Sejarah Kerajaan Banten

3 min read

Sejarah Kerajaan Banten

Mengenal Lengkap Sejarah Kerajaan Banten, Masa Kejayaan Serta Kehancuran

Assalammuallaikum warahmatullahi wabarakatuh, ulasan kali ini berdasarkan sumber cacatan sejarah yang kita ketahui, mari kita ulas sejarah lengkap Kerajaan Banten, masa kejayaan beserta masa kehancurannya.

Kerajaan Banten– Seperti yang kita ketahui, Kerajaan Banten merupakan salah satu bukti sejarah beragam banyaknya kekayaan alam dan kebudayaan Indonesia, dikarenakan itu sejarah jangan pernah dilupakan karena dengan mengenal sejarahlah kita dapat mengenal masa lalu sehingga membuat masa depan yang lebih baik.

Berikut ini sedikit penjelasan tentang sejarah Kerajaan Banten atas berdasarkan catatan sejarah :

Baca Juga : Kerajaan Islam Tertua di Indonesia

Sejarah Kerajaan Banten

Kerajaan Banten
Gambar Kerajaan Banten

Pada awal abad ke-16, Kerajaan Banten dikenal sebagai Kesultanan Banten yang dimana merupakan sebuah kerajaan islam yang terletak diprovinsi Banten, kerajaan ini memiliki perjalanan sejarah yang cukup panjang  hampir 3 abad, hingga mencapai masa kejayaannya bahkan pernah digantikan oleh kepemerintahan Hindia Belanda pada saat itu.

Sebelum menjadi sebuah kerajaan, Banten dahulu dikenal sebagai Banten Girang bagian dari Kerajaan Sunda, sekitar tahun 1526 Kerajaan Demak yang merupakan kerajaan terbesar saat itu, berhasil melakukan penaklukan disekitar kawasan pesisir barat Jawa dan menaklukan beberapa kawasan pelabuhan untuk menjadi sebuah pangkalan pelabuhan.

Berdasarkan catatan sejarah kedatangan Kerajaan Demak yang pada saat itu dipimpin oleh Maulana Hasanuddin (Pangeran Saba Kingking),  selain untuk memperluas kawasan serta menyebarkan ajaran agama islam, yang kemudian dipicu karena adanya jalinan kerjasama antara portugis dan sunda dibidang ekonomi dan politik, karena dikhawatirkan dapat membahayakan kedudukan Kerajaan Demak setelah ditahun 1513 gagal mengusir portugis dari Malaka.

Sekitar tahun 1527, atas perintah trenggana bersama Fatahillah, Sunda Kelapa berhasil ditaklukan, yang saat itu merupakan pelabuhan sentral Kerajaan Sunda

Serta mendirikan sebuah benteng, dalam usaha beliau yaitu Maulana Hasanuddin untuk memperluas daerah kekuasaan ke daerah  Lampung sebagai penghasil lada, beliau juga berperan dalam menyebarkan ajaran islam dikawasan tersebut.

Lalu beliau melakukan jalinan perdagangan dengan Raja Minangkabau yaitu Sultan Munawar Syah dari Kerajaan Inderapura yang kemudian menganugerahi sebuah keris kepada Maulana Hasanuddin.

Seiring wafatnya Sultan Trenggono, Kerajaan Demak mengalami kemunduran , Banten yang merupakan bagian dari Kerajaan Demak mulai memisahkan diri dan mengangkat Sultan Maulana Yusuf anak dari Sultan Maulana Hasanuddin sebagai rajanya ditahun 1570.

Hingga berhasil menaklukan Pakuan Pajajaran ditahun 1579, dengan cara melakukan ekspansi dikawasan pedalaman tanah Sunda.

Namun setelah berhasil menaklukan Pakuan Pajajaran, kepemimpian beliau lalu digantikan oleh anaknya bernama Maulana Muhammad.

Ditahun 1596, Maulana Muhammad mencoba menaklukan Palembang, sebagai usaha dalam mempersempit ruang gerakan Portugis, namun usaha Maulana Muhammad saat itu mengalami kekalahan hingga beliau akhirnya wafat dalam usaha melakukan penaklukan tersebut.

Baca Juga : Kerajaan Sriwijaya

Puncak Kejayaan Kerajaan Banten

Sultan Ageng
Gambar Sultan Ageng

Puncak kejayaan Kerajaan Banten, Pada saat dipimpin oleh Sultan Ageng Tirtayasa ditahun 1561-1682, dibawah kepemimpinan beliau Banten saat itu memiliki armada kerajaan yang sangat kuat dan menawan dan mempekerjakan orang orang Eropa di Kesultanan Banten.

Pada masa kepemimpinan Sultan Ageng Tirtayasa, Kerajaan Banten berhasil menaklukan Kerajaan Tanjung Pura sekitar tahun 1661, dan berhasil keluar dari penguasaan VOC  yang telah memblokade kapal-kapal dagang menuju Banten.

Dalam kepemimpinan Sultan Ageng Tirtayasa Kerajaan Banten terus mengalami kemajuan, hingga sekitar tahun 1680 Kerajaan Banten mengalami konflik internal dikarena adanya perebutan dan perselisihan antara Sultan Ageng dan anaknya Sultan Haji.

Karena terjadi konflik tersebut, VOC pun memanfaatkan dengan memberikan dukungan dan mempersenjatakan pasukan Sultan Haji, sehingga pertempuran tak terelakkan lagi antara Sultan Ageng dan anaknya Sultan Haji.

Dari pertempuran tersebut, Sultan Ageng dipaksa mundur dari istananya dan pindah dikawasan yang disebut Tirtayasa.

Namun saat ditahun 1682, kawasan Tirtayasa tersebut pun dikuasai oleh Sultan Haji dan VOC, sehingga membuat Sultan Ageng terpaksa mundur lagi dari Makasar ke Pedalaman Sunda, ditahun 1683 Sultan Ageng pun tertangkap kemudian dipenjara di Batavia.

Pihak VOC tidak berhenti disitu, tahun 1683 VOC mengirim utusan Untung Surapati bersama Pasukan Balinya dan bergabung dengan pasukan Johannes Maurits Van Happel  menaklukan kawasan Pamotan dan Dayeuh Luhur.

Kemudian berhasil menaklukan daerah tersebut serta menangkap Syeh Yusuf yang merupakan anak dari Sultan Ageng, kemudian setelah terdesak Pangeran Purbaya akhirnya menyerah diri.

Dalam penyerahan diri anaknya Sultan Ageng, pihak musuh memanfaatkan dan tidak melewatkan begitu saja, Untung Surapati yang saat itu memimpin pasukannya diperintah menjemput Pangeran Purbaya untuk dibawa ke Batavia oleh Kapten Johan Ruisj.

Dalam usaha menjemput Pangeran Purbaya, pasukan Untung Surapati dihadang pasukan VOC yang dipimpin oleh Willem Kuffeler hingga terjadi pertempuran antara keduanya.

Ditahun 1684, pasukan Untung Surapati berhasil menghancurkan pasukan  VOC yang dipimpin oleh Willem Kuffeler, sehingga hal ini membuat Untung Surapati dan pasukannya menjadi buronan pihak VOC, sedangkan Pangeran Purbaya pun berhasil dibawa ke Batavia 7 Februari 1684.

Saat Sultan Haji wafat ditahun 1687, saat itu pihak VOC  menancapkan  pengaruhnya di Kerajaan Banten, sepeninggal beliau Sultan Haji, pengangkatan  para Sultan Banten haruslah mendapat persetujuan oleh Gubernur Hindia Belanda, kepemimpinan Sultan Haji pun digantikan oleh Sultan Abu Fadl Muhammad yang berkuasa hanya sampai 3 tahun.

Selepas itu kepemimpinan Kerajaan Banten digantikan oleh Pangeran Adipati yang merupakan saudaranya dan diberi gelar Sultan Abul Mahasin Muhammad Zainul Abidin dikenal dengan gelar Kang Sinuhun Ing Nagari Banten.

Baca Juga : Wali Songo

Kehancuran Kerajaan Banten

Pada tahun 1808-1810, Gubernur Hindia Belanda yang saat itu dipimpin oleh Herman Willem Daendels memerintahkan Sultan Banten untuk membangun pembangunan jalan Raya Pos serta memindahkan ibukota ke Anyer, dalam rangka mempertahankan pulau Jawa dari serangan bangsa Inggris, akan tetapi Sultan Banten yang saat itu dipimpin oleh Sultan Abu Mahasin Muhammad Zainul Abidin menolak.

Akibat penolakan tersebut membuat Willem Daendels menyerang Kerajaan Banten dan menghancurkan Istana Surosowan, lalu Sultan beserta keluarganya ditahan, disekap di Puri Intan( Istana Surosowan) dan dipenjarakan di Benteng Spellwijk, sedangkan Sultan Abul Nashar Muhammad Ishaq Zainulmutaqin dibuang ke Batavia.

Sehingga peristiwa tersebut membuat Kerajaan Banten menjadi kekuasaan Hindia Belanda, hingga pada tahun 1808, Willem Daendels selaku Gubernur Hindia Belanda saat itu mengumumkan bahwa Kerajaan Banten menjadi wilayah kekuasaan Hindia Belanda.

Hingga akhirnya tahun 1813, Kerajaan Banten atau Kesultanan Banten dihapuskan oleh kepemerintahan kolonial Inggris, pada tahun itu pula Sultan Muhammad bin Muhammad Muhyidin Zainussalihin yang merupakan pemimpin terakhir dipaksa turun tahta dari Kerajaan Banten oleh Thomas Stamford Raffles sehingga hancur dan berakhirlah Kerajaan Banten.

Sedangkan Sultan Abul Nashar Muhammad Ishaq Zainulmutaqin dibuang ke Batavia. Sehingga peristiwa tersebut membuat Kerajaan Banten menjadi kekuasaan Hindia Belanda, hingga pada tahun 1808, Willem Daendels selaku Gubernur Hindia Belanda saat itu mengumumkan bahwa Kerajaan Banten menjadi wilayah kekuasaan Hindia Belanda.

Hingga akhirnya tahun 1813, Kerajaan Banten atau Kesultanan Banten dihapuskan oleh kepemerintahan kolonial Inggris, pada tahun itu pula Sultan Muhammad bin Muhammad Muhyidin Zainussalihin yang merupakan pemimpin terakhir dipaksa turun tahta dari Kerajaan Banten oleh Thomas Stamford Raffles sehingga hancur dan berakhirlah Kerajaan Banten.

Demikianlah ulasan singkat tentang sejarah kerjaan Banten yang dapat di bahas pada kesempatan kali ini semoga bisa bermanfaat.

Terima kasih, wassalam

Baca Juga Artikel lainya di bawah ini ;