Kerajaan Majapahit

6 min read

Kerajaan Majapahit

Sejarah Kerajaan Majapahit, awal berdiri kerjaan, nama-nama raja, masa kejayaan dan keruntuhan serta peninggalan bukti sejarah.

Assalammuallaikum warahmatullahi wabarakatuh. Ulasan Makalah tentang kerajaan Majapahit akan di bawah pada artikel ini secara lengkap, mulai awal berdirinya kerjaan sampai masa kehancuranya, dan disertai peninggalan bukti sejarah, untuk lebih lengkap mari simak penjelasan di bawah ini.

Dari sekian banyak kerajaan–kerajaan yang tumbuh di nusantara ini, tentulah kita pasti mengenal dengan Kerajaan Majapahit, Sebuah kerajaan besar pada masanya saat itu serta memiliki patih yang sangat terkenal dengan sumpahnya Sumpah Palapa, untuk menyatukan nusantara ini yaitu Patih Gajah Mada.

Untuk lebih mengetahui tentang sejarah Kerajaan Majapahit, mari kita simak sedikit ulasan tentang kerajaan ini berdasarkan beberapa catatan sumber sejarah yang kita ketahui :

  • Prasasti Butok (1244 tahun) : prasasti ini dibuat oleh Raden Wijaya setelah naik tahta kerajaan. Prasasti ini menceritakan peristiwa keruntuhan kerajaan Singasari dan perjuangan Raden Wijaya untuk mendirikan Kerajaan Majapahit.
  • Kidung Harsawijaya dan Kidung Panji Wijayakrama : menceritakan Raden Wijaya ketika menghadapi musuh dari Kediri dan tahun awal perkembangan Majapahit.
  • Kitab Pararaton : menceritakan tentang kepemerintahan raja-raja Singasari dan Majapahit
  • Kitab Negarakertagama : menceritakan tentang perjalanan Raja Hayam Wuruk ke Jawa Timur.

Kerajaan Majapahit

Kerajaan Majapahit salah satu kerajaan terbesar yang pernah ada di Indonesia, berdirinya kerajaan ini diperkirakan sekitar tahun 1293 sampai 1500 Masehi, merupakan sebuah kerajaan Hindu, terletak di Jawa Timur.

Bahkan sempat mengalami masa kejayaan pada masa kepemimpinan Hayam Wuruk, dimana saat itu kekuasaannya yang meliputi sebagian besar nusantara ditahun 1350 hingga 1389.

Dalam catatan sejarah Negarakertagama, kekuasaannya meliputi  Jawa, Sumatera, Semenanjung Malaya, Kalimantan hingga Indonesia Timur, akan tetapi hal itu masih diperdebatkan.

Awal Sejarah Berdirinya Kerajaan Majapahit

Sebelum Majapahit berdiri, ditahun 1293 kubilai khan yang berasal dari mongol dengan pasukannya datang untuk menghancurkan Singosari, akan tetapi singosari telah hancur akibat penyerangan Jayakatwang , saat itu Singosari dipimpin oleh Kertanegara karena menolak  pembayaran upeti.

Saat penyerangan yang dilakukan Jayakatwang, Raden Wijaya yang saat itu menghadang bagian utara, ternyata serangan yang dilancarkan dari selatan lebih besar, Raden Wijaya mencoba kembali ke istana akan tetapi terkejutlah ia melihat bahwasannya Singosari telah hancur, akhirnya ia melarikan diri meminta pertolongan Ariawiraraja, saat melarikan diri tersebutlah Ariwirajaraja memberikan sebagian wilayah kekuasaan yang berupa hutan lalu Raden Wijaya membangun sebuah desa diberi nama Majapahit.

Setelah terjadinya penyerangan itu, Raden Wijaya (menantu Kertanegara)  membalas memanfaatkan dan bergabung dengan pasukan mongol untuk menyerang Jayakatwang.

Namun setelah menewaskan Jayakatwang, Raden Wijaya berbalik menyerang pasukan Mongol dan mengusirnya, ditahun yang sama 1293 akhirnya Raden Wijaya mendirikan Kerajaan Majapahit yang kita kenal dan menjadi raja pertama yang memimpin  Kerajaan Majapahit  bergelar Kertarajasa Jayawardhana, sedangkan asal Majapahit itu sendiri berasal dari buah Maja yang berasa pahit.

Baca Juga Sejarah Kerajaan Kutai

Raja-raja Kerajaan Majapahit

 Patih Gajah Mada
Gambar Patih Gajah Mada

Berikut ini beberapa raja-raja yang memimpin Kerajaan Majapahit berdasarkan silsilah Wangsa Rajasa Bahkan sempat terjadi kekosongan kepemimpinan pada masa Rajasawardhana dan Girishawardhana sehingga memecahkan kerajaan Majapahit menjadi dua kelompok :

  •  Raden Wijaya bergelar Kertarajasa Jayawardhana  ( memimpin tahun 1293-1309 M)

Pendiri Kerajaan Majapahit dan raja pertama dan sekaligus pendiri Majapahit adalah Raden Wjiaya, dengan gelar Kertarajasa Jayawardhana, masa kepemimpinan Raden Wijaya adalah masa awal Kerajaan Majapahit.

Raden Wijaya melakukan kerjasama memperkuat pemerintahan karena pada waktu awal tersebut merupakan masa perpindahan dari Kerajaan Singasari ke Kerajaan Majapahit.

Strategi yang dilakukannya untuk memperkuat pemerintahan, menjadikan Majapahit  sebagai pusat pemerintahan dan memberikan posisi penting terhadap para pengikut, Raden Wijaya meninggal tahun 1309 dimakamkan di Candi Sumberjati atau Candi Simping.

  •  Kalagamet (Jayanegara) bergelar Sri Jayanagara ( memimpin tahun  1309-1328 M)

Jayanegara adalah Raja Majapahit berikutnya, beliau bukan putra dari Raden Wijaya akan tetapi seorang selir, dikarena Raden Wijaya tidak mempunyai putra dari permaisuri,maka beliaulah yang kemudian menjadi raja Majapahit

Saat memerintah kerajaan Majapahit, usia Jayanegara tergolong masih muda, dimasa kepemerintahannya muncul banyak pemberontakan akibat kepemerintahannya yang lemah , pemberontakan internal didalam Kerajaan Majapahit, di antaranya pemberontakan Ronggolawe, pemberontakan Lembu Sura, Nambi,  dan pemberontakan lainnya.

  •  Sri Gitarja bergelar Tribuana Tunggadewi  ( memimpin tahun  1328-1350 M)

Karena Jayanegara tidak memiliki anak maka kepemimpinan digantikan oleh adik perempuannya yaitu Sri Gitarji atau Tribuana Tungga Dewi , Tahta Jaya negara sesungguhnya sudah diberikan oleh Rajapatni  permaisuri dari Raden Wijaya atau Gayatri, akan tetapi Gayatri telah menjadi seorang pemuka agama sehingga diwariskankan oleh beliau, disini awal Kejayaan Kerajaan Majapahit yang dipimpin oleh beliau.

Walaupun masih terdapat pemberontakan akan tetapi berhasil ditumpas, Tribuana Tungga dewi sendiri adalah seorang istri dari Cakradhara Bhre Tumapel dengan gelar Kertawardana, karena dukungan dari Patih Gajah Mada sehingga Kerajaan Majapahit yang dipimpinnya semakin kuat dan memperluas wilayah kekuasaan di berbagai nusantara.

  • Hayam Wuruk bergelar Sri Rajasanagara (memimpin tahun 1350-1389 M)

Kepemimpian Majapahit selanjutnya berpindah kepada Hayam Wuruk, Hayam Wuruk merupakan raja yang membawa masa kejayaan Kerajaan Majapahit.

Hayam Wuruk bergelar yaitu Rajasanegara, karena kesuksesan Hayam Wuruk di dalam memerintah  sehingga mencapai masa kejayaan, Majapahit sendiri didukung oleh para pemimpin yang hebat, sebut saja Mahapatih Gajah Mada, Adityawarman serta Mpu Nala, Sedang Mpu Nala sendiri adalah seorang pemimpin armada laut juga sangat mahir akan strategi.

Baca Juga Sejarah Kerajaan Demak

Sehingga tidak sulit bagi Kerajaan Majapahit untuk membangun dan menjalin kerjasama antar kerajaan lainnya, Kerajaan Mitrekasatat.

  • Kusumawardani Wikramawardhana  (memimpin tahun 1389-1399 M)

Kusumawardhani Wikramawardhana adalah seorang Ratu Majapahit, Kusumawardani sendiri di pusatkan sebagai Ratu di Majapahit , putra dari Prabu Hayam Wuruk yaitu Bhre Wirabumi (Minak Jingga) menjadi Raja di Blambangan, Blambangan merupakan wilyah kekuasaan Kerajaan Majapahit.

  • Suhita bergelar Dyah Ayu Kencana Wungu  (memimpin tahun 1399-1429 M)

Setelah masa pemerintahan Kusumawardani berakhir, kepemimipinan digantikan oleh Suhita yaitu putra dari Wikramawardhana, dimasa kepemimipinan beliau ini terjadi konflik sehingga membawa keruntuhan Majapahit.

Karena  Bhre Wirabumi atau Minak Jinggo merasa dirinya berhak atas Kerajaan Majapahit daripada Suhita, sehingga terjadilah perang antar kedua yaitu Perang Paregreg (1401-1406), yang dimana menewaskan Bhre Wirabumi  oleh Damar Wulan, Akibat peperang  tersebut sehingga banyak wilayah kekuasaan Majapahit memisahkan diri akhirnya Majapahit semakin runtuh.

  • Bhre Tumapel atau Kertawijaya  bergelar Brawijaya 1 ( memimpin tahun 1447-1451 M)
  • Rajasawardhana  bergelar Brawijaya 2 (memimpin tahun 1451-1453 M)
  • Purwawisesa  bergelar Brawijaya 3 ( memimpin tahun 1456-1466 M)
  • Bhre Pandasalas  atau Suraprabawa bergelar Brawijaya 4 ( memimpin tahun 1466-1468 M)
  • Kertabumi bergelar Brawijaya 5 ( memimpin tahun 1466-1478 M)
  • Girindrawardhana bergelar Brawijaya 6 ( memimpin tahun 1478-1498 M)
  • Patih Udara ( memimpin tahun 1498-1518 M)

Sistem Kepemerintahan Kerajaan Majapahit

Sistem kepemerintahan kerajaan Majapahit meliputi beberapa aspek kehidupan dalam segala bidang serta birokrasi yang teratur yang telah diaturkan oleh kepemerintahannya :

  • Karena Raja pada saat itu memiliki status lebih tinggi jadi seorang raja dianggap sebagai penjelmaan dewa
  • Rakyan Mahamantri Katrini yang menjabat adalah para putra raja
  • Rakyan Mantri ri Pakira Kiran yang menjabat para menteri yang mengisi kepemerintahan
  • Dharmadhyaksa yang menjabat para pejabat para pemuka hukum agama
  • Dharma upapati yang menjabat para pejabat agama

Rakryan Mantri ri Pakira-kiran diisi oleh pejabat  penting disebut yaitu Rakryan Mapatih, Patih Hamangkubhumi, atau perdana menteri yang ikut mengatur kebijaksanaan pemerintahan dengan raja. Selain itu, ada dewan pertimbangan kerajaan anggotanya para keluarga-keluarga raja, yaitu Bhattara Saptaprabhu.

Pembagian Wilayah

Dalam pembentukannya, kerajaan Majapahit merupakan kelanjutan Singasari, terdiri beberapa kawasan tertentu di bagian timur dan bagian tengah Jawa, yang mana setiap daerah diperintah oleh seorang Uparaja disebut Paduka Bhattara bergelar Bhre, gelar tertinggi bagi bangsawan kerajaan, posisi ini hanyalah ditempatkan oleh para kerabat raja, tugasnya untuk mengelola kerajaan mereka, memungut pajak, dan mengirimkan upeti ke pusat, serta mengelola pertahanan di perbatasan daerah yang mereka pimpin.

Selama masa pemerintahan Hayam Wuruk (1350-1389) memiliki 12 wilayah yang dikelola oleh kerabat dekat raja, susunan dalam pengklasifikasian wilayah di Kerajaan Majapahit dikenal sebagai berikut:

  • Bhumi: kerajaan, diperintah oleh Raja
  • Nagara: diperintah oleh rajya (gubernur), atau natha (tuan), atau bhre (pangeran atau bangsawan)
  • Watek : dipimpin oleh wiyasa
  • Kuwu : dipimpin oleh lurah
  • Wanua : dipimpin oleh thani
  • Kabuyutan : sebuah dusun atau tempat sakral.

Masa Kejayaan Dan Kehancuran Kerajaan Majapahit

Masa kejayaan Kerajaan Majapahit adalah pada masa kepemimpinan Raja Hayam Wuruk, Kerajaan Majapahit menjadi berkembang pesat serta menjadikan Majapahit sebagai jalur perdagangan nusantara.

Yang pada saat itu kepemimpinan Raja Hayam Wuruk dibantu oleh patihnya yang terkenal yaitu Patih Gajah Mada,

Selama memimpin sebagai Patih, beliau Patih Gajah Mada melakukan perluasan wilayah kekuasaan, yang mana saat itu meliputi wilayah Jawa, Bali, Semenajung Malaya hingga Sumatera bahkan nusantara, sehingga menjadikan Kerajaan Majapahit sebagai kerajaan terbesar pada saat itu.

Akan tetapi sepeninggalnya Patih Gajah Mada diperkirakan tahun 1364, Kerajaan Majapahit akhirnya mengalami keruntuhan  ditahun 1478 Masehi abad ke-16, yang diakibatkan oleh beberapa faktor internal perselisihan peperangan antar keluarga kerajaan dan mulainya berdiri kerajaan-kerajaan islam.

Peninggalan Kerajaan Majapahit

Peninggalan Kerajaan Majapahit
Gambar Peninggalan Kerajaan Majapahit

Saat kehancuran Kerajaan Majapahit begitu banyak sejarah peninggalannya baik itu berbentuk candi, prasasti dan kitab-kitab, berikut ulasan mengenai peninggalan Kerajaan Majapahit :

Candi Bajang Batu

Gambar Bajang Batu
Gambar Bajang Batu

Merupakan sebuah candi yang berbentuk sebuah Gapura, terletak di Desa Temon, Triwulan, Mojokerto dibangun pada abad ke-14 Masehi, tahun 1915 diberi nama Bajang Batu.

Baca Juga Sejarah Kerajaan Banten

Candi Tikus

Candi Tikus
Gambar Candi Tikus

Peninggalan Kerajaan Majapahit Lainnya adalah Candi Tikus berada di dukuh Dinuk, Temon, Triwulan, Mojokerto, Candi ini sebelumnya terkubur, lalu ditemukan tahun 1914.

Candi Brahu

Candi Brahu
Gambar Candi Brahu

Candi Brahu dapat ditemukan di situs arkeolog triwulan, berada di desa Dukuh Jambu Mente, Bejijong, Triwulan, Mojokerto, tempat pembakaran jenazah para raja Majapahit terdahulu, dibuat oleh Mpu Sendo.

Candi Jabung

Candi Jabung
Gambar Candi Jabung

Candi ini terletak di desa Jabung, berbangun dari bata merah, bertahan hingga sekarang, petilasan Hayam Wuruk ditahun 1359.

Candi Minak Jinggo

Candi Minak Jinggo
Gambar Candi Minak Jinggo

Situs peninggalan Candi Minak Jinggo ini terletak di sebuah desa Dusun Unggahan, Triwulan, Mojokerto, candi ini terbentuk menggunakan Batu Andesit.

Candi Wringin Walang

Candi Wringin Walang
Gambar Candi Wringin Walang

Candi Wringin Lawang adalah candi berbentuk Gapura terletaknya di Desa Jatipasar, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto,  dibangun pada abad ke-14 Masehi .

  • Candi Ceto
  • Candi Surawana
  • Candi Wringin Branjang
  • Candi Pari
  • Candi Kedaton
  • Candi Grinting
  • Candi Jotolundo
  • Candi Gentong

Sedang untuk beberapa prasasti sebagai berikut :

  • Prasasti Alasantan (939 Masehi)
  • Prasasti Kamban (941 Masehi)
  • Prasasti Hara-Hara (966 Masehi)
  • Prasasti Maribong (1264 Masehi)
  • Prasasti Wurare (1289 Masehi)
  • Prasasti Kudadu (1294 Masehi)
  • Prasasti Sukamerta (1296 Masehi)
  • Prasasti Butulan (1298 Masehi)
  • Prasasti Balawi (1305 Masehi)
  • Prasasti Canggu (1358 Masehi)
  • Prasasti Biluluk I (1366 Masehi)
  • Prasasti Karang Bogem (1387 Masehi)
  • Prasasti Katiden (1392 Masehi)
  • Prasasti Biluluk II (1393 Masehi)
  • Prasasti Biluluk III (1395 Masehi)
  • Prasasti Lumpang (1395 Masehi)
  • Prasasti Waringin Pitu (1447 Masehi)
  • Prasasti Marahi Manuk
  • Prasasti Parung

Ada juga beberapa kitab peninggalan Kerajaan Majapahit yang di antaranya adalah :

  • Kitab Negarakertama karya Empu Prapanca tahun 1365 M
  • Kitab Sutasoma karya Empu Tantular
  • Kitab Arjunawiwaha  karya Empu Tantular
  • Kitab Kutaramanawa karya Gajah Mada
  • Kitab Kunjakarna
  • Kitab Parthayajna
  • Kitab Pararaton
  • Kitab Sudayana
  • Kitab Ronggolawe
  • Kitab Sorandakan
  • Kitab Panjiwijayakarma
  • Kitab Usana Jawa
  • Kitab Usana Bali
  • Kitab Tantu Panggelaran
  • Kitab Calon Arang

Demikian sedikit ulasan tentang sejarah Kerajaan Majapahit, awal berdiri, raja , kepemerintahan, pembagian wilayah, kejayaan, kehancuran dan peninggalannya.

Akhir kata semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk anda agar dapat mengetahui sejarah tentang Kerajaan Majapahit, semoga bermanfaat.

Wassalammuallaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Baca Juga artikel lainnya: