhirnya dapat mendirikan sebuah benteng oranje dan benteng pertama di nusantara ini.

Baca Juga ; Kerajaan Sriwijaya

Kerajaan Islam Tertua di Indonesia (Kerajaan Islam Samudera Pasai 1267-1521 M)

samudera-pasai
gambar kerajaan samudera pasai

Kerajaan Islam samudera pasai berdiri sekitar abad ke-13 dan salah satu kerajaan islam tertua di Indonesia, didirikan oleh Nazimuddin Al Kamil seorang laksamana laut yang berasal dari mesir, pada tahun 1238 masehi beliau diperintahkan  merebut pelabuhan kambayat, Gujarat.

Untuk dijadikan tempat pemasaran barang dagang dari timur, lalu beliau mengangkat Meurah Silu setelah masuk islam beliau bergelar  Sultan Malik Al Saleh sebagai raja pasai pertama yang memerintah pada tahun 1267-1521 masehi, kerajaan samudera pasai merupakan gabungan dari kerajaan pase dan kerajaan perlak.

Bukti arkeologis keberadaan kerajaan ini adalah ditemukannya makam raja-raja Pasai di kampung Geudong, Aceh Utara.

Ibnu Bathutah seorang pengembara muslim dari maghribi 1345-1346 masehi mengunjungi pasai serta  sumatera  dengan ejaan “sumutrah” yang kemudian jadilah sumatera, bahkan beliau juga menceritakan melihat adanya kapal sultan pasai di negeri china, selain ke cina sultan pasai juga mengirimkan utusan ke Quilon, India Barat tahun 1282 masehi dengan ini maka kerajaan samudera pasai memiliki hubungan relasi yang sangat luas dengan kerajaan-kerajaan luar, bahkan sultan pasai menjalin hubungan dengan Sultan Mahmud di Delhi dan kesultanan Usmani Ottoman.

Dalam catatan Ibnu Bathutah setelah setahun beliau di pasai berkata bahwa islam berdiri sejak berabad lalu sekitar abad ke-12, mengikuti Mazhab Syafii, lalu beliau berlayar ke cina serta kembali lagi ke pasai tahun 1347 masehi.

Pada masa itu kerajaan samudera pasai merupakan pusat perniagaan terpenting yang mana banyak dikunjungi oleh pedagang dari berbagai negara, di samping sebagai pusat perdagangan, kerajaan samudera pasai  juga sebagai pusat perkembangan ajaran agama islam, Hingga pada sekitar  tahun 1360-1424 masehi, hingga akhirnya kerajaan samudera pasai ditaklukan oleh kerajaan majapahit dan kerajaan aceh.

Pada masa kerajaan yang dipimpin oleh Sultan Malik Al Saleh beliau menikahi seorang putri yang berasal dari perlak yaitu putri Ganggang Sari dari hubungan pernikahan tersebut lahirlah seorang putra yang bernama Sultan Zain Al Abidin Malik Al Zahir, yang kelak dimulailah puncak kejayaan yang dipimpin oleh beliau pada tahun 1383-1405 masehi.

Namun sangat disayangkan masa kepemimpinan beliau harus berakhir  meninggal dalam pertempuran oleh Raja Nakur, selama masa kekosongan kepemimpinan dipimpin oleh istri beliau yaitu Sultanah Nahrasyah sebagai raja perempuan di kerajaan samudera pasai.

Dibawah kepemimpinan Sultanah Nahrasyah, kerajaan samudera pasai  mengalami kejayaan dan sempat laksamana Cheng Ho berkali-kali  mengunjungi kerajaan pasai tahun 1405-1412.

Dalam catatan wilayah kerajaan pasai sangatlah luas mulai dari selatan ke utara terdapat pegunungan, timur berbatas dengan kerajaan aru, utara dengan laut, barat dengan kerajaan nakur dan lide lalu terus ke barat dengan kerajaan lamuri.

Jadi sangat luaslah kerajaan Samudera Pasai tersebut, maka tidaklah salah jika kerajaan samudera pasai menjadi pusat lalu lintas perdagangan  dikarena kan samudera pasai memiliki hubungan relasi yang baik terhadap kerajaan-kerajaan lainnya, begitu juga dalam pelayaran kerajaan pasai menjadi pusat kemaritiman yang kuat.

Runtuhnya kerajaan samudera pasai disebabkan oleh intrik internal pertikaian antar keluarga dalam memperebutkan  tahta dan jabatan, bahkan kerajaan samudera  pasai mencoba meminta bantuan ke raja malaka untuk meredam segala pemberontakan yang terjadi didalam kerajaan pasai hanya sangat disayangkan belum terjadi dikarenakan tahun 1511 kerajaan malaka dikuasai oleh Portugal.

Tepat sepuluh tahun, yaitu ditahun 1521 bangsa Portugal menyerang kerajaan samudera pasai, hingga runtuhlah kerajaan samudera pasai, namun ditahun 1524 kerajaan pasai menjadi bagian Kesultanan Aceh.

Baca Juga ; Wali Songo

Kerajaan Islam Tertua di Indonesia (Kerajaan Islam Pagaruyung 1347-1825 M)

kerajaan-pagaruyung
Gambar Kerajaan Pagaruyung

Kerajaan pagaruyung, dari namanya tentulah kita ketahui bahwasannya kerajaan pagaruyung berasal dari sumatera barat, dan didirikan oleh adityawarman  seorang pangeran majapahit, karena pada masa kepemerintahannya ke daerah pedalaman minangkabau,

Sedangkan dalam penyebaran ajaran agama islam berkembang sekitar abad ke-16 oleh para musafir dan para ahli-ahli agama yang singgah ke aceh dan malaka, dan orang yang di anggap pertama kali menyebarkan ajaran agama islam adalah Syaikh Burhanudin Ulaka murid ulama aceh Syaikh Abdurrauf Singkil (Tengku Syiah Kuala)

Sebelumnya kerajaan pagaruyung sangat kental dengan ajaran hindu nya lalu berganti menjadi kesultanan pagaruyung, dan menurut tambo adat minang yang pertama kali memeluk ajaran agama islam adalah Sultan alif , lalu apa pun segala aturan adat diganti dengan aturan agama islam, terdapat pepatah berasal  dari minangkabau  : “Adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah”, yang artinya adat Minangkabau bersendikan pada ajaran agama Islam, sedangkan agama Islam bersendikan pada ajaran al-Quran

Namun ada beberapa system adat yang masih dipertahankan, sehingga menimbulkan pertikaian dan peperangan, lalu pecahlah perang padri yang terjadi tahun 1803-1838 yang memicu penolakan sebagian masyarakat kaum adat dengan kaum ulama hingga belanda melibatkan dalam peperangan ini.

Pada saat-saat menjelang perang padri kerajaan pagaruyung sudah sangat lemah hingga jatuh ke tangan aceh dan banyak masyarakat menolak aturan yang dibuat oleh raja, hingga di tahun 1815 kerajaan pagaruyung diserang dibawah pimpinan kaum padri yaitu tuanku pasaman, hingga memaksa dan menyingkirlah Sultan Arifin Muningsah dari kerajaan menuju lubuk jambi.

Karena terdesak, keluarga kerajaan pagaruyung yaitu sultan tangkal alam bagarsyah meminta bantuan kepada pihak belanda, karena telah berdiplomasi dengan inggris sewaktu Thomas Stamford Raffles berkunjung mengunjungi kerajaan pagaruyung dan menjanjikan bantuan.

Pada tahun 1821 tepatnya tanggal 10 februari Sultan Tangkal Alam Bagarsyah beserta pemuka adat menandatangani  perjanjian bersama pihak belanda untuk bekerja sama melawan kaum padri, akibat perjanjian tersebut pihak belanda menjadikan kerajaan pagaruyung sebagai penyerahan kepada pemerintah belanda.

Namun setelah pihak belanda berhasil merebut pagaruyung dari kaum padri, atas permintaan Letnan Kolonel Raaff Yang Dipertuan Pagaruyung Raja Alam Muningsyah kembali ke Pagaruyung pada tahun 1824, hingga akhirnya tahun 1825 Sultan Arifin Muningsah wafat dan di makamkan di pagaruyung.

Begitu pun dengan Sultan Alam Bagarsyah tahun 1833 ditangkap di batu sangkar dan dibuang ke Batavia sekarang Jakarta serta di makamkan dipekuburan mangga dua.

Baca Juga ; Wali Songo

Kerajaan Islam Tertua di Indonesia (Kerajaan Islam Malaka 1405-1511 M)

kerajaan-malaka
Gambar Kerajaan Malaka

Kerajaan malaka atau kesultanan malaka yang berdiri di malaka, malaysia serta bercorak melayu, yang pada abad ke-15 mencapai puncak kejayaan, kerajaan malaka didirikan oleh Parameswara  yang berasal dari kerajaan sriwijaya antara tahun 1380-1403 masehi, seorang putra raja yang bernama Raja Sam Agi, yang saat itu menganut ajaran agama hindu saat kerajaan sriwijaya runtuh,  lalu parameswara mengasingkan diri ke malaka, karena diserang oleh siam.

Saat itu Parameswara tinggal bersama suku pribumi yakni suku laut yang berkepala keluarga sebanyak 30 keluarga yang merupakan para nelayan , karena parameswara memiliki peradaban yang tinggi hingga berhasil mempengaruhi  masyarakat asli setempat, hingga berhasil mengubah malaka menjadi kota yang sangat ramai, oleh beliau para penduduk setempat di ajarkan bercocok tanam yang mana penduduk belum mengetahui, alhasil malaka pun menjadi salah satu pusat perdagangan.

Sejarah nama malaka sendiri di ambil dalam bahasa arab yaitu Malqa berarti tempat bertemu.

Parameswara sendiri masuk islam pada tahun 1414 masehi dan berganti Iskandar Syah, dikarenakan malaka banyak dikunjungi para pedagang-pedagang islam lambat laun menyebarlah ajaran islam di malaka sehingga banyak masyarakat yang masuk ajaran agama islam mengakibatkan malaka menjadi pusat perkembangan islam di asia tenggara.

Pada tahun 1459-1477 dibawah kepemimpinan Sultan Mansyur Syah malaka mencapai puncak kejayaannya seiring dengan itu banyak negeri yang ditaklukan malaka masuk dan memeluk ajaran agama islam, dan kerajaan malaka juga banyak membantu proses penyebaran islam ditanah Jawa, Kalimantan, Brunei hingga Mindanau, Filipina.

Dari segi budaya perkembangan satra dan budaya melayu sangatlah kental di kerajaan malaka, hingga melahirkan karya sastra di antaranya adalah Hikayat Hang Tuah, Hang Lekir dan Hang Jebat.

Sebagaimana menandakan pesatnya budaya sastra di tanah malaka. Dalam segi  perekonomian malaka pun sangat baik memperoleh keuangan dengan memungut pajak penjualan yang keluar masuk pelabuhan.

Setelah wafat nya beliau atau mangkat, lalu maka digantikan oleh Mudzafat Syah bergelar Sultan Mudzafat Syah, merupakan gelar sultan pertama di kerajaan malaka, beliau memerintah tahun 1424-1458 masehi, dibawah pemerintahan beliau berhasil memperluas wilayah kerajaan dari Pahang sampai Kampar, pada saat itu atau masa nya kerajaan malaka sempat mendapatkan serangan dari kerajaan siam akan tetapi berhasil ditumpas.

Setelah sultan mudzafat syah wafat, lalu digantikan oleh putra nya yaitu sultan mansyur syah yang memerintah sejak tahun 1458-1477 masehi, dalam kepemimpinan beliaulah kerajaan malaka mengalami masa keemasan, beliau berhasil memperluas daerah kekuasaan baik di semenanjung Malaya sampai wilayah sumatera tengah, serta berhasil mengalahkan kerajaan siam dan menumpas raja kerajaan siam, sedangkan putra raja siam ditawan dan kemudian dinikahkankan dengan putri Sultan Mansyur Syah.

Keberhasilan dan kebesaran kerajaan malaka tidak lepas oleh peranan laksamana Hang Tuah dalam mencapai masa kejayaan kerajaan malaka.

Setelah, itu kerajaan malaka berpindah kepemimpinan yaitu Sultan Alaudin Syah yang merupakan putra sultan mansyur syah dan memimpin kerajaan selama 1477-1488 masehi, dibawah kepemimpinan beliau kerajaan malaka mengalami kemunduran, dengan mulai terlepasnya satu persatu daerah kekuasaan malaka, yang disebabkan tidak bagusnya dalam memimpin malaka.

Lalu kepemimpinan kerajaan malaka berganti lagi yaitu oleh Sultan Mahmud Syah yang merupakan putra dari Sultan Alaudin Syah

Sultan Mahmud Syah memimpin malaka selama 1488-1511 masehi sekaligus menjadikan sultan Mahmud syah raja terakhir malaka, di masa kepemimpinannya kerajaan malaka menjadi kerajaan yang kecil sebagian semenanjung Malaya saja, dan diperparah datangnya serangan bangsa portugis yang dipimpin Alfonso Alberquerque, pada tahun 1511 masehi ditangan beliau kerajaan malaka akhirnya runtuh.

Kerajaan Islam Tertua di Indonesia (Kerajaan Islam Cirebon 1430-1677 M)

kerajaan-cirebon
Gambar Kerajaan Cirebon

Kerajaan islam Cirebon atau kesultanan Cirebon merupakan sebuah kerajaan yang bercorak islam yang berada di jawa barat, berdiri sekitar abad 15-16 masehi, dikenal sebagai kota wali atau kota udang, dan merupakan jalur pangkalan penting perdagangan serta  pelayaran antar pulau, sejarah kerajaan islam Cirebon ini sangatlah panjang dan menarik untuk diketahui.

Berdasarkan naskah Babad Tanah Sunda dan Atja, naskah Carita Purwaka Cariban Nagari, menurut Sulendraningrat Cirebon adalah sebuah dukuh kecil yang awal-awal didirikan oleh Ki Gedeng Tapa, lalu lama kelamaan berkembang menjadi sebuah perkampungan yang ramai, di beri nama caruban atau campuran, karena disna bercampur para pendatang dari berbagai macam suku, dan mereka datang tujuannya untuk menetap dan berdagang .  

Yang awalnya bermata pencaharian sebagai nelayan, lama kelamaan berkembanglah pekerjaan yang lain, masyarakat menangkap ikan dan rebon, sepanjang pesisir pantai dibuat digunakan sebagai pembuatan terasi dan garam.

Dari air bekas pembuatan terasi inilah akhirnya tercipta nama “cirebon” yang berasal dari kata cai (air) dan rebon (udang rebon) yang berkembang menjadi cirebon yang kita kenal sekarang ini, pada akhirnya cirebon menjadi sebuah kota besar memiliki pelabuhan yang besar, penting  dan ramai di pesisir utara Jawa, selain itu, cirebon juga tumbuh menjadi salah satu pusat penyebaran agama Islam di jawa barat .

Pada awal perkebangannya, seperti yang tertera sebelumnya, Cirebon berawal dari datangnya seorang saudagar kaya di pelabuhan muarajati, cirebon, yaitu Ki Gedeng Tapa  (ki gedeng jumajan jati), lalu beliau membuka hutan dan membangun sebuah gubug, diperkirakan sekitar  1445 masehi, tepatnya 1 syura 1358, lau beliau akhirnya menetap, baik itu para pendatang .

Selama berkembangnya cirebon, masyarakat mengangkat seorang kuwu atau kepala desa caruban, yang pertama diangkat oleh masyarakat adalah Ki Gedeng Alang-Alang, sebagai pangraksabumi atau wakilnya, diangkatlah Raden Walangsungsang, yaitu putra Prabu Siliwangi dan Nyi Mas Subanglarang atau Subangkranjang, yang tak lain adalah puteri dari ki gedeng tapa, sesuda ki Gedeng alang-alang meninggal, Walang Sungsang yang bergelar ki Cakra Bumi dinobatkan sebagai penggantinya menjadi kuwu yang kedua, dan diberi gelar Pangeran Cakra buana .

Awal mula berdirinya kesultanan atau kerajaan Cirebon ini pada tahun 1479 oleh pangeran cakrabuana, beserta Raden Syarif Hidayattullah (sunan gunung jati), disebabkan terjadi karena pemerintahan Cirebon sudah dalam sistem  kedudukan Ke adipatian di bawah kekuasan kerajaan Sunda Galuh yang di pimpin oleh Cakrabuana .

Silsilah berdirinya kerajaan banten yang pertama adalah pangeran cakrabuana, yang lebih dikenal raden walangsungsang, keturunan dari kerajaan pajajaran, merupakan putra pertama subanglarang istri pertama prabu siliwangi, pangeran cakrabuana (raden walangsungsang) memiliki dua saudara yaitu raden kian santang dan nyi rara santang .

Meskipun sebagai anak laki pertama pangeran Cakra Buana tidak dapatkan haknya menjadi putra mahkota Pakuan Pajajaran disebabkan Ia masuk agama islam yang diturunkan oleh ibunya, sedangkan pada abad 15, mayoritas masyarakat memeluk agama leluhur, disebut sunda wiwitan, maka selanjutnya posisi putera mahkota digantikan oleh prabu surawisesa, anak laki-laki dari nyai cantring manikmayan yang merupakan istri kedua prabu siliwangi, pada tahun 1430 masehi.

Kemudian pangeran cakrabuana membuat pedukuhan di kawasan kebon pesisir kemudian membantu pemerintahan kerjaan cirebon, dan sehingga pangeran Cakra Buana pun dianggap sebagai pelopor kesultanan kerajaan cirebon.

Lalu sampailah pangeran cakrabuana menunaikan haji, seusai menunaikan haji, pangeran cakrabuana berganti, disebut haji abdullah iman, dan tampil sebagai raja Cirebon pertama yang memerintah dari keraton pakungwati dan aktif menyebarkan ajaran agama islam kepada penduduk Cirebon.

Pada tahun 1479 M, kedudukannya diganti oleh putra adikny, Nyai Rarasantang, hasil dari perkawinan dengan Syarif Abdullah yang berasal dari mesir, yakni Syarif Hidayatullah (sunan gunung jati) dengan gelar Tumenggung Syarif Hidayatullah bin maulana sultan muhammad syarif abdullah dan bergelar pula sebagai ingkang sinuhun kanjeng susuhunan jati purba panetep panatagama awlya allah kutubid jaman khalifatur rasulullah .    

Pada masa kepemimpinannya, kerajaan pajajaran ditaklukkan dan wilayahnya dibagi 4 yaitu pajajaran timur, barat, tengah serta jayakarta. sehingga menjadikan cirebon sebagai kerajaan islam yang bebas.

Selain menjadi pemimpin di kerajaan Cirebon, Syarif hidayatullah (sunan gunung jati) juga menyebar ajaran agama islam ke beberapa wilayah di jawa barat seperti majalengka, kuningan, sunda Kelapa, kawali (Galuh), serta banten,  kemajuan yang diperoleh kerajaan cirebon pada masa kepemimpinan syarif Hidayatullah yaitu dengan semakin majunya daerah pelabuhan yang pada waktu itu merupakan pengembangan suatu sistem pemerintahan yang telah bersifat desentralisasi jalur sutra perdagangan, pengembangan sistem pemerintahan yang bersifat desentralisasi .

Selama syarif hidayatullah (sunan gunung jati), selama pergi berdakwah terjadi kekosongan jabatan mengukuhkan pejabat keraton, pemerintahan dijabat atau di isi oleh Fatahillah atau Fadillah Khan, yang memimpin kerajaan tahun 1568, serta meninggal tahun 1570, dua tahun setelah sunan gunung jati wafat dan beliau dimakamkan berdampingan dengan makam sunan gunung jati di gedung jinem astana gunung sembung .

Kerajaan Islam Tertua di Indonesia (Kerajaan Islam Demak 1475-1548 M)

kerajaan-cirebon
Gambar Kerajaan Demak

Kerajaan demak, salah satu kerajaan besar yang berdiri di pulau jawa, kerajaan tersebut memegang peranan penting dalam penyebaran ajaran agama Islam di kawasan nusantara .

Kerajaan ini memiliki riwayat yang singkat namun menghasilkan sejarah yang dapat kita lihat dengan berdirinya, masjid agung demak, yang menurut tradisi di dirikan oleh para wali songo

Walau pun tidak berumur panjang  dan mengalami kemunduran dikarenakan terjadi pertempuran  perebutan kekuasaan, pada tahun 1560 kekuasaan demak beralih ke kerajaan pajang  yang didirikan oleh joko tingkir .

Lokasi kerajaan demak diperkirakan bertepat berada di pesisir pantai utara jawa, yang pada saat itu berbentuk kadipaten dibawah kekuasaan kerajaan majapahit .

Periode masa kerajaan demak terbagi menjadi dua periode , masa pusat keraton berada di bintara, sekarang kota demak, masa kedua tepatnya pada masa kepemerintahan raja demak ke-4, ibukota berpindah ke daerah prawata, disebut masa demak prawata .

Berdirinya kerajaan demak, bermula ketika runtuhnya kerajaan majapahit abad ke-15, sehingga membuat beberapa daerah kekuasaan majapahit saling melepaskan diri, salah satu nya kerajaan demak.

Pendiri pertama kerajaan demak adalah raden patah, yang bergelar senapati jumbung ngadurahman panembahan Palembang sayidin panatagama, atas dasar dukungan para walisongo, khususnya sunan ampel, serta ditunjuk sebagai penyiar ajaran agama islam .

Raden patah diyakini sebagai putra terakhir dari kerajaan majapahit, anak dari prabu brawijaya, pada awal berdiri kerajaan majapahit, raden patah berhasil membawa kerajaan demak dalam berbagai bidang pertahanan dan perluasan kepemerintahan.

Dan salah satu keberhasilan beliau adalah sering bermusyawarah dengan para tokoh ulama, selain keberhasilan itu, raden patah memperluas wilayah kekuasaannya ketika mengalahkan girindra wardana, tahun 1478, serta mengambil alih wilayah kerajaan majapahit dan berhasil menumpas bangsa portugis yang hendak mengambil alih kerajaan demak .

Namun pada tahun 1518, beliau wafat, di ambil alih tampuk kepemerintahan demak oleh anaknya bernama pati unus bergelar pangeran sebrang lor, pati unus sendiri terkenal sebagai panglima perang , ahli strategi bahkan ditakuti oleh bangsa portugis.

Dibawah kekuasaan pati unus, demak berwawasan nusantara, bervisi menjadikan demak sebagai kerajan maritime yang besar, ditandai dengan besarnya armada laut kerajaan demak .

Akan tetapi kerajaan demak terusik oleh bangsa portugis yang ingin memonopoli perdagangan rempah dan bertempur dengan kerajaan demak kemudian beberapa kali kerajaan demak mengirimkan armada laut untuk menyerang portugis di malaka yang telah disiapkan oleh pati unus yang saat itu telah menjadi raja di kerajaan demak .

Pada tahun 1521 kerajaan demak dan Cirebon kehilangan pemimpin dengan wafatnya pati unus, lalu pusat komando di ambil alih fadillah khan atau fatahillah, di tahun 1527 fatahillah berhasil merebut sunda kelapa, tak lama berselang kemudian sunan gunung jati menikahkan anaknya kepada fatahillah yang merupakan janda dari pati unus .

Masa keemasan kerajaan demak, setelah meninggalnya pati unus, dikarenakan beliau pati unus tidak memiliki putra, diganti kepemimpinan oleh adiknya bernama raden trenggono (1521-1546)

Dibawah kepemimpinan beliaulah kerajaan demak mengalami masa kejayaan, beliau berhasil menguasai merebut sunda kelapa dari kerajaan padjajaran bersama fatahillah, karena jasanya untuk mengenang kemenangan tersebut sunda kelapa berubah menjadi  jayakarta (jakarta) ,

 Serta berhasil menghalau pasukan portugis ditahun 1527, ditahun yang sama berhasil menguasai tuban, Surabaya dan pasuruan . tahun 1529 menaklukan madiun meluaskan wilayah kekuasaan, serta tahun 1545 menguasai malang dan blambangan .   

Di tahun 1545, beliau sultan trenggono wafat ketika melancarkan serangan di panarukan, sepeninggal sultan trenggono wafat sejak saat itu kerajaan demak mengalami dilanda persengketaan serta perebutan kekuasaan .

Pengganti sultan trenggono selanjutnya adalah raden mukmin , atau pangeran prawoto, pengangkatan beliau sebagai sunan sebenarnya ditentang oleh pangeran sekar, hingga terjadilah pertempuran dan pemberontakan yang tidak dapat dihindari antara raden mukmin dan pangeran sekar hingga mengakibatkan wafatnya pangeran sekar.

ditahun 1549 raden mukmin beserta istri dibunuh oleh anak dari pangeran sekar, yaitu arya penangsang, hingga beliau pun naik tahta menjadi raja kerajaan demak, bahkan pengikut-pengikut arya penangsang pun membunuh seorang adipati jepara bernama pangeran hadiri.

Hingga mengakibatkan Arya Penangsang beserta pengikutnya tidak disukai oleh para adipati . ditahun 1554 terjadi pemberontakan yang dilakukan oleh adipati pajang yang bernama Joko Tingkir, untuk merebut kekuasaan dari arya penangsang  hingga menewaskan arya penangsang  oleh sutawijaya, anak angkat joko tingkir .

era  akhir kerajaan demak dengan terbunuhnya arya penangsang, lalu Joko Tingkir memindahkan pusat pemerintahan kerajaan demak ke pajang, mendirikan kerajaan pajang.

Peninggalan Sejarah Kerajaan Islam Tertua di Indonesia

Peninggalan-peninggalan sejarah islam di Indonesia ini begitu banyak yang kita ketahui dan ditemukan diberbagai tempat, memiliki ciri khas masing-masing, serta menandakan bahwasan nya islam sangatlah berjaya , sehingga banyak peninggalan tersebut menjadi warisan kita .

Dalam perkembangannya islam mengalami kemajuan yang sangat pesat, yang dibuktikan oleh banyak berdirinya kerajaan-kerajaan islam dibumi nusantara ini, serta meninggalkan beragam-ragam corak tradisi keislaman, baik berupa masjid, karya seni kaligrafi dan lain-lain .

Hingga berandil besar dalam penyebaran syiar ajaran agama islam, yang seharusnya kita rawat dan jaga sebaik mungkin .

Dari sekian banyak peninggalan sejarah islam di Indonesia salah satu yang kenal dan kita ketahui adalah :

Masjid Demak

Masjid Demak
Gambar Masjid Demak

Masjid demak tersebut salah satu peninggalan masjid tertua kerajaan islam, yang berada di kampung kauman, kota demak jawa tengah yang didirikan oleh raden patah beserta para sunan atau wali songo dalam menyebarkan syiar ajaran agama islam,  sekitar tahun ke-15 masehi  .  

Masjid Agung Banten

Masjid Agung Banten
Gambar Masjid Agung Banten

Masjid Agung Banten dibangun pada masa kepemimpinan sultan maulana hasanudin, tahun 1560, yang di arsiteki oleh orang belanda dan cina bernama Lucasz Cardel dan Tjek Ban Tjut, yang berarsitek menyerupai sebuah pagoda  .

Masjid Kudus

Masjid Kudus
Gambar Masjid Kudus

Masjid Kudus atau menara kudus, yang didirikan oleh Sunan Kudus, yang lebih menarik pembangunan masjid ini adalah batu pertama nya yang dibawa dari baitul maqdis, palestina, dibangun tanpa menggunakan semen sekali pun.

Masjid Gede Kauman

Masjid Gede Kauman
Gambar Masjid Gede Kauman

Yang bertempat disebelah barat komplek alun-alun utara keraton jogja  , didirikan oleh sultan hamengku buwono pertama bersama kyai faqih ibrahim diponingrat dan kyai wiryokusumo sebagai arsiteknya ,

Masjid Ampel

MASJID AMPEL
GAMBAR MASJID AMPEL

Masjid Ampel yang berada di ampel, kota Surabaya jawa timur , memiliki luas 120×180 meter, dibangun oleh Sunan Ampel tahun 1421, yang bercorak arsitektur tiongkok dan arab .

Masjid Raya Baiturrahman

Masjid Raya Baiturrahman
Gambar Masjid Raya Baiturrahman

Masjid Raya Baiturrahman adalah sebuah bangunan masjid kesultanan aceh, yang mana didirikan oleh Sultan Iskandar Muda Mahkota Alam, abad 1022 hijriyah/1612 masehi, yang bangunananya menyerupai bentuk taj mahal, pada tahun yang diperkirakan 1290 Hijriah/10 April 1873 masehi, sempat dibakar dikarenakan terjadi agresi militer oleh belanda, namun ditahun 1877 pihak belanda mendirikan kembali  hingga berdiri sampai sekarang.

Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat

Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat
Gambar Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat

Berikut ini adalah Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat yang terletak di Jogjakarta propinsi daerah istimewa Yogyakarta, pada tahun 1950 resmi menjadi bagian dari republik Indonesia, dan masih difungsikan hingga sekarang, keraton Yogyakarta ini dibangun oleh sultan hamengku buwono pertama, setelah beberapa bulan pasca perjanjian giyanti tahun 1755.

Keraton Surosowan

Keraton Surosowan
Gambar Keraton Surosowan

Bangunan ini terdapat di banten berdiri sekitar tahun 1522-1526 masa sultan hasanudin , yang kemudian dikenal sebagai sebagai pendiri dari kesultanan banten yang pada masa kejayaan nya keraton ini disebut juga sebagai kota intan.

Istana Maimun

Istana Maimun
Gambar Istana Maimun

Yang berada di sumatera utara, serta salah satu ikon kota medan, istana ini termasuk dalam kesultanan deli, didirikan oleh sultan deli yang bernama sultan Mahmud al rasyid, tahun 1888 dan selesai tahun 1891. istana ini memiliki bangunan yang cukup luas, terbukti  luasnya mencapai  2.772 m2 dan memiliki 30 ruangan, yang tepat berdepanan dengan masjid raya medan.

Pemakaman Imogiri

Pemakaman Imogiri
Gambar Pemakaman Imogiri

Pemakaman imogiri atau disebut juga pasarean imogiri adalah sebuah komplek pemakaman yang berada di imogiri, bantul, yang disana terdapat makam para raja dan keluarga raja kesultanan mataram, berdiri tahun 1632 oleh sultan mataram III prabu hanyokrokusumo, keturunan raja pertama mataram yaitu sultan panembahan senopati, letaknya diatas perbukitan pegunungan seribu.

Peninggalan islam terdapat pula berupa tulisan atau syair-syair karya sastra serta kaligrafi, yang diketahui beragam macam :

Hikayat Amir Hamzah

Hikayat Amir Hamzah
Gambar Hikayat Amir Hamzah

Hikayat ini adalah sebuah sajak melayu asal mulanya islam-parsi, menceritakan kegagahan perjuangan dari amir hamzah melakukan dakwah menyebar luaskan ajaran agama islam, sajak ini banyak diterjemahkan dalam banyak bahasa, diantaranya bahasa jawa, bali, sasak , palembang serta bahasa aceh, bahkan dari luar pun diterjemakan dalam bahasa arab, hindi dan turki, hikayat ini pernah dibukukan oleh abdul samad ahmad yang berjudul “hikayat amir hamzah (siri warisan sastra klasik) “ 

Hikayat Hang Tuah

Hikayat Hang Tuah
Gambar Hikayat Hang Tuah

Peninggalan sejarah islam selanjutnya adalah hikayat Hang tuah, hikayat ini sebuah karya sastra melayu yang mengkisahkan tentang hang tuah  yang sangat setia pada sultan nya, pada jaman kesultanan malaka. Hang tuah sendiri merupakan seorang laksamana yang terkenal berasal dari kelas rendah namun beliau memiliki keberanian dan cakap mengurus segala urusan kenegaraan.

Gurindam Dua Belas

Gurindam Dua Belas
Gambar Gurindam Dua Belas

Syair abdul muluk atau yang lebih kita kenal adalah gurindam dua belas, yang mana merupakan salah satu puisi melayu lama, karya raja ali haji yang seorang sastrawan asal propinsi riau, pada tahun 1264 H atau 1847, karya ini berisikan tentang nasehat dan petunjuk hidup yang diridhoi oleh allah, serta terdapat pula pelajaran dasar ilmu tasawuf .

Si Burung Pingai

Si Burung Pingai
Gambar Si Burung Pingai

Syair si burung pingai merupakan sebuah syair karya tasawuf hamzah fansuri, berisi tentang dirinya dalam pencapaian akan hakikat dirinya, melambangkan jiwa seorang musafir dengan tampilan burung unggas sebagai wujud kebebasan seseorang dan perjalanan rohani seorang dalam mencari jati diri yang sebenarnya.

Babab Tanah Jawi

Babab Tanah Jawi
Gambar Babab Tanah Jawi

Babad tanah jawi terbanyak versi, adalah sebuah kumpulan naskah berbahasa jawa berisi tentang raja-raja yang memimpin ditanah jawa, yang merupakan salah satu karya sastra yang berbentuk tembang dan tulisan jawa, terdapat dua versi menurut ahli sejarah, yang pertama versi yang ditulis oleh carik braja atas perintah sunan pakubuwono III, diedar umumkan tahun 1788, kemudian versi kedua diterbitkan oleh p.adilangu II tahun 1722 dengan bernaskah tertua, perbedaannya tertelak pada cerita sebelum munculnya cikal bakal mataram secara ringkas berupa silsilahnya tapi sedikit keterangan, sedangkan kelompok kedua dilengkapi kisah panjang lebar.

Begitu banyak peninggalan peninggalan syair-syair lainnya yang popular pada saat itu terdapat pula syair siak indrapuri, syair ikan terubuk yang memuat adab tuntunan islam.

Serta terdapat pula peninggalan islam berupa kitab yang berisi ajaran moral tuntunan hidup sesuai dengan syariat dan adat, diantaranya adalah kitab tajus salatin (mahkota segala raja) karya bukhari al jauhari, bustanus salatin dan siratul mustaqim karya nurudin ar nariri.

Demikianlah sedikit ulasan tentang peninggalan islam di Indonesia  yang berkembang dari masa ke masa, semoga kita dapat menjaga dan melestarikan nya.

wassalammuallaikum warahmatullahiwabaraktuh

Baca juga Artikel lainnya