Rukun Puasa

2 min read

Rukun Puasa – Berikut uraian penjelasan kami tentang rukun puasa lengkap berupa niat serta waktu imsaknya.

Assalammuallaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Pada kesempatan kali ini kami Waheedbaly akan mencoba membantu kalian agar dapat mengetahui seperti apa rukun puasa, niat serta waktu imsak. Berikut bisa kalian simak beberapa uraian kami.

Pengertian Rukun Puasa

Rukun itu adalah sebuah ketetapan yang harus disanggupi bila mengerjakan perbuatan seperti amalan, tidak terlaksana maka akan batal tidak sah.

Sedangkan kondisinya keduanya adalah bagian dari perbuatan atau tindakan sangat penting untuk syarat sah ibadah atau tindakan.

Ketika mengerjakan puasa, perlu untuk memperhatikan rukun dan persyaratan wajib untuk puasa. Jika rukun tersebut ditinggalkan, puasa tidak valid atau batal.

Baca Juga : Puasa Syawal

Rukun Puasa

Terdapat 2 rukun puasa yaitu antara lain, niat serta waktu imsak. Untuk lebih ketahui apa yang dimaksud dengan niat, simak penjabaran berikut.

Niat

Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda.

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى

Artinya :

“Sebenarnya, tindakan tindakan disertai dengan niat dan masing-masing tergantung pada niat” (Muttafaq ‘alaih).

Hadits di atas adalah dasar bahwa segala sesuatu harus disertai dengan niat. Secara khusus, semua tindakan dan ibadah harus disertai dengan niat. Itu semua tergantung niat.

Dari sini mengikuti kesimpulan bahwa niat terkandung dalam rukun berbagai perbuatan, salah satunya adalah puasa. Rukun puasa penting jika ditinggalkan, puasa tidak sah.

Pada dasarnya, niatnya adalah untuk dengan sengaja melakukan tindakan atau ibadah untuk mematuhi dan menuruti perintah-perintah Allah dengan harapan ingin memperoleh rahmat ridho-Nya.

Niat adalah tindakan hati dan tempat di hati, beberapa ulama menyarankan bahwa niat dibicarakan atau diucapkan.

Begitu juga dengan niat puasa. Niat untuk berpuasa ada di hati. Namun, untuk menekankan serta tegaskan niat yang ada di hati.

Beberapa alim ulama menyarankan bahwa niat itu diungkapkan sehingga menjadi jelas dan hati lebih fokus pada niat puasa.

Berikut ini adalah pernyataan niat Puasa Ramadhan, yang wajib bagi umat Islam.

Niat Rukun Puasa Romadhon

Bacaan Niat Puasa Ramadhon
Bacaan Niat Puasa Ramadhon

Niat Puasa Romadhon Bacaan Arab

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ اَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هذِهِ السَّنَةِ ِللهِ تَعَالَى

Niat Puasa Romadhon Bacaan Latin

“Nawaitu shaumaa ghadin ‘an aada’i fardhii syahri ramadhaana haadzihis sannati lillahi ta’aala”

Artinya

“Aku bermaksud untuk berpuasa besok untuk memenuhi kewajiban Ramadhan tahun ini untuk Allah Ta’ala.”

Baca Juga : Sholawat Sulthon

Untuk menyadari hal ini, tidak ada bukti bahwa puasa diucapkan seperti di dalam hati. Niat hanyalah pernyataan atau penegasan, bukan sesuatu yang harmonis karena prinsip rukun niat itu sendiri yang menjadi rukun sah.

Niat harus dibuat. Malam sebelum fajar Sadiq, juga dikenal sebagai fajar subuh, niat untuk berpuasa diwujudkan. Niat untuk berpuasa bisa awal di malam hari, tengah malam dan larut malam. Yang paling penting adalah sebelum fajar.

Rasulullah Bersabda :

مَنْ لَمْ يَجْمَعِ الصِّيَامَ قَبْلَ اْلفَجْرِ فَلَا صِيَامَ لَهُ

Artinya :

“Jika kamu tidak melepaskan niatmu untuk berpuasa sebelum fajar, kamu tidak puasa.” (HR.Ahmad, dianggap soheh oleh Ibn Khuzaiman dan Ibn Hibbab).

Hadis di atas menegaskan bahwa niat untuk berpuasa harus dibuat. Jika kalian berpuasa tanpa niat, puasa tidak valid. Karena itu, niat puasa harus di malam hari, yaitu sebelum fajar.

Baca Juga : Puasa Syaban

Imsak

Seperti yang sudah diterangkan diatas bahwa terdapat 2 rukun jika hendak berpuasa, yang berikut adalah imsak, berikut penjelasannya.

Istilah ini berasal dari kata Arab, yang berarti menahan. Adapun aturannya, hal itu dilakukan agar menghindari hal yang bisa membatalkan puasa.

Imsak adalah pilar yang mewakili esensi dari puasa itu sendiri. Interval waktu puasa, yaitu dari matahari terbit (masuk saat fajar) hingga matahari terbenam (masuk saat matahari terbenam).

Firman Allah SWT dalam Surat Al Baqaroh 187 :

فَالۡـٰٔنَ بَاشِرُوۡہُنَّ وَ ابۡتَغُوۡا مَا کَتَبَ اللّٰہُ لَکُمۡ ۪ وَ کُلُوۡا وَ اشۡرَبُوۡا حَتّٰی یَتَبَیَّنَ لَکُمُ الۡخَیۡطُ الۡاَبۡیَضُ مِنَ الۡخَیۡطِ الۡاَسۡوَدِ مِنَ الۡفَجۡرِ۪ ثُمَّ اَتِمُّوا الصِّیَامَ اِلَی الَّیۡلِ ۚ وَ لَا تُبَاشِرُوۡہُنَّ وَ اَنۡتُمۡ عٰکِفُوۡنَ ۙ فِی الۡمَسٰجِدِ ؕ تِلۡکَ حُدُوۡدُ اللّٰہِ فَلَا تَقۡرَبُوۡہَا

Artinya :

Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dan benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beritikaf dalam masjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya” (QS. Al Baqarah ayat 187).

Makan, minum dan bergaul dengan istri di siang hari sesuai dengan ayat di atas adalah sesuatu yang membatalkan puasa.

Sementara itu, puasa harus dapat menjauhkan diri dari segala hal, karena menjaga (menahan) adalah rukun. Jika puasa batal, puasa tidak valid.

Sementara itu, hal-hal yang membatalkan puasa makan dan minum adalah muntah yang disengaja. Jika kalian tidak sengaja muntah, tidak apa-apa dan tidak batal puasa.

Dalilnya berikut ini.

مَنْ ذَرَعَهُ قَىْءٌ وَهُوَ صَائِمٌ فَلَيْسَ عَلَيْهِ قَضَاءٌ وَإِنِ اسْتَقَاءَ فَلْيَقْضِ

Artinya :

“Siapa pun yang muntah (biasanya muntah tidak sengaja dan benar-benar muntah) tidak boleh dipaksa untuk memuaskan dahaga mereka serta harus menggantinya. Jika kalian ingin muntah, kalian harus mengqhoda puasa.” (HR. ABu Daud dan Tirmidzi).

Penutup

Demikianlah sedikit uraian kami semoga dapat membantu kalian agar untuk diketahui jika kelak akan menjalankan ibadah puasa dengan sempurna.

Terima kasih, semoga bermanfaat.

Assalammuallaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Baca Juga :

Arti Tawadhu

Dee
3 min read

Yang Membatalkan Sholat

Dee
4 min read

Lirik Ya Abal Hasanain

wahed234
1 min read