Wali Songo

5 min read

Wali Songo

Penjelasan Tentang Sejarah Wali Songo atau Sembilan Wali Lengkap Beserta Silsilah, Nama Asli, Lahir Dan Wafatnya.

Assalammuallaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, berikut ini pembahasan sejarah Wali Songo, akan dibahas secara rinci satu persatu nama-nama asli para wali beserta tahun lahir dan wafatnya, untuk lebih lengkap mari simak penjelasan di bawah ini.

Wali Songo adalah berasal dari kata “Wali “ dan “Songo” sebuah kata  yang  berasal dari tanah Arab yang berarti  “ Waliyullah”  yang mencintai Allah dan dicintai Allah swt.

Sedangkan  “ Songo”  kata  yang berasal dari tanah Jawa yang berarti Sembilan jadi Wali Songo adalah Sembilan Waliyullah, dan para wali tersebut memiliki masing-masing karomah  yang diberi oleh Allah SWT.

Wali Songo adalah tokoh penting  dalam penyebaran agama islam di Indonesia khusus nya di tanah jawa pada abad ke-14 di mulai saat berakhirnya kerajaan hindu dan budha serta untuk memulai era kebudayaan agama islam.

Wali Songo  berdakwah dan mengajak masyarakat  Indonesia  untuk  masuk dan mengikuti  ajaran agama islam tanpa paksaan dalam berdakwah mereka, setiap wali atau sunan memiliki wilayah masing-masing dalam penyebaran ajaran agama islam hingga tersebarnya agama islam di negeri kita tercinta ini.

Nama Wali Songo

Wali Songo
Gambar Wali Songo

Sesuai namanya yang kita ketahui  yaitu Wali Songo berarti Sembilan Waliyullah, maka akan disebutkan urutan-urutannya  beserta nama  asli para Wali Songo tersebut yang perlu anda ketahui :

Sunan Gresik

sunan gresik
Gambar Sunan Gresik

Sunan Gresik merupakan sunan yang pertama kali serta guru dari para wali dan beliau merupakan yang tertua dari para Wali Songo  dalam menyebarkan ajaran agama islam di negeri kita tercinta ini.

Sebelum beliau menyebarkan ajaran agama islam lalu hijrah ke tanah jawa tepatnya dipulau jawa yaitu gresik  beliau menikahi seorang  putri raja serta memiliki dua putra yaitu Sunan Ampel (Raden Ahmad) yang kelak meneruskan sepeninggal Sunan Gresik serta Raden Santri (Rasyid Ali Murtadha)

Lalu siapa nama asli sunan Gresik ? beliau tepatnya bernama asli “ Maulana Malik Ibrahim” yang berasal dari negeri Champa untuk datang ke Indonesia tepat nya di gresik yang ditemani para sahabatnya berdakwah  tepat nya berada di desa sembolo  sekarang  bernama  desa Leran kecamatan Manyar sebelah utara kota Gresik.

Selama dalam misi dakwah menyebarkan ajaran agama islam beliau berdagang serta bercocok tanam dan banyak masyarakat  bersimpati lalu mengikuti ajaran dan arahan beliau,serta beliau mendirikan masjid dan pondok-pondok pesantren.

Sunan Gresik (Maulana Malik Ibrahim) wafat  tahun 1419 tepatnya didesa Leran,Manyar kota Gresik yang dimakamkan bertepat di desa Gapura kota Gresik,Jawa Timur.

Baca Juga : Sejarah Kerajaan Banten

Sunan Ampel

Sunan Ampel
Gambar Sunan Ampel

Sunan Ampel bernama asli Raden Rahmat, beliau lahir di Champa 1401 masehi, putra dari Sunan Gresik (Maulana Malik Ibrahim)

Sunan Ampel menikah dengan Dewi Condrowati yang bergelar Nyai Ageng Manila, beliau penyebar ajaran agama islam tertua di pulau jawa, pesantrennya berada di Ampel Denta, Surabaya.

Sedangkan Dewi Condrowati ini merupakan putri dari adipati Tuban yaitu Arya Teja, Sunan Ampel juga menikah dengan Dewi Karimah binti Ki Kembang Kuning, hasil dari pernikahannya dengan Dewi Condrowati  berputra-putri Raden Makhdum Ibrahim (Sunan Bonang), Siti Syari’ah, Raden Qasim (Sunan Derajat), Sunan Sedayu, Siti Mutma’innah, dan Siti Hafsah.

Sedangkan dari pernikahan dengan Dewi Karimah berputra-putri Dewi Murtasiyah yang juga merupakan istri dari Sunan Giri, Dewi Murtasimah (Dewi Asyiqah) yang juga merupakan istri dari Raden Fatah, Raden Husamuddin (Sunan Lamongan), Raden Zaenal Abidin (Sunan Demak), Pangeran Tumapel dan Raden Faqih (Sunan Ampel 2).

Saat tahun 1443 Sunan Ampel datang ke pulau Jawa menemui bibinya Dwarawati, Dwarawati sendiri adalah seorang putri Champa yang menikah dengan raja Majapahit  bernama Prabu Kertawijaya.

Dalam berdakwah menyampaikan ajarannya  Sunan Ampel terbilang cukuplah unik, masyarakat mengenal ajarannya dengan sebutan Moh Limo, yaitu Moh Main (jangan main judi), Moh Ngombe (jangan minuman keras), Moh Maling (jangan maling), Moh Madat (tidak mengkonsumsi narkoba), Moh Madon (jangan berzina).

 Tujuan dakwah Sunan Ampel tersebut bertujuan untuk memperbaiki kerusakan akhlaq masyarakat pada saat itu, lalu ditahun 1479 M  Sunan Ampel mendirikan Masjid Agung Demak, kemudian beliau wafat tahun 1481 dikota demak, dimakamkan sebelah Masjid Ampel, Surabaya.

Baca Juga : Kerajaan Islam Tertua di Indonesia

Sunan Bonang

Sunan Bonang
Gambar Sunan Bonang

Sunan Bonang lahir ditahun 1465, beliau termasuk wali songo, bernama asli adalah Maulana Makhdum Ibrahim merupakan putra dari Sunan Ampel dengan Nyai Ageng Manila.

Sunan Bonang sendiri sempat mempelajari agama islam hingga ke Malaka di daerah Pasai, lalu kemudian beliau pulang ke Tuban dan berdakwah disana, bertujuan untuk menyebarluaskan ajaran agama islam.

Metode dakwah yang beliau sampaikan dengan cara seni  musik agar menarik masyarakat, hingga melahirkan sebua karya seni seperti tembang wijil , tombo ati hingga kesenian lain seperti gamelan dan rebab.

Sunan Bonang wafat pada tahun 1525 masehi dan dimakamkan dikota Tuban.

Baca Juga : Kerajaan Kutai

Sunan Drajat

Sunan Drajat
Gambar Sunan Drajat

Wali Songo Selanjutnya adalah Sunan Drajat, Sunan Drajat bernama asli Raden Qosim, yang merupakan putra bungsu dari Sunan Ampel dengan Nyai Ageng Manila, beliau juga merupakan saudara dari Sunan Bonang, beliau Sunan Drajat menyebar luaskan ajaran agama Islam di Desa Paciran Lamongan.

Pada awal mula beliau berdakwah dipesisir pantai gresik, hingga akhirnya menetap di Lamongan, kemudian mendirikan Padepokan santri Dalem Duwur, beliau wafat pada abad ke-16 masehi dan dimakamkan di Pacitan, Lamongan.

Atas dasar dalam menyebarkan ajaran agama islam dan usahanya menanggulangi kemiskinan dengan menciptakan kehidupan yang makmur bagi warganya, akhirnya beliau memperoleh gelar Sunan Mayang Madu oleh Raden Patah (Sultan Demak) tahun 1520 Masehi.

Sunan Kudus

Sunan Kudus
Gambar Sunan Kudus

Sunan Kudus bernama asli Jafar Sidiq berasal dari Al-Quds Yerussalem Palestina  lahir sekitar 1500 Masehi, yang merupakan seorang putra dari Ustman Haji.

Dalam menyebarkan ajaran agama islam di Kudus, Sunan Kudus banyak berguru dan menimba ilmu kepada Sunan Kalijaga, maka tidak heran ajaran beliau sama dengan Sunan Kalijaga.

Dalam menyebarkan ajaran islam beliau menekankan pada kearifan budaya  lokal masyarakat setempat, karena telah memberikan pondasi pengajaran keagamaan dan kebudayaan yang toleran diperlihatkan oleh Sunan Kudus salah satunya tidak boleh menyembelih sapi, karena saat itu sapi di anggap sebagai hewan suci. Sehingga, ajaran agama Islam dari sunan Kudus ini menekankan pada toleransi beragama.

Beliau juga menciptakan cerita keagamaan yang berjudul Gending Maskumambang dan Mijil, beliau Sunan Kudus wafat pada tahun 1550 Masehi dan dimakamkan di pemakaman Masjid Menara Kudus.

Sunan Giri

Sunan Giri
Gambar Sunan Giri

Sunan Giri adalah salah seorang Wali Songo beliau lahir di Blambangan tahun 1442 masehi, Sunan Giri merupakan putra dari Maulana Ishaq dengan Dewi Sekardadu yaitu putri dari Menak Sembuyu penguasa wilayah Blambangan pada masa akhir kerajaan Majapahit, serta pendiri Kerajaan Giri yang berada di daerah Gresik, Jawa Timur

Dalam usahanya beliau mendirikan Kerajaan Giri di Gresik, Jawa Timur dengan bermaksud menyebar luaskan ajaran islam, yang bahkan pengaruhnya sampai Madura, Lombok, Kalimantan hingga Maluku.

Sunan Giri sendiri memiliki banyak nama panggilan yang diantaranya adalah Raden Paku, Prabu Satmata, Sultan Abdul Faqih, Raden Ainul Yakin Dan Joko Samudro.

Sunan Giri belajar agama islam dengan Sunan Ampel dalam mendalami ajaran agama islam.

Dalam berdakwah beliau dengan cara menciptakan unsur lagu dan permainan anak, dalam rangka untuk mengenalkan ajaran agama Islam kepada anak-anak.

Sunan Giri wafat pada abad 16 Masehi dan dimakamkan di Gresik Jawa Timur.

Baca Juga : Kerajaan Sriwijaya

Sunan Kalijaga

sunana kalijaga
Gambar Sunan Kalijaga

Sunan Kalijaga adalah seorang tokoh Wali Songo, lahir tahun 1450 masehi, yang merupakan putra dari Raden Ahmad Sahuri (adipati tuban ke 8) dan Dewi Nawangarum (putri Raden Kidang Telangkas atau Abdurrahim Al-Maghribi)

Nama asli dari Sunan Kalijaga adalah Raden Said serta memiliki nama lain yaitu Lokajaya, Syeh Malaya, Pangeran Tuban dan Raden Abdurahman.

Beliau Sunan kalijaga, dari kecil dikenal sebagai wali yang sangat dekat dengan muslim di Jawa, karena kemampuannya memasukkan pengaruh ajaran islam ke dalam tradisi dan budaya Jawa

Nama Kalijaga sendiri berasal dari desa Kalijaga, yang pada saat itu berdiam dan sering berendam bertapa disungai , makanya beliau disebut Sunan penjaga kali, serta berguru menimbah ilmu kepada Sunan Bonang.

Sunan Kalijaga berdakwah menyebarkan ajaran islam kepada masyarakat, sehingga masyarakat bersimpati kepada beliau, karena Sunan Kalijaga murid dari Sunan Bonang jadi metode berdakwah beliau tidaklah jauh berbeda dengan Sunan Bonang melalui media seni dan kesastraan serta seni suara suluk sebagai sarana dakwah, yang terkenal adalah ilir-ilir dan gundul-gundul pacul.

Beliau wafat pada abad ke-15 masehi dan dimakamkan di Kadilangu, Demak Tengah.

Baca Juga Sejarah Kerajaan Demak

Sunan Muria

Sunan Muria
Gambar Sunan Muria

Wali Songo Selanjutnya adalah Sunan Muria, lahir dengan nama Raden Umar Said nama kecilnya Raden Prawoto, beliau adalah putra dari Sunan Kalijaga yang menikah dengan Dewi Saroh putru Sunan Ngudung.

Nama Muria sendiri di ambil berdasarkan nama sebuah lereng gunung yaitu Lereng Gunung Muria, kota Kudus.

Dalam menyebarkan ajaran islam, beliau menyampaikannya dengan cara halus meniru cara ayahnya Sunan Kalijaga, Sunan Muria sendiri lebih senang menyebarkan ajaran islam di daerah-daerah terpencil pesisir pantai dan pegunungan.

Metode dakwah yang disampaikan Sunan Muria dengan cara tetap mempertahankan seni dan budaya sebagai alat dakwahnya, sehingga cara ini Sunan Muria dikenal sebagai sunan yang berdakwah topo ngeli serta beliau dikenal sebagai pribadi yang mampu berbaur dan memecahkan berbagai macam masalah.

Beliau juga menciptakan karya seni berupa tembang jawa yang berjudul  Tembang Sinom dan Kinanti, hingga pada tahun abad 16 beliau wafat, dimakamkan di Gunung Muria Kudus.

Baca Juga : Doa Nurbuat

Sunan Gunung Jati

Sunan Gunung Jati
Gambar Sunan Gunung Jati

Sunan Gunung Jati  bernama asli Syarif Hidayatullah, lahir tahun 1448 masehi,  dari pasangan Syarif Abdullah Umdatuddin bin Ali Nurul Alam dan Nyai Rarasantang putri Prabu Siliwangi.

Dalam carita Purwaka Cariban Nagari beliau mendapat gelar Raja Pandita karena dihormati Kerajaan Demak dan Pajang.

Tahun 1475 Masehi, beliau singgah di Gujarat dan Pasai untuk memperdalam ajaran agama islam pada masa kepemimpinan Pangeran Cakrabuana, dalam rangka menyebarkan ajaran islam beliau mendirikan Masjid Demak guna bermusyawarah dengan para Wali

Karena pergaulan beliau dengan para Wali dan Kesultanan Demak, menjadikan beliau mendirikan Kesultanan Pakungwati dan beliau mendirikan pesantren disana, tepatnya di Cirebon, Pada tahun 1570 masehi, Sunan Gunung Jati wafat serta dimakamkan di Desa Astana, Cirebon.

Demikianlah sedikit ulasan tentang sejarah Wali Songo beserta nama aslinya, sehingga keberadaan para Wali Songo sangatlah berpengaruh dalam menyebarkan ajaran-ajaran agama islam di nusantara Indonesia yang kita cintai ini.

Baca Juga Link Artikel Lainnya :