Sejarah Kerajaan Demak

6 min read

Sejarah Kerajaan Demak

Sejarah Kerajaan Demak, letak lokasi kerjaan, sejarah berdiri kerajaan demak, nama-nama Raja, masa kejayaan, masa kehancuran dan peniggalan sejarah.

Artikel makalah Sejarah Kerajaan Demak : Berikut ini kami akan dibahas menegenai sejarah lengkap tentang kerajaan demak yang dapat anda baca sebagai sumber pengetahuan yang dan bahan pembelajaran akan sejarah-sejarah masa kerajaan di Nusantara, untuk lebih lengkapnya mari simak penjelasan di bawah ini.

Letak Kerajaan Demak

Ada sebagian pendapat mengenai letak Istana kerajaan Demak, menurut hasil penilitian yang dilakukan oleh fakultas perguruan tinggi Walisongo di Jawa tengah pada tahun 1974 M, telah disimpulkan bahwa penemuan bahan sejarah Islam di demak ini berada di jawa tengah bagian utara, namun ada beberapa pendapat, berikut ini keterangannya:

Pendapat yang pertama

  • Bahwa sisa peniggalan kerjaan Demak itu tidak ada, dengan keterangan ini bahwasannya Raden Patah mulai menyebarkan dakwah ajaran islam di Demak adalah hanay untuk kepentingan menyebarkan agama islam.
  • Dan pendirian masjid Demak bersama dengan Walisongo adalah lambang kesultanan Demak. Adapun tempat tinggal Raden Patah itu sendiri bukanlah berupa istana, melainkan sebuah rumah biasa yang terletak di sekitaran stasiun Kereta APi pada saat ini, tempat itu sekarang dinamakan dengan “Rowobatok

Pendapat kedua

  • Pendapat kedua mengatakan bahwaletak masjid Demak tidak begitu jauh dari istana, kira-kira letak kraton Demak berada di tempat yang sekarang telah didirikan Lembaga Pemasyarakatan yang letaknya disebelah timur alun-alun.
  • Dengan alasan inilah bahwa pada masa Colonial diduga ada unsur kesengajaan untuk menghilangkan bekas kraton, pendapat ini berdasarkan dengan adanya nama-nama sebuah perkampungan yang memiliki latar belakang sejarah,seperti nama-nama sebagai berikut : pungkuran, sitihingkil, sampangan, betengan dan jogoloyo.

Pendapat yang Ketiga

  • Pendapat yang ketiga mengatakan bahwa letak kraton itu posisinya berhadapan dengan Masjid Agung Demak, yang ditandai dengan adanya dua pohon pinang, kedua pohon pinang ini pun saat ini masih ada dan di antara kedua pohon pinang tersebut sebuah makam kiyai GUNDUK, menurut cetita masyarakat setempat bahwa yang ditanam itu sebenarnya adalah berupa Tombak Pusaka.

Baca Juga : Kerajaan Kutai

Sejarah Berdirinya Kerajaan Demak

Demak adalah sebuah kekadipatenan dari Kerajaan Majapahit yang berlokasi di pesisir utara Pulau Jawa, akibat kemunduran perpolitikan kerjaan Majapahit, sehingga mengakibatkan kekacauan di dalam negeri karena telah terjadi pemberontakan perebutan kekuasaan. Karena Majapahit terletak dilokasi yang strategis yang merupakan sebagai jalur pelayaran, Namun kadipaten Demak tidaklah terpengaruh akan terjadi kekacauan ini karena Demak sudah menjadi daerah mandiri.

Dalam cerita sejarah Jawa, banyak yang menyebutkan bahwa Kerajaan Demak merupakan pengganti dari Kerajaan Majapahit. Hal ini disebabkan banyak yang telah meyakini pendiri kerajaan yaitu Putra dari Raja Majapahit, sehingga keyakinan inilah yang memudahkan tegaknya Kerajaan yaitu Demak.

Baca Juag : Kerajaan Islam Tertua di Indonesia

Raja-Raja Demak

Berikut ini nama raja-raja Demak dan penjelasan masa pemerintahannya :

1. Raden Patah

  • Raden Patah adalah keturunan yang terakhir dari raja Majapahit yang bernama Raja Brawijaya.
  • Raden Patah deberi gelar dengan sebutan Senopati Jumbang Abdurrahman Panembahan Sayyidin Palembang Panatagama, ada nama kota Palembang di dalam gelar Raden Patah sebab beliau dilahirkan di Palembang
  • Raden Patah berkuasa sejak tahun 1475 Masehi sampai tahun 1518 berati Raden Patah memimpin pemerintah selama 43 tahun, berawal sejak berdirinya Kerajaan Demak.

2. Pati Unus

  • Pati Unus adalah raja Demak yang ke-2 sebagai penggati ayah nya setelah wafat, dan Pati Unus naik tahta sejak tahun 1518 Masehi. Pati Unus juga dikenal dengan Pangeran Sabrang Lor, karena disebabkan keberanian Pangeran Pati Unus dalam memimpin armada perang lautnya dalam rangka menyerang Portugis yang telah meguasai Malaka, nah itu pangeran Pati Unus sangat terkenal dengan akan keberaniannya.
  • Pati unus hanya memimpin pemerintahan Demak selama tiga Tahun sejak tahun 1518 hingga 1521. karena Pati Unus wafat di medan pertempuran melawan Portugis di Malaka tahun 1521, Pti Unus Wafat pada usia 41 Tahun. Dan Kepimpinan pemerintahan Demak di ambil alih oleh adiknya yaitu Sultan Trenggana.

3. Sultan Trenggana

  • Sultan Trenggana merupakan putra dari Raden Patah dan adik dari Pangeran Pati Unus, Sultan Trenggana naik tahta menggantikan memimpin pemerintahan Pati Unus, tahun 1521 Masehi. Setelah diangakat menjadi raja, Sultan Trenggana diberi gelar Sultan Trenggana, Sultan Trenggana merupakan raja Demak yang paling besar karena atas keberhasilannya sebagai utusan militer yang dikirim untuk merebut Sunda Kelapa dari tangan kekuasaan Portugis.
  • Terakhir Kepemimpinan pemerintahan Sultan Trenggana dari 1521-1546 Masehi, karena beliau wafat terbunuh di medan peperanagan di Pasuruan.

Baca Juga : Wali Songo

Masa Kejayaan Kerajaan Demak

Di awal sekitar abad ke-16, Kerajaan Demak sudah menjadi kerajaan yang besar dan kuat di Pulau Jawa, tiada satu pun kerajaan yang berada di Jawa yang sanggup menandinginya, dengan kebesaran dan tanguhannya sangat lah mudah baginya untuk memperluas wilayah kekuasaannya dan demak pun menaklukkan beberapa wilayah pelabuhan dan pedalaman di nusantara.

Atas kepemimpinan Pati Unus Demak menjadi kerajaan maritim yang besar. Dan juga pada masa kepemimpinannya lah Demak mulai merasa terancam oleh Portugis di Malaka. Lalu Pati Unus beberapa kali ia sering mengirimkan pasukan armada lautnya untuk melawan dan menyerang Portugis di Malaka.

Dan di Bawah kepemimpinan Sultan Trenggana banyak juga berjasa atas penyebaran Agama Islam di pulau jawa terutama di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Demak juga mulai memprluas kekuasaan ke daerah Jawa lainnya yaitu dengan merebut Sunda Kelapa dari kekuasaan kerajaan Pajajaran serta menghadang pasukan tentara Portugis yang hendak mendarat di sana.

Sultan Trenggana wafat pada tahun 1546 dalam pertempuran pada saat menaklukkan Pasuruan, dan kemudian kepemimpinan dilanjutkan oleh Sunan Prawoto.

Inilah masa kejayaan Demak pada saat kepemimpinan Pati Unus dan Sultan Trenggana dengan banyak menaklukan kerjaan-kerajaan di pulau jawa.

Baca Juga sejarah Kerajaan Sriwijaya

Berikut ini masa runtuhnya kejayaan demak dakan dibahas di bawah ini.

Runtuhnya Kerajaan Demak

Penyebab runtuhnya Demak karena terdapat perselisihan dalam perebutan kekuasaan di dalam jajaran keluarga kerajaan, yang menyebabkan terjadinya kericuhan dan pemberontakan di daerah-daerah wilayah kekuasaan Demak.

Atas telah terbunuhnya Pangeran Surowito adalah menjadi penyebab pembunuhan kepada Sunan Prawita yang merupakan pengganti Sultan Trenggana.

Dan pemberontakan yang terakhir yang mendapat dukung oleh keluarga kerajaan, dan saat dipimpin oleh Joko Tingkir yang mana Joko Tingkir saat itu menjabat sebagai Adipati wilayah Pajang. Pemberontakanpun akahirnya berhasil dengan tewasnya karena dibunuh Arya Penangsang yang merupakan anak angkat dari Joko Tingkir yang bernama Sutawijaya. Joko Tingkir akhirnya memindahkan semua kekuasaan ke daerah Pajang dan itulah yang menjadi pertanda berakhirnya masa kekuasaan Demak.

Nah inilah sejarah singkat runtuhnya Demak, yang disebabkan dan dinpicu oleh kekecauan dalam perebutan kekuasan.

Sebagai bukti sejarah kejayaan Kerjaan Demak banyak peniggalan-peninggalan yang bisa diambil sebagai bukti bahwa demak dulunya memiliki kekuasaan yang luas, berikut di bawah ini penjelasannya

Baca Juga sejarah Kerajaan Kutai

Peninggalan Kerajaan Demak

Yang mana telah kita ketahui bersama setelah memebaca sejarah kekuasaan demak ada beberapa bukti sejarah yang dapat menggambarkan tentang keberadaan kerajaan ini pada masa lalu.

Adapun beberapa bukti peninggalan bersejarah seperti benda-benda dan bangunan yang saat ini masih terpelihara sampai sekarang berikut ini penjelasannya akan dibahas di bawah ini :

1. Masjid Agung Demak

Masjid Agung Demak
Gambar Masjid Agung Demak
  • Masjid Agung Demak merupakan peninggalan Kerajaan Demak yang paling sangat terkenal, Masjid Agung Demak Konon dibangunan oleh Walisongo sekitar tahun 1479, sampai saat ini masih berdiri meskipun sudah banyak mengalami beberapa perubahan dan renovasi.
  • Masjid Agung ini adalah salah satu bukti bahwa kerajaan Demak pada masa itu juga menjadi pusat penyebaran dan pengajaran Agama Islam di Jawa. Bangunan ini mempunyai keunikan arsitektur dan juga mengandung nilai filosofis.

2. Soko Tatal dan Soko Guru

Soko Tatal dan Soko Guru
Gambar Soko Tatal dan Soko Guru
  • Soko Guru merupakan peninggalan kejayaan Demak, Soko Guru adalah tiang besar yang memiliki diameter mencapai 1 meter yang berguna sebagai penyangga tegak kokohnya pada bangunan Masjid Demak.
  • Soko Guru yang digunakan dalam bagunan masjid demak meilik 4 buah soko guru , berdasarkan sejarah semua Soko Guru dibuat oleh Sunan Kalijogo. Sunan Kalijogo membuat semua tiang Soko Guru tiang tersebut sendiri tetapi ketika itu baru saja selesai 3 buah tiang masjid sudah siap berdiri, lalu Sunan Kalijogo pun dengan sangat terpaksa menyambungkan semua tatal atau potongan-potongan kayu bekas sisa pembuatan ketiga soko guru tersebut meggunakan kekuatan spiritualnya atau pun karomah yang dimiliki kemudian merubahnya menjadi Soko Tatal atu soko guru yang terbuat dari tatal sisa potongan soko.

3. Pintu Bledek

Pintu Bledek
Gambar Pintu Bledek
  • Peninggalan berikutnya adalah pintu Bledek, bledek yang menurut bahasa jawanya yang berarti petir, oleh sebab itu pintu bledek tersebut bisa diartikan juga sebagai Pintu Petir.
  • Ki Ageng Selo adalah seorang yang telah membuat Pintu Petir pada tahun 1466 Masehi dan Pintu Petir ini menjadi pintu utama Masjid Agung Demak pada saat itu.
  • Konon cerita asal mula terbuatnya Pintu Bledek ini atau Pintu Petir, terbuat dari petir yang menyambar oleh Ki Ageng Selo. Sekarang pintu bledek sudah tidak dipergunakan lagi sebagai sebagai pintu masjid Agung Demak dan sekarang Pintu bledek tealh dimuseumkan karena sudah lapuk dan usang karena termakan usia yang sudah cuku tua.

4. Dampar Kencana

Dampar Kencana
Gambar Dampar Kencana
  • Dampar kencana merupakan salah satu peniggalan sejarah demak, dan Dampar Kencana adalah bekas singgasana para Sultan Demak yang kemudian sekarang fungsikan menjadi mimbar, untuk khutbah pada Masjid Agung Demak. Dampar Kencana samapi saat ini masih terawat rapi di dalam Masjid Demak.

5. Bedug dan Kentongan

Bedug dan Kentongan
Gambar Bedug dan Kentongan
  • Bedug dan kentongan Masjid Agung Demak merupakan salah satu bukti sejarah peninggalan Demak yang tiadk boleh dilupakan. Karena Bedung dan Kentongan pada saat diperigunakan sebagai alat untuk menandakan telah masuk waktu sholat.
  • Kentongan yang terdapat pada masjid Demak berbentuk menyerupai tapal kuda dan memiliki makna dan filosofi, konon jika kentongan tersebut sudah dipukul maka masyarakat sekitar harus segera datang menuju masjid untuk mendirikan sholat lima waktu, datang dengan cepat seperti orang saat menunggang kuda.

6. Situs Kolam Wudlu

Situs Kolam Wudlu
Gambar Situs Kolam Wudlu
  • Bukti sejarah berikut nya adalah Kolam Wudlu, dimana kolam wudlu ini dibuat berbarengan dengan berdirinya bangunan Masjid Demak. Kolam ini dahulu dipergunakan untuk tempat mengambil air wudlu oleh para santri dan para musyafir yang berkunjung ke Masjid. Sekarang Kolam tersebut sudah tidak dipergunakan lagi hanya boleh dilihat dan dijadikan benda peninggalan sejarah.

7. Maksurah Maksurah

Maksurah Maksurah
Gambar Maksurah Maksurah
  • Maksurah adalah peninggalan sejarah yang terdapat pada sebuah dinding yang berukir kaligrafi tulisan Arab yang menghiasi diding bangunan Masjid Demak.
  • Maksurah dibuat sekitar 1866 Masehi, tepatnya pada masa Aryo Purbaningrat menjabat menjadi Adipati Demak. Tulisan dalam kaligrafi tersebut memiliki bermakna tentang ke-Esa-an Allah subhana wata’ala.

8. Piring Campa

Gambar Piring Campa
  • Piring Campa juga merupakan bukti peninggalan sejarah, Piring Campa adalah piring pemberian dari seorang putri yang berasal dari Campa yang merupakan ibunda Raden Patah.
  • Piring Campa saat dipasang sebgai hiasan dinding masjid Demak dan jumlaj piring campa sekitar ada 65 buah.

Nah itulah peniggalan-peniggalan sejarah kerjaan Demak yang sudak sama-sama kita ketahui melalui artikel ini, semoga pembahasan mengenai sejarah ini bisa berguna dan bermanfaat.

Demikianlah makalah materi tentang sejarah kerjaan Demak yang sudah kita bahasa mulai dari letak, awal berdiri, nama-nama raja, masa kejayaan dan peninggalan sejarahnya. Terima kasih.

Artikel lain yang bisa anda lihat ;