Lirik Sluku-Sluku Bathok

1 min read

Lirik Sluku-Sluku Bathok – ( Syair tembang jawa ) Lengkap dengan tulisan Latin dan makna terjemahan dari syair nya.

Assalamu’alaikum.
Pada kesempatan yang berbahagia ini, kembali kami akan membagikan lirik teks lagu yang berjudul Sluku-Sluku Bathok, untuk lebih lengkapnya mari simak saja langsung tulisan kami di baawah ini.

Lihat juga: Syiir Tanpo Waton

Daftar Isi

Sluku-Sluku Bathok


Allahumma sholli wa sallim ala
Sayyidina wa maulana muhammadin


Adada ma bi’ilmillahi sholatan
Daimatan bidawami mulkillahi

Sluku-sluku batok, batok’e ela-elo
Si Romo menyang solo, oleh-olehe payung mutho (2x)

Mak jenthit lolo loba, wong mati ora obah
Yen obah medeni bocah, yen urep golek yo duit (2x)

Allahuma sholi wa sallim ala,  sayyidina muhammadinAdada ma bi’ilmillah… hi sholatan, daimatan bidawami mulkillahi

Baca juga: Lirik Lagu Turi Putih

Makna yang Terkandung dalam Syair Sluku-Sluku Bathok

Syair ini mempunyai makna dzikir, dan berisi tentang nasehat agar selalu banyak untuk mengingat Allah dan juga kematian.

Berikut keterangan lengkapnya tentang makna syair ini:

Sluku-sluku bathok, bathoke ela-elo, kalimat ditersebut diambil dari sebuah kalimat zikir dari bahasa Arab yakni: “Usluk fa usluka bathnaka, bathnaka ila Allah” yang arti terjemahannya (masuk masuklah bathinmu , bathinmu kepada Tuhan),

Saat seseorang sedang berdzikir dengan mengucapkan kalimat ”Laa ilaa ha illallah”, secara otomatis kepalanya akan bergeleng-geleng ke kanan dan ke kiri hal ini mirip seperti kalimat pada syaiir ”bathok kelapa yang ela-elo atau geleng-geleng ”.

Baca juga: Lirik Sholawat Padang Bulan


Kemudian kalimat Payung Mutha atau dalam bahasa indonesia ”oleh-olehnya payung mutha”, kalimat ini di kias dari kalimat “Laailaha illaallah hayun wal mauta”, yang artinya meng-Esakan atau menunggalkan Allah Swt dari hidup hingga maut.

Payung Mutha merupakan payung yang terbuat dari kertas semen yang cukup besar, konon sering biasanya digunakan untuk mengiringi keranda jenazah.
Mak jenthit lolobah, diambil dari kiasan kata “mandzalik muqarabah“, yang memiliki artinya siapa saja yang dekat kepada Allah.
Mak jenthit juga dapat berarti makna yang menunjukkan bahwasan sebenarnya nyawa manusia itu sangatlah singkat.

Kemudian Wong mati ora obah artinya ”jasad orang yang sudah mati atau meninggal tidak dapat bergerak, dan kalimta ini diambil dari dari kata “hayun wal mauta innalillah”, yang berarti dari hidup sampai mati adalah kepunyaan Allah Swt.

Yen obah medeni bocah maknanya adalah kalau dia bergerak ( orang mati ) bisa membuat takut anak-anak), kalimta ini dimabil dari kata “mahabbatan mahrajuhu taubah”, kata ini memiliki arti kecintaan menuju pada jalan taubat.

Yen urip goleka dhuwit kalimat ini mempunyai makna ” tapi kalau dia masih hidup mencari uanglah, kalimat ini juga diambil dari kata “yasrifu innal khalaqna insana min dhafiq” yang dalam arti indonesianya ”sesungguhnya manusia itu telah diciptakan dari air yang memancar.

Kalimat ini merupakan ringkasan dari surah At Tariq ayat 6 – 7, Falyandhuri insanu mima khuliqa, khuliqa min maa’in daafiqin artinya: ”Maka perhatikan manusia dari apa ia diciptakan, ia diciptakan dari air yang memancar”.

Nah itulah makna yang terkandung dari syair sluku-sluku bathok, semoga dapat menjadi peringatan buat kita semua agar lebih dekat kepada sang pencipta yakni Allah Swt.

Demikian ulasan mengenai lirik dam makna yang dapat kami sampaikan, terima kasih banyak sudah mampir disini.

Wassalam.

Baca juga:

SELAMAT DATANG
Selamat Datang di Website Kami Jika Anda ingin kerjasama atau menyampaikan keritik dan saran silahkan hubungi kami di admin@waheedbaly.com