Kerajaan Sriwijaya

2 min read

Sejarah kerajaan Sriwijaya, peninggalan prasasti dan raja-raja yang berkuasa akan dibahas disini.

Kerajaan-kerajaan yang ada di nusantara memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap sejarah bangsa Indonesia, dianataranya kerajaan yang berada di kepulauan sumatera yaitu kerajaan Sriwijaya.

Nama kerajaan sriwijaya berasal dari Bahasa Sansekerta, yang berati sri bercahaya sedangkan jaya artinya yang berjaya atau memiliki kemenangan. jadi arti nama kerajaan ini secara luas memliki makna kemenangan yang bercahaya dan bersinar.

Kerajaan Sriwijaya berkuasa tidak hanya di kepulauan sumatera saja tapi hingga luar daerah nusantara yang meliputi , Thailand, Kamboja dan Semenanjung Malaya, bahkan sampai ke daerah sebagian Pulau Jawa inilah yang membuat nama Kerajaan Sriwijaya terkeanal seantero Nusantara dan mancanegara.

Peninggalan Prasasti Kerajaan Sriwijaya

Sebagai bukti kerajaan yang pernah berjaya di Nusantara dan diluar nusantara, pastinya ditandai dengan adanya peninggalan-peniggalan sejarah yang menjadi saksi pada saat itu, diantaranya bukti sejarah peninggalan kerajaan Sriwijaya yang masih ada sampai saat ini yaitu berupa prasasti. Berikut ini adalah prasasti peninggalan pada masa kerajaan Sriwijaya.

1. Prasasti Karang Birahi

Prasasti Karang Birahi ditemukan sekitar tahun 1904 oleh Kontrolir L.M. Berkhout di sekitar tepian Batang Merangin, Jambi, prasasti tersebut berisi tentang kutukan bagi mereka yang tidak mau tunduk kepada kerajaan Sriwijaya.

2. Prasasti Palas Pasemah

Prasasti Palas Pasemah adalah prasasti yang telah ditemukan di sebuah desa yang bernama Palas Pasemah di Provinsi Lampung, dareah bagian Selatan tepatnya di Palas Lampung selatan tidak jauh dari kota kalianda.

Prasasti tersebut sama seperti prasasti karang birahi yang berisi tentang kutukan terhadap orang yang tidak mau tunduk kepada kekuasaan kerajaan Sriwijaya.

prasasti tersebut menggunakan bahasa Melayu Kuno dengan aksara Pallawa dan tersusun atas 13 baris kalimat dan diperkirakan prasasti tersebut ada dari abad ke-7 Masehi, ditemukan sekitaran area pinggiran rawa desa.

3. Prasasti Kota Kapur

Prasasti Kota Kapur adalah bekas peninggalan kerajaan Sriwijaya yang terdapat di bagian Barat dari Pulau Bangka, prasasti ini bertiuliskan bahasa Melayu Kuno dan memakai aksara Pallawa, Prasasti ini ditemukan sekitaran pada tahun 1892 pad bulan Desember.

J.K. van der Meulen adalah seorang penemu Prasasti tersebut dan prasasti ini juga berisikan mengeani kutukan bagi siapa saja yang tidak patuh pada peraturan dan perintah dari kerajaan.

4. Prasasti Kedukan Bukit

Prasasti Kedukan Bukit di temukan oleh Batenburg pada sebuah batu tulis yang terdapat pada sebuah Kampung Kedukan Bukit, Kelurahan 35 Ilir berkisar pada tahun 29 November 1920 Masehi. prasasti ini berukuran berkisar 45 x 80 centimeter dan ditulis dengan menggunakan aksara Pallawa serta bahasa Melayu Kuno.

Prasasti tersebut berisi mengenai seorang utusan kerajaan yang bernama Dapunta Hyang, yang telah melakukan perjalanan suci atau sidhayarta dengan menggunakan sebuah perahu, dan diiringi kisaran 2000 pasukan, perjalanannya mendapatkan hasil. dan Saat sekarang prasasti Kedukan Bukit berada di Museum Nasional Indonesia.

5. Prasasti Telaga Batu

Prasasti Telaga Batu ditemukan di sekitaran kolam Telaga Biru, yang berada daearah ilir 3, di Kecamatan Ilir Timur II, Palembang sumatera selatan, dan Isi prasasti ini tentang kutukan bagi mereka yang melakukan perbuatan jahat di Sriwijaya, dan sekarang prasasti pun disimpan di Museum Nasional Indonesia.

6. Prasasti Talang Tuwo

Prasanti ini ditemukan oleh Louis Constant Westenenk pada tanggal 17 November tahun 1920, prasasti ini ditemukan tepatnya di sebuah kaki Bukit Seguntang disekitaran tepi utara pada Sungai Musi, Prasasti ini berisikan doa-doa agama Buddha di Sriwijaya.

Pada saat itu aliran yang digunakan adalah aliran Mahayana yang telah dibuktikan dengan kata-kata dari Buddha Mahayana yaitu bodhicitta, vajrasarira, dan lain sebagainya.

7. Prasasti Ligor

dan kemudian Prasasti yang telah ditemukan di Thailand Selatan dan ini mempunyai dua sisi, yaitu sisi A menjelaskan mengenai perkasanya raja Sriwijaya, di dalam prasasti ditulis bahwasan raja Sriwijaya adalah raja dari segala, raja dunia yang telah mendirikan Trisamaya Caiya bagi Kajara.

Sedangkan pada sisi B atau yang dinamakan prasasti ligor B berisi tentang pemberian sebuah gelar kepada Visnu Sesawarimadawimathana, Gelar yang diberikan untuk Sri Maharaja yang berasal dari famili Sailendravamasa.

Nah itulah peniggalan prasasti yang menjadi sejarah sampai saat ini yang masih bisa kita temui sebagai bukti sejarah kerajaan Nusantara.

Berikut ini adalah masa-masa kejayaan dan raja-raja pada kerajaan sriwijaya

Raja Raja Kerajaan Sriwijaya

Raja Kerajaan Sriwijaya yang berhasil menaklukkan Jawa dan Melayu adalah Raja Dapunta Hyang atau Sri Jayanasa dan memimpin pada tahun 671. Lalu pada tahun 728 hingga 742, Sriwijaya dipimpin oleh Rudra Wikrama yang melakukan utusan ke Tiongkok pada masa kepemimpinannya.

Dan di sekitaran Pada tahun 702, dipimpin oleh raja Sri Indrawarman kemudian diteruskan oleh Sri Maharaja ditahun 775. Atas kepemimpinannya ini , kerajaan Thailand dan kerajaan kambojo dapat dikalahkan oleh Sriwijaya. pada Tahun 851 kemudian Sriwijaya dipimpin dengan Maharaja yang teruskan oleh Balaputra Dewa pada tahun 860 Masehi.

Kemudian Raja yang berikutnya adalah Sri Udaya ditya warman yang memimpin dan berkuasa ditahun 960 Masehi, lalu diteruskan oleh Sri Udayaditya sampai tahun 962 Masehi, setelah itu Kepemimpinan kekuasaan Sriwijaya diteruskan lagi oleh Sri Sudamani warma dewa dan Mara wijaya tungga warman ditahun 1044 masehi.

Dan Kepemimpinan kekuasan Raja Kerajaan Sriwijaya yang terakhir yaitu Sri Sanggarama wijaya tungga warman di tahun 1044 Masehi.

Inilah sedikit keterangan mengenai kerajaan sriwijaya dengan peninggalan sejarahnya, namum ada yang berdapata kerajaan ini fiktip, tapi banyak sumber dan peniggalan yang menjadi bukti bahwa kerajaan ini memang ada.

Terima kasih.