Puasa Wajib dan Sunnah

5 min read

macam-macam puasa

Macam-macam puasa, wajib dan sunnah, pengertian, hukum puasa, yang membatalkan puasa, manfaaat dan hikmah puasa.

Assalamualaikum warohmatullohi wabaroktuh, pada kesempatan kali ini akan dibahas tentang puasa wajib dan sunnah secara lengkap, mulai hukum puasa, yang membatalkan puasa, manfaat dan hikmah puasa, semuanya akan diulas disini secara lengkap, dan untuk lebih lengkapnya silahkan simak artikel dibawah ini semoga bermanfaat.

Pengertian Puasa

Pengertian puasa dalam bahasa Arab yang memiliki arti yaitu “Assiyam” , sedangkan secara istilah sederhana Puasa memiliki pengertian menahan diri dari segala sesuatu yang dapat membatalkan puasa mulai dari terbitnya fajar sodik atau saat datang waktu shalat subuh sampai terbenamnya matahari atau masuknya waktu shalat magrib.

Puasa juga merupakan sarana untuk melatih manusia agar lehih bertaqwa kepada Allah SWT, dan dapat menumbuhkan rasa kepedulian kepada sesama manusia.

Berkat manfaat berpuasa seseorang dapat merasakan rasa lapar dan haus yang selama ini dirasakan oleh sesorang lainya, puasa juga dapat menjaga dari perkataan yang tidak bermanfaat sehingga seseorang itu dapat terjaga perkataannya dari hal-hal yang kurang baik.

Macam-Macam Puasa

Perlu di ketahui bahwasanya puasa terdiri dari 4 macam puasa diantara nya sebagai berikut :

Puasa Wajib

Puasa wajib yaitu puasa yang memiliki hukum wajib bagi seseorang untuk melaksanakan puasa dengan suatu syarat yang sudah ditentukan sedangkan tidak wajib dikarenakan halangan dan sesuatu hal tapi wajib meng qodho nya atau menggantinya dihari yang lain yang sudah ditentukan.

Puasa Wajib terdiri dari

  • Puasa Ramadhon,
  • puasa Kaffarah,
  • puasa Nazar,
  • Puasa Qodho.

Puasa Sunnah

Puasa sunnah adalah puasa yang bila di lakukan akan mendapat pahala namun apabila tidak dikerjakan tidak berdosa, puasa sunnah ini memliki beberapa macam banyaknya namum kali ini kami akan tuliskan sebagian saja yang biasa dan umum dikerjakan oleh sebagian orang umum.

Puasa sunnah terdiri dari

  • Puasa hari senin
  • Puasa hari kamis
  • Puasa Asyuro atau pausa di bulan Muharram
  • Puasa Arofah
  • Puasa Syawal
  • Puasa bulan Sya’ban
  • Puasa Daud

Itulah sebagian dari macam-macam puasa sunnah, berikut penjelasannya masing-masing

1. Puasa Senin Kamis

  • Rosululloh SAW, telah menganjurkan dan memerintah umatnya untuk dapat menjalanlan puasa sunnah ini, karena hari senin merupakan hari yang istimewa yang merupakan hari kelahiran Nabi SAW, sedangkan anjuran untuk berpuasa pada hari kamis adalah yang mana pada hari itu pertama kali Al-Qur’an diturunkan.
  • Dan hari senin dan kamis juga merupakan pemeriksaan dan pelaporan amal perbuatan setiap manusia, dan pada hari itu hendaknya di isi dengan amalan yang baik.

Baca Juga Panduan Lengkap Niat Puasa Senin Kamis

2. Puasa Syawal

  • Puasa Syawal adalah puasa yang dikerjakan sebanyak enam hari pada bulan syawal setelah bulan Ramadhan. puasa syawal ini dikerjakan selama bulan syawal dan untuk pelaksanaannya boleh secara berurutan dan juga tidak berurutan tidak masalah yang terpenting masih di bulan syawal.

3. Puasa Bulan Muharrom Atau Bulan Asyuro

  • Puasa pada bulan Muharram adalah puasa sunnah yang dikerjakan pada bulan Muharram, waktu yang paling utama untuk melaksanakan puasa ini adalah pada hari yang ke-10 pada bulan muharram yang biasa disebut Assyuro’ atau puasa bulan Asyuro’

4. Puasa Arofah. 

  • Puasa Arofah adalah puasa yang dikerjakan pada hari ke-9 Dzuhijjah, dan puasa Arofah ini mempunyai keistimewaan yaitu akan dihapuskannya dosa-dosa kita yang tahun lalu & dosa-dosa kita di tahun yang akan mendatang (Hadits Riwayat. Muslim).

5. Puasa Daud

  • Puasa Daud atau amalan puasa Nabi Daun, adalah puasa yang dilaksanakan atau du kerjakan oleh Nabi Daud, puasa ini dikerjakan dengan caranya secara berseling makdsudnya sehari puasa, sehari berikut nya tidak, Allah SWT sangat menyukai hamba-Nya yang mampu mengerjakan puasa daud ini.

Puasa Syaban

  • Bulan Sya’ban puasa yang dikerjakan pada syaban bulan dalam rangka persiapan menjelang masuk atau datang puasa bulan Ramadhan.

Puasa Makruh

Puasa maktuk maksudnya jika seseorang melakukan puasa pada hari jumat atau sabtu, dengan niat yang dikhususkan atau disengaja maka makruh hukumnya, kecuali berniat membayar hutang atau mengqodho puasa pada bulan Ramadhan, kifarat, atau puasa karena nadzar.

Puasa Haram

Puasa Haram maksudnya, puasa ini haram bila dikerjakan pada hari-hari yang telah diharamkan seperti sebagai berikut :

1. Puasa di Hari Raya Idul Fitri, hari ini diharamkan untuk melaksankan pausa karena jatuh pada tanggal 1 Syawal yang merupakan hari kemenangan umat muslim.

2. Puasa di Hari Raya Idul Adha, pada hari ini diharamkan untuk berpuasa dikarenakan ini adalaha hari raya qurban, yang tepat pada tanggal 10 Zulhijah

3. Puasa di Hari Tasyrik, juga diharamkan yaitu pada tanggal 11, 12 & 13 Dzulhijjah yang merupakan hari Tasyrik.

Inilah macam-macam puasa diantaranya puasa sunnah dan wajib, setelah kita mengetahui tentang macam-macam puasa, baik juga untuk mengetahui syarat, rukun dan sunnah dalam menjalankan puasa, berikut penjelasanyan.

Baca Juga : Doa Qunut Nazilah

Syarat Wajib Puasa

Dalam hal ibadah apapun wajib hukumnya untuk mengetahui ilmu tentang amalan tersebut agar apa yang kita kerjalkan tidak akan sia-sia. Berikut ini adalah Syarat Wajib & Syarat Sah Puasa

1. Beragama Islam : Wajib hukumnya bagi seseorang yang beragama islam untuk menunaikan puasa yang di wajibkan.

2. Sudah masuk akil Baligh : Ukuruan baligh berkisaran mulai umur 15 tahun ke atas, atau dengan ditandai tanda yang lain, dan untuk anak kecil belum dan tidak wajibkan untuk berpuasa.

3. Berakal sehat tidak gila : Wajib hukumnya bagi orang sadar untuk melakukan puasa dan bagi orang gila dan tidak berakal tidak diwajib unutk berpuasa

4. Mempunyai kemampuan untuk puasa : Wajib hukumnya bagi seseorang yang sehat jasmani dan ruhaninya untuk melakukan puasa dan bagi yang tidak mampu kerana sesuatu hal yang yang sudah diatur dalam syariat islam maka tidak diwajibkan kepada mereka untuk berpuasa.

5. Suci dari haid dan nifas : Bagi sesorang yang sedang kedatangan haid atau nifas tidak diwajibkan untuk berpuasa, tetapi wajib untuk mengganti atau meng qodhonya setelah selelsai dari haid dan nifas.

Inilah syarat wajib dan sahnya seseorang untuk melakukan atau berpuasa, pada puasa yang diwajibkan seperti dalam puasa Ramadhon.

Kemudian akan disampaikan juga rukun dalam menjalankan puasa di bawah ini.

Rukun Puasa

Rukun artinya syarat wajib dalam suatu amalan jika tertinggal satu rukun makan amalan tersebut tidak sah, berikut ini rukun dalam puasa diantaranya yaitu :

  1. Berniat atau menyengaja dan letaknya niat di dalam hati, niat dalam mengerjakan suatu amalan wajib hukumnya terutama dalam puasa, maka diwajibkan untuk berniat sebelum ingin melaksanakan puasa, waktu niat dimulai dari tergelamnya matahari sampai terbitnya Fajar shodiq atau sebelum shalat subuh.
  2. Menahan diri dari hal-hal yang dapat membatalkan puasa seperti makan, minum dan berhubungan suami istri pada siang hari

inilah rukun-rukun yang wajib kita perhatikan dalam menjalankan pausa agar puasa sesuai dengan rukun dan puasa kita dapat diterima oleh Aallah SWT.

Setelah kita mengetahui rukun puasa ada biakny juga kita mengetahui sunnah-sunnah dalam puasa, berikut penjelasannya.

Sunnah Dalam Puasa

Terdapat lima sunnah dalam menjalankan puasa yang juga baik bila kita kerjakan agar dalam puasa kita mendapatkan nilai tambah yang positif, berikut diantaranya:

  1. Menyegerakan untuk berbuka puasa bila sudah masuk waktu untuk berbuka puasa.
  2. Mengakhirkan makan sahur, artinya baik juga waktu sahiur kita di menit-menit sebelum imsak.
  3. Membaca doa berbuka puasa, sesuai dengan puasa yang dikerjakan.
  4. Memperbanyak ibadah tambahan, seperti berzikir, membaca Al-Qur’an, membaca sholawat dan shalat tarawih di malam bulan ramadhan, dan lain sebagainya.
  5. Memperbanyak bersedekah atau menyiapkan makan dan minuman untuk orang yang ingin berbuka puasa.

Nah inilah lima ibadah sunnah dalam berpuasa khususnya pada bulan Ramadhan.

Yang Membatalkan Puasa

Berikut ini beberapa perbuatan yang dapat merusak puasa dan bahkan bisa membatalkan puasa diantaranya sebagai berikut:

  1. Makan dan minum dengan sengaja
  2. Muntah dengan sengaja
  3. Berhubungan suami istri atau bersetubuh dengan sengaja disiang hari
  4. Keluar mani dengan cara atau karena sebab yang di sengaja, jika keluar mani karena mimpi tidak mem batalkan puasa
  5. Haid atau nifas
  6. Murtad baik dari perbuatan maupun perkataan dan juga dari kepercayaanya terhadap islam

Yang Merusak Puasa

Hal-hal yang dapat merusak puasa diantaranya sebagai berikut:

  1. Marah
  2. Bohong
  3. Sumpah palsu
  4. Mecela
  5. Mengumpat
  6. Mengadu domba
  7. Ghibah
  8. Nafsu syahwat atau berhasrat melihat lawan jenisnya
  9. Jengkel

Inilah hal-hal yang perlu kita perhatikan dalam berpuasa agar puasa yang kita kerjakan tidak sia-sia dan tetap sempurna secara syariat,

Tingkatan Puasa

Dalam ibadah puasa memliki tiga tingkatkan atau kategori bagi pengamalnya, tentu ini berdasarkan dengan tingkat keimanan dan maqom seseorang tersebut masing-masing, berikut tingkatakan seseorang dalam puasa.

Puasa Orang Awam

Maqom tingkatan puasa orang awan ini masih dibilang puasa yang sangat minim bahkan bisa tergolong puasa yang hanya menahan lapar dan dahaga saja, karena dalam puasanya tidak menjaga anggota tubuh lahir dan tubuh batinnya daridari hal-hal yang dapat merusak puasa.

Puasa Orang Khusus

Pada tingkatan pausa ini, sudah terbilang bagus karena bukan saja badan lahirnya saja yang berpuasa seperti menahan makan dan minum, namum anggota tubuh batinnya pun ikut berpusa dan terjaga dari perbuatan yang dapat merusak pausa,seperti marah, bohong dan lainya dan sikap hatipun salalu menggingat Allah SWT.

Puasa Orang Khusus Lagi Khusus

Pada tingkatan puasa ini adalah puasanya tingakatan puasa para Nabi dan Rasul, maqom puasa hanya para nabi dan rosul yang sanggup menjalankan kan, karena puasa ini lahir dan batin semua ikut berpuasa dan hatinya pun selalu bertautan selalu mengingat dan mengagungkan Allah SWT.

Inilah tingkatan puasa dalam pengkatagorian amalan puasa. Berikut ini akan kami sampaikan pula hikmat dan manfaat yang di dapat dalam menjalankan puasa dengan benar

Hikmah Puasa

Berpuasa selain dapat menambah ketakwaan seseorang kepada Allah, juga mengandung hikmah-hikmah yang lain diantaranya segaib berikut:

  • Akan timbul rasa Sadar dan rasa syukur yang mana bisa mersakan apa yang dirasakan oleh fakir miskin yang terkadang makan terkadang tidak.
  • Melatih diri untuk senantiasa bersabar dalam menghadapai cobaan dan penderitaan, Sebab dengan berpuasa kita dilatih harus mampu menahan penderitaan dari haus dan lapar
  • Melatih diri agar menjadi lebih amanah dan percaya diri, sebab orang yang sedang berpuasa dengan menahan haus dan lapar tidak ada seorangpun yang mengetahui kecuali hanya Allah dan dirinya.
  • Melatih diri agar tidak berbuat dusta dan berkata-kata yang tidak baik

Nah ini sebagain dari hikmah berpuasa, wallohu’alam.

Demikianlah pemabahasn makalah tentang macam-macam puasa lengkap dengan, syarat, rukun, sunnah dan lain sebagainya semoga bisa bermanfaat untuk kita semua, aammin.

Terima kasih wassalam.

Baca Juga Artikel Lainnya di Bawah ini.