Kisah Nabi Ibrahim Singkat

3 min read

Kisah Nabi Ibrahim Singkat – Assalamualaikum wr.wb dalam kesempatan ini penulis WaheedBaly.com kembali untuk memberikan pembahasan mengenai tentang Kisah Nabi Ibrahim Singkat. Salah satu nabi yang kisahnya sangat menyentuh hati. Selengkapnya bisa sobat simak berikut dibawah ini.

Kisah Nabi Ibrahim Singkat

Banyak kisah yang menceritakan tentang Nabi Ibrahim. Maka bisa kita jadikan  Nabi Ibrahim sebagai panutan dalam kehidupan ini. Karena Nabi Ibrahim memiliki banyak pesan moral dalam kehidupan.

Menjadi seorang yang mulia tentunya Nabi Ibrahim siap menjalani tugas yang sangat berat. Ketika mengahadapi Raja Namrud.

Oleh karna itu agar kita lebih mengetahui lebih dalam lagi, pesan dan kisah Nabi Ibrahim. Alangkah baiknya, mari kita telusuri tentang roda-roda kehidupan Nabi Ibrahim di artikel ini.

Kelahiran Nabi Ibrahim

Nabi Ibrahim lahir pada tahun 2295 di Negeri Mausul, di tengah-tengah masyarakat jahiliyah (kafir). Bahkan ayah Nabi Ibrahim merupakan salah satu pembuat patung berhala.

Pada masa nabi Ibrahim lahir ada seorang Raja bernama Namrud, memerintahkan agar semua bayi yang baru lahir harus dibunuh. Peraturan tersebut membuat masyarakat jahiliyah menjadi resah.

Setelah mendengar peraturan tersebut, maka ibunda Nabi Ibrahim menyembunyikannya ke sebuah hutan. Lalu masuk ke dalam goa yang mustahil dilihat orang, agar bisa selamat dari pasukan Namrud.

Karna Raja Namrud mempunyai sifat yang angkuh dan tidak ingin dikalahkan. Tujuan adanya peraturan tersebut, agar tidak ada laki-laki yang bisa mengalahkan dan menggantinya dalam berkuasa.

Kisah Nabi Ibrahim Masa Kecil

Ketika Nabi Ibrahim mulai remaja dan kembali ke masyarakat jahiliyah. Maka Nabi Ibrahim mulai bingung terhadap apa yang dilakukan masyarakat jahiliyah, dengan menyembah patung berhala.

“Padahal patung merupakan benda mati yang terbuat dari batu”

Hampir semua rumah atau jalan ada patung berhalanya. Lalu ketika Nabi Ibrahim sampai dirumahnya. Ternyata ayah Nabi Ibrahim,menyembah patung berhala juga.

Namun Nabi Ibrahim selalu di dalam lindungan Allah yang maha Esa. Sehingga Nabi Ibrahim menjadi orang yang tangguh dalam menghadapi Raja Namrud.

Kisah Nabi Ibrahim Mencari Tuhan

Akhirnya Nabi Ibrahim bertanya-tanya pada dirinya sendiri. Siapa tuhan sebenarya? Apakah Raja Namrud yang berkuasa itu adalah tuhan?

Kemudian Nabi Ibrahim melihat bintang, bulan dan matahari. Apakah benda-benda ini adalah tuhan? Lalu semua benda tersebut menghilang. Dan berkata Nabi Ibrahim, saya tidak menyembah kepada benda seperti itu.

Sebagaimana telah dijelaskan dalam Al-Qur’an surat Al-An’an ayat 76-78:

فَلَمَّا جَنَّ عَلَيْهِ ٱلَّيْلُ رَءَا كَوْكَبًا ۖ قَالَ هَٰذَا رَبِّى ۖ فَلَمَّآ أَفَلَ قَالَ لَآ أُحِبُّ ٱلْءَافِلِينَ

Ketika malam telah gelap, dia melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata: “Inilah Tuhanku”, tetapi tatkala bintang itu tenggelam dia berkata: “Saya tidak suka kepada yang tenggelam”.

فَلَمَّا رَءَا ٱلْقَمَرَ بَازِغًا قَالَ هَٰذَا رَبِّى ۖ فَلَمَّآ أَفَلَ قَالَ لَئِن لَّمْ يَهْدِنِى رَبِّى لَأَكُونَنَّ مِنَ ٱلْقَوْمِ ٱلضَّآلِّينَ

Kemudian tatkala dia melihat bulan terbit dia berkata: “Inilah Tuhanku”. Tetapi setelah bulan itu terbenam, dia berkata: “Sesungguhnya jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang yang sesat”.

فَلَمَّا رَءَا ٱلشَّمْسَ بَازِغَةً قَالَ هَٰذَا رَبِّى هَٰذَآ أَكْبَرُ ۖ فَلَمَّآ أَفَلَتْ قَالَ يَٰقَوْمِ إِنِّى بَرِىٓءٌ مِّمَّا تُشْرِكُونَ

Kemudian tatkala ia melihat matahari terbit, dia berkata: “Inilah Tuhanku, ini yang lebih besar”. Maka tatkala matahari itu terbenam, dia berkata: “Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan.

Sejak itulah Nabi Ibrahim menyakini bahwa Allah adalah tuhan semesta alam. Lalu Allah merintahkan kepada Nabi Ibrahim, agar mengajak masyarakat jahiliyah ke jalan yang benar (Islam).

Kisah Nabi Ibrahim Menghancurkan Berhala

Tugas terberat yang dijalani Nabi Ibrahim disaat menghadapi Raja Namrud Nabi Ibrahim dihadang dengan banyak persoalan. Masa jahiliyah merupakan masa keserakahan berhala tersebar ada dimana-mana dan disembah.

Kemudian pada suatu hari Namrud beserta pengikutnya keluar kota. Maka Nabi Ibrahim menunjukan dengan kecerdasannya, bahwa berhala bukan tuhan.

Kemudian Nabi Ibrahim menjalankan taktiknya, dengan menghancurkan semua berhala yang ada diwilayah Namrud. Dan menyisakan satu berhala yang paling besar, lalu meletakkan kapak di atas lehernya.

Setelah Namrud mengetahui, bahwa semua berhalanya rusak (hancur) Namrud berkata. Siapa yang melakukan ini semua di belakangku?

Maka ada satu  pasukan Namrud yang tidak ikut pergi, dan mengetahui bahwa yang mengahancurkan adalah seorang pemuda bernama Ibrahim.

Maka tak segan-segan dengan rasa marahnya Namrud memanggil Nabi Ibrahim, maka terjadilah percakapan.

“Wahai Ibrahim, apakah kamu yang telah menghancurkan berhala-berhala ini?” Raja Namrud

Jawab Nabi Ibrahim: “Bukan”

“Lalu siapa lagi, kalau bukan kamu? sedangkan yang membenci berhala hanyalah kamu” Raja Namrud

Nabi Ibrahim menjawab dengan cerdas: “Bukan saya yang menghancurkan patung ini, bukankah berhala yang besar itu yang menghancurkannya. Bukankah kapaknya masih ada di atas lehernya”

“Mana ada patung bisa melakukan hal semacam itu? Raja Namrud.

Nabi Ibrahim dengan cerdasnya berkata: “Kalau begitu mengapa kamu menyembah berhala yang tidak bisa apa-apa?”

Begitu cerdasnya Nabi Ibrahim menjawab semua pertanyaan Raja Namrud. Akhirnya para pengikut Namrud sadar, bahwa tuhan yang selama ini sembah hanya diam semata.

Kisah Nabi Ibrahim ketika dibakar

Karena kemarahan Raja Namrud, maka Raja Namrud memerintahkan pasukannya agar menghukum Nabi Ibrahim sampai mati. Kemudian Nabi Ibrahim dibakar hidup-hidup.

Nabi Ibrahim diikat di tengah-tengah tumpukan kayu. Lalu api dinyalakan dengan besar, Namrud beserta pasukannya tertawa dan mengira Nabi Ibrahim akan hancur menjadi abu.

Akan tetapi Allah berkuasa atas segalanya, setelah api yang menyala itu padam. Maka berjalanlah Nabi Ibrahim dari puing-puing pembakaran tersebut dengan selamat. Tidak sedikitpun luka terdapat dibadannya.

Sejak itulah para pasukan Namrud berpaling, dan menjadi pengikut Nabi Ibrahim.

Tamu Nabi Ibrahim

Walaupun Nabi Ibrahim mendapatkan tawaran supaya menetap di Mesir, tetapi Nabi Ibrahim tetap pergi menuju kota Mekkah.

kemudian Nabi Ibrahim berdo’a agar mempunyai anak yang sholeh. Maka Allah kabulkan do’a tersebut, dengan dianugrahi seorang putra bernama Nabi Ismail, melalui istrinya Siti Hajar.

Pada suatu hari ada tiga tamu yang berkunjung kepada Nabi Ibrahim. Maka Nabi Ibrahim memberikan jamuan sapi panggang kepada tamunya, tetapi tamunya tidak makan.

Maka heran Nabi Ibrahim terhadap sikapnya. Ternyata tamu tersebut adalah Malaikat yang ingin memberikan kabar gembira kepada Nabi Ibrahim. Tentang lahirnya Ishaq dari siti Sara.

Maka Siti Sara tertawa dan heran mendengar kabar tersebut, karna mustahil wanita yang sudah tua bisa melahirkan bayi. Tetapi Nabi Ibrahim tetap yakin terhadap janji Allah.

Hikmah Kisah Nabi Ibrahim

Begitu banyak hikmah dan pelajaran yang kita dapatkan setelah membaca artikel ini. Oleh karna itu, kita bisa mengambil hikmah tersebut untuk dijadikan pedoman dalam kehidupan ini.

Diantara hikmah yang bisa kita ambil adalah:

Ikhtiar: Selalu berusaha dan tidak pernah putus asa dalam situasi apapun

Sabar: Selalu sabar atas semua ujian, dan yaqinlah bahwa semua ujian merupakan wujud cinta Allah kepada hambanya. Karna Allah tidak akan pernah menguji hamba di luar kebatasannya

Husnudzon: selalu berbaik sangka kepada Allah

Tawakkal: Selalu berserah diri kepada Allah

Demikianlah artikel dari penulis mengenai Kisah Nabi Ibrahim Singkat. Semoga bermanfaat dan dapat kita jadikan tauladan dalam menjalani kehidupan yang hanya sementara ini Wassalamualaikum wr.wb

Baca Juga :