Kerajaan Singasari

5 min read

Kerajaan Singasari

Sejarah Kerajaan Singasari, nama-nama raja, masa kejayaan, masa kehancuran, peniggalan sejarah dan silsisalah raja-raja dan kebudayaannya.

Assalammuallaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Mengulas tentang sejarah kerajaan-kerajaan di bumi nusantara kita ini tentulah sangat menarik untuk diketahui dan dipelajari agar kita mengenal awal mula bagaimana kerajaan itu berdiri, salah satunya adalah Kerajaan Singasari atau bertulis Singhasari, dimana saat itu pada masanya adalah sebuah kerajaan besar, sebuah kerajaan Hindu Budha, diperkirakan berada di Malang, Jawa Timur, didirikan oleh seorang yang bernama Ken Arok, tahun 1222.

Berikut ini sedikit artikel yang mengulas tentang sejarah Kerajaan Singasari.

Baca Juga Sejarah Kerajaan Majapahit

Sejarah Kerajaan Singasari

Kerajaan Singasari
Gambar Kerajaan Singasari

Seperti yang sudah tertulis di atas bahwasannya Kerajaan Singasari, berdiri didirikan oleh Ken Arok ditahun 1222 masehi, beribu kota Tumapel, kawasan Kutaraja.

Yang mana saat itu Tumapel hanyalah sebuah Kabupaten dibawah kekuasaan Kerajaan Kediri, dipimpin seorang Akuwu atau Bupati bernama Tunggul Ametung, sedangkan Tunggul Ametung sendiri tewas dibunuh oleh Ken Arok dan menjadi Akuwu yang baru serta mengawini istri Tunggul Ametung, bernama Ken Dedes, Kemudian setelah menewaskan Tunggul Ametung, Ken Arok berniat berusaha untuk melepaskan Tumapel dari genggaman kekuasaan Kerajaan Kediri.

Dalam kisahnya, tewasnya Tunggul Ametung oleh Ken Arok menggunakan sebilah keris buatan Empu Gandring, dengan cara paksa Ken Arok merebut keris itu dari Empu Gandring serta membunuh Empu Gandring dengan keris buatannya sendiri, lalu tewaslah Empu Gandring serta menyumpah Ken Arok, bahwasannya keris itu akan membunuh beserta keturunannya.

Di tahun 1254, terjadi sengketa antara Kerajaan Kediri yang dipimpin oleh Kertajaya dengan para Brahmana, sehingga membuat para Brahmana menggabungkan diri dengan Ken Arok, dan mengangkat Ken Arok sebagai Raja di Tumapel, bergelar Sri Rajasa Amurwabumi, dalam peperangan melawan Kerajaan Kediri, di menangkan oleh Tumapel di desa Ganter.

Di dalam kitab Negarakertagama, tahun itu berdiri Kerajaan Tumapel, tetapi tidak mengatakan Ken Arok, melainkan menyebutkan bahwasanya Rangga Rajasa Sang Girinathaputra pendiri Kerajaan Tumapel, yang telah mengalahkan Kerajaan Kediri.

Tertulis sebuah Prasasti Mula Malurung atas nama Kertanagara  tahun 1255, menyebut jika pendiri Kerajaan Tumapel ialah Bhatara Siwa, mungkin yang tersebut di prasasti adalah sebuah gelar Rangga Rajasa, arwah pendiri Kerajaan Tumapel dipuja sebagai Siwa dalam Nagarakertagama, sebab Ken Arok juga memakai julukan Batara Siwa.

Baca Juga Sejarah Kerajaan Majapahit

Raja-raja Kerajaan Singasari

Silsilah Kerajaan Singasari
Gambar Silsilah Kerajaan Singasari

Dalam sebuah Kerajaan tentulah dipimpin oleh seorang raja sehingga dapat memerintahkan dan membawa pengaruh di kerajaan yang dipimpinnya.

namun terdapat perbedaan antara Kitab Pararaton yang didapat dari Prasasti Kudadu dan Kitab Nagarakertagama menerangkan bahwa :

  • Kitab Pararaton menyebut bahwasannya Ken Arok pendiri Kerajaan Singasari lalu berganti oleh Anusapati, tahun 1247-1249 masehi , Tohjaya tahun 1249-1250 masehi, diteruskan oleh Ranggaweni atau wisnuwardhana tahun 1250-1272 masehi, terakhir Kertanegara tahun 1272-1292 masehi.
  • Kitab Nagarakertagama menyebut bahwasanya raja pertama Kerajaan Singasari adalah Rangga Rajasa Girinathapura tahun 1222-1227 masehi, lalu Anusapati, lanjut oleh Wisnuwardhana tahun 1248-1254 masehi, terakhir Kertanegara tahun 1254-1292 masehi, terdapat pada Prasasti Mula Malurung.

Ken Arok

Raja dan pendiri Kerajaan Singasari pertama adalah Ken Arok (1222-1227 masehi) bergelar Sri Rangga Rajasa Sang Amurwabumi, diawal kemimpinannya muncul dinasti baru, Dinasti Rajasa atau Wangsa Rajasa dan Wangsa Girindra, tahun 1227 Ken Arok wafat dibunuh oleh Anusapati (anak tiri), wafatnya Ken Arok karena sumpah dari Empu Gandring, Ken Arok dimakamkan  di Kegenengan, bangunan Siwa-Budha.

Anusapati

Setelah menewaskan Ken Arok kepemimpinan dilanjutkan oleh Anusapati (1227-1248), beliau memimpin cukuplah lama, dalam kepemimpinan beliau, tidak ada perubahan yang mencolok malah beliau sibuk dengan urusannya sendiri yaitu senang menyabung ayam, karena asik dengan kesenangannya sehingga terbongkarlah rahasia penyebab kematian Ken Arok oleh Tohjaya (anak Ken Arok dan Ken Umang), karena Anusapati senang menyabung ayam maka Tohjaya berusaha mengundang Anusapati ke Gedung Jiwa, untuk menyabung ayam, selagi seru-serunya Anusapati menyabung ayam dengan membawa keris peninggalan Empu Gandring, Tohjaya akhirnya membunuh Anusapati sehingga tewaslah Anusapati, dimakamkan di Candi Kidal.

Tohjaya

Tohjaya (1248), merupakan raja yang memimpin Kerajaan Singasari selanjutnya, beliau memimpin karena telah berhasil membalas kematian ayahnya Ken Arok, kepemimpinan Tohjaya sangatlah singkat tidak banyak perubahan yang dilakukan dalam masa kepemimpinan Tohjaya, dikarena Ranggawuni (anak Anusapati) membalas dan membunuh Tohjaya dengan bantuan Mahesa Cempaka, dan berhasil menggantikan kepemimpinan Tohjaya.

Ranggawuni

Tahta Kerajaan Singasari lalu beralih dipimpin oleh Ranggawuni (1248-1268), setelah berhasil menewaskan Tohjaya, Ranggawuni bergelar Sri Jaya Wisnuwardhana, diberikan oleh Mahesa Cempaka, Mahesa Cempaka sendiri diberikan kedudukan sebagai Ratu Angabaya bergelar NaraSinghamurti.

Dibawah kepemimpinan Ranggawuni, Kerajaan Singasari mengalami kehidupan yang sejahtera dan tentram terutama masyarakatnya, ditahun 1254 mengangkat anaknya Kertanegara sebagai Yuwaraja atau Raja Muda, sebagai bentuk persiapan menjadikan Kertanegara sebagai raja Kerajaan Singasari selanjutnya, tahun 1268 Ranggawuni atau Wisnuwardhana wafat dan dimakamkan di Candi Jago sebagai Budha dan Candi Waleri sebagai Siwa.

Kertanegara

Kepemimpinan Kerajaan Singasari berganti dipimpin oleh Kertanegara (1268-1292) sebagai raja terakhir Kerajaan Singasari, dimasa kepemimpinan Kertanegara memiliki keinginan menyatukan nusantara, Kertanegara diberi gelar Sri Maharajadiraja Sri Kertanegara.

Dalam kepemimpinan, beliau dibantu oleh para Mahamanteri yaitu Mahamanteri I hino, Mahamanteri I Halu, Mahamantri I Sirikan, agar dapat mewujudkan keinginannya menyatukan nusantara.

Serta mengganti para pejabat lama, yaitu Patih Raganata diganti Patih Aragani, serta para wide diganti bupati Madura gelar Aria Wiraraja, setelah Jawa diselesaikan.

Kertanegara sendiri wafat tahun 1292, dikarenakan saat itu terjadi pemberontakan dan penyerangan yang dilakukan oleh Jayakatwang sehingga menewaskan Kertanegara beserta keluarganya dan hancur runtuhlah Kerajaan Singasari.

Baca Juga Kumpulan Kerajaan Islam Tertua di Indonesia

Masa Kejayaan Kerajaan Singasari

Puncak kejayaan Kerajaan Singasari terjadi pada masa kepemimpinan Kertanegara, dimasa jayanya Kerajaan Singasari melakukan perluasan kekuasaan sampai ke Jawa, tahun 1275 melakukan sebuah ekspedisi bernama Ekspedisi Pamalayu, menjalin persahabatan dengan Kerajaan Malayu dengan mengirim Arca Amoghapasa sebagai tanda persahabatan dan menaklukan Bali tahun 1284 serta menaklukan daerah lain seperti Pahang, Gurun dan Bakulapura.

Masa Kehancuran Kerajaan Singasari

Seperti yang tercatat dalam sejarah, bahwasannya kehancuran Kerajaan Singasari di akibatkan oleh banyaknya terjadi pertempuran antar keluarga kerajaan dan sengketa perebutan kekuasaan, selain itu karena sibuk asik mengirimkan angkatan perangnya ke Jawa, sehingga terjadi perberontakan penyerangan yang dilakukan oleh Jayakatwang yang mana merupakan sepupu dari Kertanegara, dalam penyerangan yang dilakukan Jayakatwang mengakibatkan wafatnya Kertanegara beserta keluarganya, sehingga itulah saat masa kehancuran Kerajaan Singasari.

Kehidupan Sosial dan Budaya

Kehidupan sosial dan budaya Kerajaan Singasari banyak sekali naik dan turunnya, para Brahmana di masa kemimpinan Ken Arok banyak meminta perlindungan oleh Ken Arok, sehingga pada masa beliau memimpin kehidupan masyarakat sangatlah makmur.

Sedangkan saat Anusapati memimpin kehidupan masyarakat sedikit terabaikan dikarena kesenangan Anusapati dalam menyabung ayam, sehingga lupa akan kerajaan yang dipimpinnya.

Kehidupan sosial budaya Kerajaan ini mulai berangsur-angsur baik saat kepemimpinan Ranggawuni dan saat Kertanegara menjadi raja yang berkeinginan menyatukan seluruh nusantara serta memperluas wilayah kekuasaannya.

Kehidupan Ekonomi

Tidak banyak sumber yang diketahu jika kehidupan ekonomi Kerajaan Singasari, tapi jika dilihat dari letak geografisnya, Kerajaan Singasari banyak bergantung dari bidang pertanian dan perdagangan, ditambah dengan luasnya wilayah serta jalur perdagangan sehingga membuat Kerajaan Singasari berkembang.

Sejarah Wali Songo

Peninggalan Kerajaan Singasari

Tentulah banyak meninggalkan bangunan-bangunan bersejarah pada masanya dan dapat kita lihat pada saat ini, baik seperti candi-candi dan prasasti, berikut peninggalannya :

Candi Singasari

Peninggalan Kerajaan Singasari
Gambar Peninggalan Kerajaan Singasari

Candi ini terletak di daerah pegunungan Tengger dan Arjuna, sebagai tempat kediaman terakhir Raja Kertanegara.

Candi Sumberawan

Candi ini berbentuk Stupa, digunakan oleh umat Budha pada saat itu.

Candi Jago

Peninggalan Kerajaan Singasari
Gambar Peninggalan Kerajaan Singasari

Candi yang satu ini memiliki bentuk bangunan berupa punden berundak, saat ini hanya bagian atas yang tidak ada, berbentuk gambar relief Kunjakarna dan Pancatantra, candi ini dibangun menggunakan batu jenis andesit, digunakan oleh kertanegara sebagai tempat ibadah.

Candi Kidal

Candi ini dibangun sebagai bentuk rasa hormat kepada Anusapati yang mana memerintah saat itu.

Candi Jawi

Memiliki nama asli Jajawa dibangun pada abad 13, Candi Jawi merupakan tempat penyimpanan abu jasad Kertanegara.

Prasasti Manjusri

Peninggalan Kerajaan Singasari
Gambar Peninggalan Kerajaan Singasari

Prasasti ini berbentuk sebuah tulisan manuskip yang tertulis dibelakangnya, awal ditemukan di Candi Jago, sekarang tersimpan di Museum Nasional, Jakarta

Prasasti Singasari

Peninggalan Kerajaan Singasari
Gambar Peninggalan Kerajaan Singasari

Prasasti ini ditemukan di Malang,berhurufkan aksara Jawa, ditulis tahun 1351 masehi, berisi tentang untuk mengenang pembangunan sebuah candi pemakaman yang lakukan Gajah Mada, sekarang tersimpan di Museum Gajah.

Prasasti Mula Malurang

Prasasti ini berbentuk lempengan tembaga, sebagai piagam mengesahkan desa Malurang untuk tokoh bernama Pranaraja, lempengannya pada saat ditemukan sudah terpisah-pisah, hingga akhirnya dapat dikumpulkan, tersimpan di Museum Nasional, Jakarta.

Prasasti Wurare

Selanjutnya ada Prasasti Wurare yang berisi tentang memperingatan penobatan berupa Arca Mahaksobhya, berbahasa Sanskerta, serta bertujuan sebagai bentuk perlambang sebuah penghormatan kepada Kertanagara yang dimana beliau dianggap telah mencapai derajat Jina atau Budha Agung.

Demikianlah sedikit ulasan artikel tentang sejarah Kerajaan ini, dan semoga artikel ini dapat menambah pengetahuan kita dalam rangka membangun kehidupan yang lebih baik lagi, akhirnya kata Wassalammuallaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Terima kasih.

Baca Juga Artikel Lainya